Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

MCK di Sungai, Wabah Penyakit Kulit Ancam Warga Cianjur

Misbah Hidayat

Selasa, 08 September 2015 - 14:02 WIB

Warga Sukaluyu Cianjur, MCK di sungai...
Warga Sukaluyu Cianjur, MCK di sungai...
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Wabah penyakit kulit mengancam ribuan warga Cianjur. Ini terjadi menyusul masih banyaknya warga yang menggunakan air sungai sebagai satu-satunya sumber pemenuhan kebutuhan hidup, khususnya untuk kegiatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Disaat yang bersamaan warga bersangkutan tak pernah memperhatikan jaminan kebersihan dan kesehatan air sungai yang dikonsumsinya. Padahal, selain secara kasat mata terlihat kotor, kondisi air sungai juga sudah banyak tercemar tumpukan sampah rumah tangga maupun jenis limbah lainnya.

Staf Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten  Cianjur Sukmawulan mengatakan, dampak dari adanya pencemaran aliran sungai memang bisa mengakibatkan munculnya bibit penyakit yang setiap waktu bisa menjangkiti warga Cianjur.

“Biasanya, penyakit yang ditimbulkan akibat air sungai kotor itu seperti penyakit kulit,” ucapnya kepada “BC”, Senin (7/9).

Dijelaskan, ada tiga ciri yang bisa menjadi tolak ukur dalam memastikan air sungai yang sudah tercemar. Diantaranya air bisa dibedakan secara fisik, bakterilogi, dan kimia, sehingga kondisi air yang tercemar mudah dibedakan.

“Seperti halnya melihat perbedaan air dengan panca indra mungkin secara warna dan keruhnya itu mudah dibedakan,” paparnya. 

Menurutnya, air  sungai yang dikatagorikan sebagai air permukaan jauh lebih mudah tercemar. Karenanya, air sungai sangat berpotensi menjadi media penyebar penyakit. Potensi dimaksud menjadi jauh lebih besar lagi akibat adanya  prilaku masyarakat yang tidak sadar terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

“Makanya kita selalu menggalakan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke mana saja, termasuk ke aliran sungai,” katanya.

Salah seorang warga Desa Cikondang Kecamatan Cibeber, Abdul Halim menuturkan, sejauh ini memang masih banyak masyarakat di kampungnya yang memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan mencuci pakaian dan piring.

“Iya kalau dilihat dari kondisi air kemungkinan bisa saja air yang berada di sungai ini tercemar. Namun sejauh ini masyarakat tidak memperhatikan kondisi tersebut, karena mereka sangat membutuhkan air terlebih di musim kemarau seperti ini,” ujarnya. (gap)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…