Senin, 18 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pejabat Bappeda Mangkir dari Panggilan Polisi

Alasannya Harus Dampingi Bupati ke Cianjur Selatan

Angga Purwanda/Gie

Jumat, 04 Mei 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Kalau Megaproyek Campaka Tidak Bermasalah, Kenapa Harus Mangkir?

Beritacianjur.com - PEJABAT Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur mangkir memenuhi panggilan Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Cianjur, Kamis (3/5/2018). Kok bisa?

Ya, pejabat Bappeda itu lebih memilih mendampingi Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk menghadiri sebuah acara di wilayah Cianjur selatan.

Seperti diketahui, pejabat Bappeda dipanggil kepolisian terkait dugaan sejumlah pelanggaran pada pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka.

"Yang bersangkutan tidak jadi datang, hanya memberitahukan melalui pesan singkat kepada penyidik karena harus menghadiri sebuah acara di Cianjur selatan," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi melalui Kanit Tipikor, Iptu F Sianipar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/5/2018).

Sianipar menyebutkan, berdasarkan informasi, yang bersangkutan menyanggupi untuk kembali hadir memenuhi panggilan Sat Rekrim Polres Cianjur, Jumat (4/5/2018).

"Rencananya hari Jumat (4/5/2018) yang bersangkutan akan hadir. Sebab sebelumnya, ketidakhadiran pejabat tersebut karena ada rapat dan hari ini yang bersangkutan harus mendampingi Bupati ke Cianjur selatan," ucapnya.

Mangkirnya pejabat Bappeda tersebut ternyata menimbulkan tanda tanya. Bahkan sejumlah kalangan menilai, alasan menemani bupati ke Cianjur selatan selalu menjadi senjata bagi para pejabat untuk mangkir atau menghindari dari segala persoalan.

 “Pemanggilan polisi itu kan pastinya tidak mendadak, jadi ketika pejabat Bappeda mangkir dengan alasan harus menemani bupati, kenapa pemberitahuan ke polisinya mendadak? Apalagi mengabarkan ke polisinya hanya melalui pesan singkat. Ada apa ini?” ujar Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Kamis (3/5/2018).

Jika Bappeda merasa tidak ada persoalan pada Megaproyek Campaka, sambung dia, seharusnya pejabatnya lebih mementingkan pemanggilan polisi ketimbang menemani bupati yang sifatnya tidak terlalu urgent.

 “Tak hanya pejabat Bappeda-nya saja yang bikin aneh, tapi bupatinya juga aneh. Sudah tahu ada agenda penting yakni pemanggilan polisi terkait masalah (Megaproyek Campaka) yang sempat menimbulkan gejolak di masyarakat, seharusnya bupati bisa ngasih instruksi kepada pejabat Bappeda untuk memenuhi panggilan polisi,“ katanya.

“Sekali lagi, kalau memang merasa tidak salah, harusnya kebenaran segera disampaikan, jangan membuat masyarakat resah dan curiga. Jadi wajar kalau banyak pihak yang menduga, jika Megaproyek Campaka ini benar-benar bermasalah. Semoga kepolisian bisa segera mengusut tuntas dan menindak segala bentuk pelanggaran,“ sambung Rudi.

Terkait alasan menemani bupati yang diduga selalu menjadi alasan sejumlah pejabat untuk menghindari dari segala persoalan, hal itu juga pernah diungkapkan Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak.

Kala itu, penilaian Ridwan ditujukan kepada Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi, yang lebih mementingkan kegiatan Gorol (Gotong Royong Lobaan) dan Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) yang jelas-jelas bernuansa politik, ketimbang pendidikan bagi masyarakat Cianjur, atau tepatnya tidak menghadiri kegiatan hearing (dengar pendapat, red) yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi mengatakan, Kepala Bappeda bakal dipanggil terkait dugaan sejumlah pelanggaran pada pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka.

Benny menegaskan, pemanggilan Kepala Bappeda tersebut berdasarkan banyaknya laporan terkait dugaan penyimpangan dan pelanggaran pembangunan gedung pemerintahan di Campaka, atau kerap disebut dengan Megaproyek Campaka.

“Hari ini (Kamis) Kepala Bappeda akan kami panggil sekitar pukul 10.00 Wib. Ini terkait banyaknya laporan soal dugaan pelanggaran pembangunan kantor pemerintahan di Campaka,“ terangnya.

Selain banyaknya laporan seperti apa yang disebutkan Benny, pelanggaran terkait Megaproyek Campaka diperkuat dengan adanya rekomendasi dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Cianjur, Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Cianjur Tahun Anggaran 2017.

Ya, Selasa (17/4/2018) lalu, bertempat di Gedung DPRD Cianjur, dalam laporannya Pansus DPRD Cianjur merekomendasikan, kebijakan perencanaan dan proses pembangunan sarana dan prasarana pelayanan publik di Kecamatan Campaka, harus menaati prosedur dan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Artinya, secara tidak langsung, rekomendasi tersebut menyebutkan bahwa Megaproyek Campaka dilakukan tanpa menaati prosedur dan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini komitmen kami, jadi jangan main-main. Pokoknya, kami akan menindak tegas berbagai pelanggaran hukum termasuk tindak pidana korupsi yang terjadi di Cianjur,” tegasnya.

Menanggapi upaya kepolisian tersebut, Ketua SPRI Cianjur, Rudi Agan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan Polres Cianjur. Menurutnya, banyak kejanggalan yang terjadi pada Megaproyek Campaka.

“Ini sudah benar. Walaupun Megaproyek Campaka ini direkomendasikan agar dikaji ulang atau harus menaati prosedur, tapi urusan belum selesai. Megaproyek Campaka ini sudah memakai anggaran, jadi harus diselidiki berbagai macam pelanggarannya, termasuk dugaan adanya korupsi,“ ucapnya.

Rudi berharap, hukum di Cianjur jangan sampai tajam ke bawah tumpul ke atas. Artinya, ketika tindak tegas diberlakukan kepada masyarakat biasa yang sudah melakukan pelanggaran, hal tersebut pun harus berlaku juga bagi para pejabat termasuk bupati.

“Dari awal sudah jelas bahwa Megaproyek Campaka ini belum berizin. Tapi tetap saja keukeuh dilakukan. Makanya, ini harus diselidiki dan tindak tegas tanpa pandang bulu,” tandasnya.

Selain dugaan pelanggarannya kuat, Rudi menilai, Megaproyek Campaka sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Bahkan hingga memicu terjadinya gelombang aksi unjuk rasa dari para aktivis, yang menentang keras kebijakan bupati karena dinilai telah melabrak aturan dan perundang-undangan.

Selain meminta pertanggungjawaban kepada para wakil rakyat di DPRD Cianjur yang diduga kuat turut memuluskan keinginan bupati, para aktivis juga melaporkan persoalan Megaproyek Campaka ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena dianggap terindikasi adanya tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian uang Negara.

Rudi menegaskan, dengan adanya gejolak masyarakat, hal tersebut menunjukkan adanya permasalahan pada pelaksanaan proyek atau ada yang tidak benar dalam prosesnya.

"Kalau langkah atau tahapan pelaksanannya benar, sesuai dengan hasil kajian dan tidak bertentangan dengan aturan dan perundang-undangan berlaku, pastinya tidak akan menimbulkan gejolak," jelasnya.

Selain soal Campaka, Rudi juga menyoroti terkait pemanggilan sebelumnya terhadap dua kepala dinas. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi Cianjur saat ini sedang ‘sakit’.

“Sebelum Kepala Bappeda, kita semua tahu bahwa Kadisdik dan Kadis Pertanian juga diperiksa polisi. Teorinya sebab akibat, kalau tidak ada penyimpangan, tidak mungkin ada pemanggilan atau pemeriksaan,“ ucapnya.

Seperti diketahui, Kadisdik dan Kadis Pertanian memang sudah terlebih dahulu diperiksa polisi. Kadisdik diperiksa karena adanya dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan. Sementara Kadis Pertanian dikonfrontasi terendusnya dugaan ‘permainan’ proyek tahun anggaran 2017.

“Cianjur banyak masalah. Jadi wajar saja jika pada aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, pengunjuk rasa menuntut agar Bupati Cianjur, Irvan Rivano dimakzulkan (diberhentikan, red) melalui hak angket,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.