Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik Tujuan Favorit TKI Asal Cianjur

Didominasi TKI Formal yang Memiliki Skill, dan Sebagian besar Bekerja di Pabrik

Angga Purwanda

Kamis, 03 Mei 2018 - 21:21 WIB

Kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik Tujuan Favorit TKI Asal Cianjur
Kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik Tujuan Favorit TKI Asal Cianjur
A A A

Beritacianjur.com - MASIH diberlakukannya kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja (TKI) ke sejumlah negara Timur Tengah, menjadikan kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik jadi negara tujuan favorit TKI asal Kabupaten Cianjur.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyuningtyas,melalui Sekretaris, Hari Supardjo, kepada wartawan, belum lama ini.

“Saat ini kebanyakan pekerja formal, dan mereka (TKI asal Cianjur) sebagian besar memilih bekerja di Malaysia. Artinya mereka betul-betul memiliki skill atau keahlian karena bekerja di pabrik atau perusahaan elektronik. Kalau orang Malaysia menyebut pabrik atau perusahaan itu kilang," ungkap Heri.

Selain Malaysia, lanjut dia, para TKI asal Cianjur juga memilih bekerja di Singapura, Brunei Darusallam, Korea Selatan, serta Taiwan. Cenderung banyaknya TKI formal, sesuai dengan keinginan Pemkab Cianjur yang berharap agar buruh migran ke luar negeri harus memiliki skill mumpuni.

"Kalau TKI informal itu biasanya kan rentan (bermasalah). Makanya kami inginkan TKI yang berangkat ke luar negeri itu merupakan pekerja formal bukan informal," ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir jumlah TKI asal Kabupaten Cianjur yang bekerja di luar negeri trennya cenderung menurun. Tahun ini hingga Maret tercatat sebanyak 87 orang.

"Selama 2018 hingga Maret tidak terlalu banyak. Pada Januari sebanyak 36 orang, Februari sebanyak14 orang, dan Maret sebanyak 37 orang. Kalau selama 2017 jumlahnya 936 orang. Dulu Kabupaten Cianjur memang disebut-sebut sebagai kantong TKI karena setiap tahunnya memberangkatkan lebih dari ribuan orang. Belakangan ini jumlahnya terus menurun," katanya.

Pemberangkatan TKI informal pun sekarang lebih selektif. Pendataannya dilakukan secara online yang terintegrasi langsung ke server di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Itu dilakukan secara prosedural. Jadi setiap TKI ketahuan bekerja di negara mana, PT-nya siapa, nomor paspornya berapa, atau majikannya siapa dan di mana alamatnya akan ketahuan," jelasnya.

Upaya itu merupakan satu di antara bentuk perlindungan terhadap para pekerja migran sebagaimana diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Selain prapemberangkatan, bentuk perlindungan terhadap TKI di luar negeri yakni penempatan dan TKI purna.

"Dalam aturan disebutkan, salah satu bentuk perlindungan TKI di luar negeri itu mulai dari pra, penempatan, serta purna," ujarnya.

Masa prapemberangkatan di antaranya dilakukan dengan memverifikasi data calon TKI. Peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sangat penting karena calon TKI yang akan berangkat harus betul-betul sesuai data dan domisili (by name by address).

Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI pun berkewajiban memberikan pembekalan akhir kepada setiap calon TKI yang akan berangkat.

"Mereka diberikan bimbingan konseling atau penyuluhan dulu sebelum berangkat. Kami juga hadirkan pihak keluarga. Kami tanyai apakah benar keluarga memberikan izin atau tidak. Selama berada di luar negeri, kami juga memberikan pengarahan kalau tersandung masalah yang bertanggung jawab adalah PPTKIS. Kalau pemerintahannya ada di KJRI atau KBRI," tuturnya.

Sedangkan bagi TKI purna, sambung dia, pemerintah daerah berkewajiban memberikan semacam pelatihan kewirausahaan atau sejenisnya. Upaya itu dilakukan agar para TKI tak menjadi konsumtif, tapi harus produktif. "Misalnya hasil usaha mereka selama bekerja bisa dijadikan modal usaha. Kita fasilitasi mereka," jelasnya.

Di Kabupaten Cianjur sudah dibentuk program Desa Migran Produktif alias Desmigratif. Lokasinya di Desa Sukasari Kecamatan Cilaku dan di Desa Gelar Anyar di Kecamatan Pagelaran.

"Program itu dari kementerian (Tenaga Kerja dan Transmigrasi) untuk membina TKI purna. Di dua desa itu terdapat bangunan hibah dari perbankan yang digunakan untuk pusat pelayanan informasi maupun ajang berbagai pengalaman dari TKI purna ke calon TKI," bebernya.

Di tempat itu juga dibentuk komunitas parenting dan pemberdayaan masyarakat. Komunitas parenting ini khusus pembinaan kepada para suami yang ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri. 

"Terutama bagi yang memiliki anak kecil. Jangan sampai selama masa tumbuh-kembang anak-anak itu terganggu. Kita juga bentuk koperasi atau UMKM sebagai wadah menyalurkan hasil usaha setiap TKI agar produktif. Mereka diberikan pelatihan dan modal sarana. Nanti bentuk usahanya disesuaikan dengan potensi keunggulan kompetitif sumber daya alam di wilayah itu. Program ini sudah berjalan," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…