Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:05

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Di Cianjur Pasar Swasta Tunjukkan Tren Positif

Oleh: M. Arlan Akbar - Senin 07 September 2015 | 17:00 WIB

Di Cianjur Pasar Swasta Tunjukkan Tren Positif

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CUGENANG – Pengelolaan pasar swasta di Kabupaten Cianjur terus tumbuh dan berkembang beberapa tahun terkahir. Hal ini seiring pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat Cianjur semakin meningkat.

 

Meski kualitas pasar milik pemerintah daerah saat ini mulai banyak diperbaharui, namun keberadaan pasar milik swasta dan pasar musiman yang memang memiliki konsumen tersendiri tetap tidak memudar.

 

Cecep Ahyat, pengelola lapangan Pasar Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, mengatakan, saat ini pengelolaan pasar dipegang PT Masindo Jaya Utama. Selama dua tahun terakhir, sejak berdiri tahun 2013 lalu perkembangannya terus meningkat meskipun lokasi berada di lingkungan Kecamatan. Bahkan Tidak kurang 180 kios lapak dan toko tersedia untuk melayani kebutuhan konsumen dari desa lainnya di Kecamatan Cugenang.

 

Menurutnya, dibandingkan dengan pasar pemerintah, pengelolaan pasar swasta tidak kalah baiknya, mulai dari segi K5 (Kemanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan dan Kenyamanan), harga standar jualan ataupun jenis dagangan. Sementara ini untuk melengkapi berbagai kebutuhan konsumen, pengelola pasar bekerjasama lewat koperasi.

 

“Pedagang disini kebanyakan pengecer di wilayah Cugenang. Para pembeli mayoritas dari desa terdekat. Soal pasokan barang pedagang, disesuikan dengan penjulan berasal dari Pasar Induk Cianjur dan Pasar Induk Caringin,”ujar Cecep kepada “BC”, kemarin.

 

Menurutnya, kurun waktu jangka pendek, profit untuk pasar swasta memang belum bisa menunjukan keuntungan yang signifikan. Tapi, kalau secara jangka panjang kemungkinan bisa memberikan pemasukan lebih meningkat.

 

“Perhari tidak kurang 200 sampai 300 konsumen yang berkunjung ke pasar Mangungkerta. Dari pengelolaan retribusi pasar per hari bisa mencapai kisaran Rp 300 ribu. Bahkan, untuk hari besar tertentu bisa meningkat, kisaran Rp 500 ribu per hari,”paparnya.

 

Ia mengungkapkan, sedikitnya ada 14 grosir besar di pasar Mangunkerta, terdiri dari pedagang makanan ringan dan sembako. Untuk toko terdiri dari pakaian, perabotan rumah tangga juga perlengkapan lainnnya seperti elektronika, perlengkapan mesin, dan barang mewah lainnya.

 

“Khusus untuk daging dan penggilingan, pasar Mangunkerta sudah bisa bersaing dengan pasar umum dan swasta lainnya di Cianjur,” ucapnya.

 

Terpisah, Aceng Hidayat, pengelola pasar subuh Cibadak Trade Center (CTC) di Sukaresmi menjelaskan, keberadaan pasar yang dikelola swasta di wilayah Sukaresmi ini sudah berjalan selama sepuluh tahun sejak tahun 2005.

 

Hingga saat ini sudah dua kali ganti pengelola, namum menurut dia, pergantian pengelola tidak berpengaruh terhadap penjulan para pedagang. Terlebih kondisi pedagang pasar subuh CTC Sukaresmi seringkali musiman walaupun komoditas dagangan hampir sama dengan pedagang di Pasar Induk Cipanas (PIS).

 

“Jumlah pedagang disini ada sekitar 200 orang. Untuk kesesuian harga dipasar Subuh CTC Sukaresmi ditentukan pedagang yang umumnya mengacu ke Pasar Induk Cipanas (PIC). Soalnya diantara pedagang sebagian besar cabang dari PIC. Makanya, untuk harga sembako disini dengan di PIC relatif sama,” ungkapnya. (nuk)

Komentar