Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

BPBD Cianjur Waspadai Potensi Erupsi Gunung Gede

Terakhir Mengalami Erupsi pada 1957, dengan Siklus 50 Tahunan

Angga Purwanda

Senin, 07 Mei 2018 - 20:59 WIB

BPBD Cianjur Waspadai Potensi Erupsi Gunung Gede
BPBD Cianjur Waspadai Potensi Erupsi Gunung Gede
A A A

Beritacianjur.com - BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur masih mewaspadai potensi terjadinya erupsi Gunung Gede. Meskipun siklus erupsi gunung itu sudah melewati masanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi, mengatakan, pihaknya terus mewaspadai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, tak terkecuali potensi erupsi Gunung Gede.

“Jika menghitung siklus 50 tahunan, sebetulnya sudah lewat. Terakhir, Gunung Gede mengalami erupsi pada 1957,” kata Dodi, kepada wartawan dalam satu kesempatan, belum lama ini.

Belum lama ini bertepatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan simulasi evakuasi bencana erupsi Gunung Gede. Simulasi dilakukan agar penanganan saat terjadi erupsi Gunung Gede bisa lebih terkoordinasi dengan baik antarelemen.

"Gunung Gede termasuk satu di antara yang aktif di Jawa Barat. Mudah-mudahan siklusnya bergeser lebih jauh," jelas dia.

Indeks risiko bencana di Kabupaten Cianjur berada di peringkat pertama. Terdapat sembilan jenis bencana yang potensi kerawanannya relatif tinggi di wilayah tersebut.

"Cianjur memiliki sembilan potensi bencana yakni banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, pergerakan tanah, puting beliung, cuaca ekstrem, kekeringan, tsunami, dan gunung berapi," ucapnya.

Dodi mengaku BPBD terus berupaya mengurangi risiko bencana terhadap masyarakat. Satu di antaranya gencar menyosialisasikan sejak dini pendeteksian potensi risiko bencana di suatu daerah sehingga bisa menurunkan indeks kerawanannya.

"Jika sudah tahu potensi risikonya, maka bisa menurunkan indeks bagaimana kita menanggulangi bencana. Artinya kita bisa menurunkan indeks risiko bencana di suatu daerah," tutur Dodi.

Berbagai upaya sebetulnya bisa ditangkal mengantisipasi kerawanan bencana. Kabupaten Cianjur yang merupakan daerah dengan risiko tinggi bencana, kata Dodi, tentunya perlu ada penanganan ekstra. Penanganan itu tak hanya pascabencana saja, tapi juga prabencana.

"Memang yang namanya bencana itu tak bisa ditebak dan diprediksi. Tapi antisipasi dini bisa dilakukan. Misalnya dengan tidak merusakan alam. Kita harus bisa menjaga lingkungan, misalnya tidak melakukan alih fungsi lahan yang mengakibatkan kerusakan alam sehingga memicu terjadi bencana," ujarnya.

Bukan perkara mudah mengimplementasikannya. Tapi dengan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah teknis, seperti perizinan, setidaknya bisa menjadi penangkal dini menekan risiko terjadinya bencana.

"Harus kita sadari, indeks risiko bencana di Kabupaten Cianjur itu nomor satu di Jawa Barat bahkan nasional. Sekarang bagaimana kita menyikapinya agar bisa hidup berdampingan dengan bencana. Artinya kita perlu tahu akan melakukan apa ketika terjadi bencana. Jika sudah mandiri dalam pemahaman menyikapi bencana, maka risikonya bisa kita perkecil. Itu butuh kesadaran masyarakat juga. Tapi tetap, kita harus selalu waspada dan berprinsip siap untuk selamat," tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…