Selasa, 14 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pejabat Bappeda Mangkir dari Panggilan Polisi

Alasannya Harus Dampingi Bupati ke Cianjur Selatan

Angga Purwanda/Gie

Jumat, 04 Mei 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Kalau Megaproyek Campaka Tidak Bermasalah, Kenapa Harus Mangkir?

Beritacianjur.com - PEJABAT Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur mangkir memenuhi panggilan Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Cianjur, Kamis (3/5/2018). Kok bisa?

Ya, pejabat Bappeda itu lebih memilih mendampingi Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk menghadiri sebuah acara di wilayah Cianjur selatan.

Seperti diketahui, pejabat Bappeda dipanggil kepolisian terkait dugaan sejumlah pelanggaran pada pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka.

"Yang bersangkutan tidak jadi datang, hanya memberitahukan melalui pesan singkat kepada penyidik karena harus menghadiri sebuah acara di Cianjur selatan," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi melalui Kanit Tipikor, Iptu F Sianipar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/5/2018).

Sianipar menyebutkan, berdasarkan informasi, yang bersangkutan menyanggupi untuk kembali hadir memenuhi panggilan Sat Rekrim Polres Cianjur, Jumat (4/5/2018).

"Rencananya hari Jumat (4/5/2018) yang bersangkutan akan hadir. Sebab sebelumnya, ketidakhadiran pejabat tersebut karena ada rapat dan hari ini yang bersangkutan harus mendampingi Bupati ke Cianjur selatan," ucapnya.

Mangkirnya pejabat Bappeda tersebut ternyata menimbulkan tanda tanya. Bahkan sejumlah kalangan menilai, alasan menemani bupati ke Cianjur selatan selalu menjadi senjata bagi para pejabat untuk mangkir atau menghindari dari segala persoalan.

 “Pemanggilan polisi itu kan pastinya tidak mendadak, jadi ketika pejabat Bappeda mangkir dengan alasan harus menemani bupati, kenapa pemberitahuan ke polisinya mendadak? Apalagi mengabarkan ke polisinya hanya melalui pesan singkat. Ada apa ini?” ujar Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Kamis (3/5/2018).

Jika Bappeda merasa tidak ada persoalan pada Megaproyek Campaka, sambung dia, seharusnya pejabatnya lebih mementingkan pemanggilan polisi ketimbang menemani bupati yang sifatnya tidak terlalu urgent.

 “Tak hanya pejabat Bappeda-nya saja yang bikin aneh, tapi bupatinya juga aneh. Sudah tahu ada agenda penting yakni pemanggilan polisi terkait masalah (Megaproyek Campaka) yang sempat menimbulkan gejolak di masyarakat, seharusnya bupati bisa ngasih instruksi kepada pejabat Bappeda untuk memenuhi panggilan polisi,“ katanya.

“Sekali lagi, kalau memang merasa tidak salah, harusnya kebenaran segera disampaikan, jangan membuat masyarakat resah dan curiga. Jadi wajar kalau banyak pihak yang menduga, jika Megaproyek Campaka ini benar-benar bermasalah. Semoga kepolisian bisa segera mengusut tuntas dan menindak segala bentuk pelanggaran,“ sambung Rudi.

Terkait alasan menemani bupati yang diduga selalu menjadi alasan sejumlah pejabat untuk menghindari dari segala persoalan, hal itu juga pernah diungkapkan Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak.

Kala itu, penilaian Ridwan ditujukan kepada Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi, yang lebih mementingkan kegiatan Gorol (Gotong Royong Lobaan) dan Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) yang jelas-jelas bernuansa politik, ketimbang pendidikan bagi masyarakat Cianjur, atau tepatnya tidak menghadiri kegiatan hearing (dengar pendapat, red) yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi mengatakan, Kepala Bappeda bakal dipanggil terkait dugaan sejumlah pelanggaran pada pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka.

Benny menegaskan, pemanggilan Kepala Bappeda tersebut berdasarkan banyaknya laporan terkait dugaan penyimpangan dan pelanggaran pembangunan gedung pemerintahan di Campaka, atau kerap disebut dengan Megaproyek Campaka.

“Hari ini (Kamis) Kepala Bappeda akan kami panggil sekitar pukul 10.00 Wib. Ini terkait banyaknya laporan soal dugaan pelanggaran pembangunan kantor pemerintahan di Campaka,“ terangnya.

Selain banyaknya laporan seperti apa yang disebutkan Benny, pelanggaran terkait Megaproyek Campaka diperkuat dengan adanya rekomendasi dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Cianjur, Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Cianjur Tahun Anggaran 2017.

Ya, Selasa (17/4/2018) lalu, bertempat di Gedung DPRD Cianjur, dalam laporannya Pansus DPRD Cianjur merekomendasikan, kebijakan perencanaan dan proses pembangunan sarana dan prasarana pelayanan publik di Kecamatan Campaka, harus menaati prosedur dan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Artinya, secara tidak langsung, rekomendasi tersebut menyebutkan bahwa Megaproyek Campaka dilakukan tanpa menaati prosedur dan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini komitmen kami, jadi jangan main-main. Pokoknya, kami akan menindak tegas berbagai pelanggaran hukum termasuk tindak pidana korupsi yang terjadi di Cianjur,” tegasnya.

Menanggapi upaya kepolisian tersebut, Ketua SPRI Cianjur, Rudi Agan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan Polres Cianjur. Menurutnya, banyak kejanggalan yang terjadi pada Megaproyek Campaka.

“Ini sudah benar. Walaupun Megaproyek Campaka ini direkomendasikan agar dikaji ulang atau harus menaati prosedur, tapi urusan belum selesai. Megaproyek Campaka ini sudah memakai anggaran, jadi harus diselidiki berbagai macam pelanggarannya, termasuk dugaan adanya korupsi,“ ucapnya.

Rudi berharap, hukum di Cianjur jangan sampai tajam ke bawah tumpul ke atas. Artinya, ketika tindak tegas diberlakukan kepada masyarakat biasa yang sudah melakukan pelanggaran, hal tersebut pun harus berlaku juga bagi para pejabat termasuk bupati.

“Dari awal sudah jelas bahwa Megaproyek Campaka ini belum berizin. Tapi tetap saja keukeuh dilakukan. Makanya, ini harus diselidiki dan tindak tegas tanpa pandang bulu,” tandasnya.

Selain dugaan pelanggarannya kuat, Rudi menilai, Megaproyek Campaka sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Bahkan hingga memicu terjadinya gelombang aksi unjuk rasa dari para aktivis, yang menentang keras kebijakan bupati karena dinilai telah melabrak aturan dan perundang-undangan.

Selain meminta pertanggungjawaban kepada para wakil rakyat di DPRD Cianjur yang diduga kuat turut memuluskan keinginan bupati, para aktivis juga melaporkan persoalan Megaproyek Campaka ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena dianggap terindikasi adanya tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian uang Negara.

Rudi menegaskan, dengan adanya gejolak masyarakat, hal tersebut menunjukkan adanya permasalahan pada pelaksanaan proyek atau ada yang tidak benar dalam prosesnya.

"Kalau langkah atau tahapan pelaksanannya benar, sesuai dengan hasil kajian dan tidak bertentangan dengan aturan dan perundang-undangan berlaku, pastinya tidak akan menimbulkan gejolak," jelasnya.

Selain soal Campaka, Rudi juga menyoroti terkait pemanggilan sebelumnya terhadap dua kepala dinas. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi Cianjur saat ini sedang ‘sakit’.

“Sebelum Kepala Bappeda, kita semua tahu bahwa Kadisdik dan Kadis Pertanian juga diperiksa polisi. Teorinya sebab akibat, kalau tidak ada penyimpangan, tidak mungkin ada pemanggilan atau pemeriksaan,“ ucapnya.

Seperti diketahui, Kadisdik dan Kadis Pertanian memang sudah terlebih dahulu diperiksa polisi. Kadisdik diperiksa karena adanya dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan. Sementara Kadis Pertanian dikonfrontasi terendusnya dugaan ‘permainan’ proyek tahun anggaran 2017.

“Cianjur banyak masalah. Jadi wajar saja jika pada aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, pengunjuk rasa menuntut agar Bupati Cianjur, Irvan Rivano dimakzulkan (diberhentikan, red) melalui hak angket,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…