Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:06

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Hindari DBD Dengan Kebersihan Lingkungan

Oleh: Angga Purwanda - Selasa 08 September 2015 | 07:00 WIB

Hindari DBD Dengan Kebersihan Lingkungan

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Kesadaran warga terhadap kesehatan lingkungan masih rendah, terbukti dari masih banyaknya penyakit menular berbasis lingkungan seperti demam berdarah, malaria dan TBC.

 

Kabid Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Cianjur, Agus Haris mengatakan, kesadaran warga terhadap kesehatan lingkungan menjadi modal dalam peningkatan standar kesehatan.

 

"Kami secara rutin melakukan penyuluhan, dengan melibatkan para bidan desa dan pengurus posyandu yang ada di setiap lingkungan warga untuk selalu memperhatikan kesehatan lingkungan," kata Agus, kemarin.

 

Agus menuturkan, penyakit-penyakit yang timbul lebih banyak disebabkan lingkungan sekitar tempat tinggal yang sangat jauh di bawah standar kesehatan. "Kurangnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan serta perilaku warga dalam memandang pentingnya kesehatan lingkungan," terangnya.

 

Selama ini, ujar Agus, warga cenderung mengabaikan kebersihan lingkungan sekitar mereka. Padahal itu, salah satu usaha dalam mencegah penyakit yang timbul akibat lingkungan yang kotor.

 

"Setidaknya satu minggu sekali, warga secara gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar rumah tinggal. Sebab, dengan langkah awal itu bisa meminimalisir tertularnya penyakit," ucapnya.

 

Selain itu, jelas dia, tingkat pendidikan yang kurang mendukung menjadi salah satu penyebab rendahnya kesadaran kesehatan lingkungan. "Sebagian besar warga tidak menyadari bahwa lingkungan yang tidak terawat bisa menjadi sumber berbagai macam penyakit," jelasnya.

 

Lurah Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Djoko, menuturkan, untuk merubah tradisi warga yang masih membuang sampah sembarangan. Pihaknya telah berulangkali mengimbau warga untuk membuang sampah pada tempatnya.

 

"Untuk menghentikan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan, kami sering mengimbau warga, baik lisan maupun dengan memasang spanduk peringatan di lokasi pembuangan sampah liar," kata Djoko.

 

Namun, tambah Djoko, imbauan langsung secara lisan maupun tertulis melalui spanduk masih sering diabaikan warga. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas kebersihan untuk mengatasi munculnya tempat pembuangan sampah liar di wilayah pemerintahannya.

 

"Sejumlah warga masih membuang sampahnya ke sungai atau ke lembah-lembah di sekitar permukimannya. Dan sampah yang dibuang itu kebanyakan sampah plastik yang sulit hancur," tuturnya. (gap)

Komentar