Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Ketua Garis : Kalau Tidak Terurus Bongkar Saja

Kaligrafi Asmaul Husna Tidak Terawat

Apip Samlawi

Kamis, 17 Mei 2018 - 21:25 WIB

Foto: Dokumen/BC
Foto: Dokumen/BC
A A A

Beritacianjur.com - TIDAK terawatnya bangunan oranemen kaligrafi Asmaul Husna di ruas jalan raya Ex Tol Citarum, Desa/Kecamatan Haurwangi mengundang sorotan publik Cianjur.

Tak hanya kalangan pemerhati yang menyoroti, para pemuka agama Islam pun akhirnya angkat bicara soal rusaknya ornamen simbol keagamaan yang dibangun pihak Pemkab Cianjur tersebut.

Bahkan pernyataan keras dilontarkan Ketua Ormas Islam Garis Kh Chep Hernawan. Peria yang akrab disapa Chep Dapet itu menilai kalau memang tidak terurus sebaiknya ornamen kaligrafi Asmaul Husna dibongkar saja supaya tidak terkesan melecehkan agama Islam.

"Kalau tidak terurus bongkar saja. Daripada nantinya menyulut permasalahan,"tegas Chep kepada wartawan, kemarin.

Chep mengaku, sebenarnya terkait pembangunan ornamen kaligrafi Asmaul Husna tersebut jauh hari sudah pernah menyampaikan keberatan kepada pemerintah. Pasalnya, pihaknya khawatir nantinya ornamen kaligrafi tersebut malah dijadikan guyonan atau dianggap sepele, sedangkan Asmaul Husna itumerupakan nama-nama sang kholiq, pencipta alam semesta.
"Ternyata yang dikhawatirkan itu sekarang terjadikan. Kaligrafi rusak, tulisan hurufnya banyak yang hilang. Ditambah lagi tidak segera diperbaiki, sehingga terkesan kurang dipelihara,"ucapnya.

Dengan adanya itu pihaknya mohon pada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan jajaranya mohon hiasan kaligrafi asmaul husna tersebut, segera diperbaiki, dipelihara dan perhatikan.

Senada yang diucapkan Pemuda Kecamatan Haurwangi Mahram (50), menduga rusaknya kaligrafi disebabkan karena kebodohan dan ketidak tahuan si oknum terhadap makna kaligrafi tersebut.

"Itukan nama nama Allah. Supaya kita semua tidak ikut terbawa dosa, maka segera diperbaiki, diurus, dipelihara dan diawasi semaksimal mungkin pihak terkait pemerintah,"kata Mahram.

Bila tidak, sambung Mahram mohon segera dibongkar dan diganti dengan hiasan tulisan arab Indonesia atau arab sunda yang memiliki makna motifasi, arahan atau petunjuk.

"Atau bisa juga tulisan "Sugih Mukti", Segeralah Shalat Sebelum Dishalatkan," kemudian tulis dengan huruf Arab atau lainnya.

Sebelumnya, kaligrafi Asmaul husna yang dipasang di tebing pinggir jalan raya extol Raja mandala - Haurwangi, tepatnya di Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi, kondisinya tidak terawat.

Selain terlihat kumuh, ornamen Asmaul husna juga sudah banyak yang rusak, bahkan hurufnya berjatuhan.

Tentu saja hal tersebut, banyak disoal berbagai pihak, seperti halnya beberapa orang pemerhati pembangunan Cianjur Timur, juga pemuka agama yang berada di Kecamatan setempat.

Salah seorang pemerhati pembangunan Erwin Winarko (50) mengatakan hiasan kaligrafi asmaul husna yang terpajang di kiri kanan tebing pinggir jalan raya Ex tol Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang rusak tulisan hurufnya berjatuhan, hingga terlihat kumuh, memiliki kesan kurang terpelihara dengan baik.  

Padahal sambung Erwin, pembangunan hiasan kaligrafi Asmaul husna tersebut, usianya belum begitu lama, hanya baru selesai satu tahu yang lalu dan menghabiskan biaya cukup besar,  kurang lebih sekitar Rp. 3,6 milyar lebih.

"Saya harap pihak Pemkab Cianjur segera melakukan perbaikan juga mengurusnya dengan baik dan benar, karena kaligrafi tersebut erat kaitannya dengan simbol keagamaan, apalagi ini nama Allah SWT, "ucap Erwin dengan nada kecewa.

Senada, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, Ustad Dadan Sungkawa menambahkan, memang benar adanya bahwa hisan kaligrafi Asmaul husna, yang dipasang di pinggir jalan raya Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang rusak, hurufnya bejatuhan.

Rusakanya huruf-huruf kaligrafi asmaul husna, itu kata Dadan disebabkan banyak faktor, pihaknya menduga saat dibangun pihak rekanan mengedepankan keuntugan pribadinya, hingga kualitas bangunannya terkesan asal - asalan, karena menempelkan hutuf kaligrafi hanya menggunakan lem kaca.

"Pembatasnya kurang baik dan tidak ada pengawasan. Malah sering kali dipanjanti para pengunjung yang tidak bertangung jawab, sekadar mau foto selfie,"ungkapnya. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…