Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

PKBM di Cianjur Batal Gelar UNBK

Akibat Tak Miliki Fasilitas,Padahal Terdapat 2.270 peserta

Angga Purwanda

Minggu, 29 April 2018 - 08:22 WIB

PKBM di Cianjur Batal Gelar UNBK
PKBM di Cianjur Batal Gelar UNBK
A A A

Beritacianjur.com - TAK miliki fasilitas untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK),  sejumlah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) kesetaraan paket C di Kabupaten Cianjur, memilih tak melaksanaan ujian lantaran terbentur fasilitas.

Hal itu diutarakan, Kepala Bidang PAUD, Nonformal, Formal, dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Mochamad Rochman, didampingi Kasi Pendidikan Masyarakat, Muksin Said, kepada wartawan, belum lama ini.

Pasalnya, aturan pemerintah saat ini mengharuskan PKBM menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  Sementara fasilitas yang dimiliki PKBM untuk menggelar UNBK masih sangat minim, bahkan tidak ideal.

"Sebetulnya sebelum ada instruksi melaksanakan UNBK, banyak PKBM yang akan melaksanakan ujian. Tapi begitu tahu harus melaksanakan UNBK, banyak yang memilih mundur," katanya.

Tahun ini UNBK dilaksanakan sebanyak 45 PKBM dari jumlah yang aktif sebanyak 68 PKBM. Jumlah pesertanya sebanyak 2.270 orang. Sedangkan PKBM di Lapas Klas II B Cianjur, pelaksanaannya dilakukan dengan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). UNBK di PKBM mulai dilaksanakan hari ini hingga Minggu (29/4/2018) lalu.

"Kalau di lapas ada pengecualian karena cukup berisiko kalau harus ke luar. Untuk PKBM lain ada yang menumpang pelaksanaan UNBK di sekolah yang sudah ditunjuk. Kami sudah koordinasi. Alhamdulillah sekolah yang ditunjuk siap memfasilitasi. Kalau dilaksanakan di PKBM kan tidak punya server dan sarana komputernya. Ada juga PKBM yang melaksanakan UNBK di tempat itu karena memiliki server sendiri," jelasnya.

Ia menuturkan kondisi tersebut jadi dilematis. Di satu sisi PKBM bisa mendongkrak angka partisipasi pendidikan masyarakat. Tapi di sisi lain saat ini terbentu aturan harus melaksanakan UNBK.

"Kami juga inginnya protes. Intinya kami minta agar PKBM atau PLS (pendidikan luar sekolah) bisa sama dengan persekolahan umum lainnya. Kalau PKBM memprihatinkan. Mau ada yang bersekolah dan tutor yang mengajar juga sudah alhamdulillah. Beda dengan sekolah umum yang sarananya komplit. Belum lagi mendapatkan BOS (bantuan operasional sekolah)," ujarnya.

Pengamat pendidikan di Cianjur, Deni Santiko, mengatakan kondisi saat ini memang cukup dilematis menyikapi PKBM yang harus melaksanakan UNBK. Padahal, kata Deni, tak semua PKBM memiliki sarana dan prasarana penunjang melaksanakan UNBK.

"Memang, bagi PKBM yang tak memiliki komputer masih bisa menumpang di sekolah umum yang siap memfasilitasi. Tapi tetap saja kan tidak akan maksimal pelaksanaannya," kata Deni.

Belum lagi ditambah dengan kemampuan siswa di PKBM menguasai komputer. Pasalnya, tak sedikit di antara siswa sudah ada yang berusia uzur sehingga untuk mengoperasikan komputer saja relatif cukup sulit.  "Efektifnya, pelaksanaan ujian di setiap PKBM itu dilakukan dengan kertas dan pensil (UNKP)," ujarnya.

Deni juga mengharapkan keberpihakan dari Pemkab Cianjur agar bisa mengalokasikan anggaran khusus bagi PKBM. Pasalnya, satu di antara upaya mendongrak rata-rata lama sekolah masyarakat Cianjur melalui PKBM. "Coba, mau ke sekolah mana lagi masyarakat yang sudah lanjut usia tapi semangat belajarnya masih tinggi, selain di PKBM? Ini kan bisa membantu mendongkrak indeks pendidikan di Kabupaten Cianjur. Sejatinya harus ada keberpihakan anggaran dari pemerintah daerah terhadap PKBM atau pendidikan luar sekolah," pungkas Deni. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…