Rabu, 22 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Ketua Garis : Kalau Tidak Terurus Bongkar Saja

Kaligrafi Asmaul Husna Tidak Terawat

Apip Samlawi

Kamis, 17 Mei 2018 - 21:25 WIB

Foto: Dokumen/BC
Foto: Dokumen/BC
A A A

Beritacianjur.com - TIDAK terawatnya bangunan oranemen kaligrafi Asmaul Husna di ruas jalan raya Ex Tol Citarum, Desa/Kecamatan Haurwangi mengundang sorotan publik Cianjur.

Tak hanya kalangan pemerhati yang menyoroti, para pemuka agama Islam pun akhirnya angkat bicara soal rusaknya ornamen simbol keagamaan yang dibangun pihak Pemkab Cianjur tersebut.

Bahkan pernyataan keras dilontarkan Ketua Ormas Islam Garis Kh Chep Hernawan. Peria yang akrab disapa Chep Dapet itu menilai kalau memang tidak terurus sebaiknya ornamen kaligrafi Asmaul Husna dibongkar saja supaya tidak terkesan melecehkan agama Islam.

"Kalau tidak terurus bongkar saja. Daripada nantinya menyulut permasalahan,"tegas Chep kepada wartawan, kemarin.

Chep mengaku, sebenarnya terkait pembangunan ornamen kaligrafi Asmaul Husna tersebut jauh hari sudah pernah menyampaikan keberatan kepada pemerintah. Pasalnya, pihaknya khawatir nantinya ornamen kaligrafi tersebut malah dijadikan guyonan atau dianggap sepele, sedangkan Asmaul Husna itumerupakan nama-nama sang kholiq, pencipta alam semesta.
"Ternyata yang dikhawatirkan itu sekarang terjadikan. Kaligrafi rusak, tulisan hurufnya banyak yang hilang. Ditambah lagi tidak segera diperbaiki, sehingga terkesan kurang dipelihara,"ucapnya.

Dengan adanya itu pihaknya mohon pada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan jajaranya mohon hiasan kaligrafi asmaul husna tersebut, segera diperbaiki, dipelihara dan perhatikan.

Senada yang diucapkan Pemuda Kecamatan Haurwangi Mahram (50), menduga rusaknya kaligrafi disebabkan karena kebodohan dan ketidak tahuan si oknum terhadap makna kaligrafi tersebut.

"Itukan nama nama Allah. Supaya kita semua tidak ikut terbawa dosa, maka segera diperbaiki, diurus, dipelihara dan diawasi semaksimal mungkin pihak terkait pemerintah,"kata Mahram.

Bila tidak, sambung Mahram mohon segera dibongkar dan diganti dengan hiasan tulisan arab Indonesia atau arab sunda yang memiliki makna motifasi, arahan atau petunjuk.

"Atau bisa juga tulisan "Sugih Mukti", Segeralah Shalat Sebelum Dishalatkan," kemudian tulis dengan huruf Arab atau lainnya.

Sebelumnya, kaligrafi Asmaul husna yang dipasang di tebing pinggir jalan raya extol Raja mandala - Haurwangi, tepatnya di Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi, kondisinya tidak terawat.

Selain terlihat kumuh, ornamen Asmaul husna juga sudah banyak yang rusak, bahkan hurufnya berjatuhan.

Tentu saja hal tersebut, banyak disoal berbagai pihak, seperti halnya beberapa orang pemerhati pembangunan Cianjur Timur, juga pemuka agama yang berada di Kecamatan setempat.

Salah seorang pemerhati pembangunan Erwin Winarko (50) mengatakan hiasan kaligrafi asmaul husna yang terpajang di kiri kanan tebing pinggir jalan raya Ex tol Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang rusak tulisan hurufnya berjatuhan, hingga terlihat kumuh, memiliki kesan kurang terpelihara dengan baik.  

Padahal sambung Erwin, pembangunan hiasan kaligrafi Asmaul husna tersebut, usianya belum begitu lama, hanya baru selesai satu tahu yang lalu dan menghabiskan biaya cukup besar,  kurang lebih sekitar Rp. 3,6 milyar lebih.

"Saya harap pihak Pemkab Cianjur segera melakukan perbaikan juga mengurusnya dengan baik dan benar, karena kaligrafi tersebut erat kaitannya dengan simbol keagamaan, apalagi ini nama Allah SWT, "ucap Erwin dengan nada kecewa.

Senada, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, Ustad Dadan Sungkawa menambahkan, memang benar adanya bahwa hisan kaligrafi Asmaul husna, yang dipasang di pinggir jalan raya Haurwangi, sekarang ini sudah banyak yang rusak, hurufnya bejatuhan.

Rusakanya huruf-huruf kaligrafi asmaul husna, itu kata Dadan disebabkan banyak faktor, pihaknya menduga saat dibangun pihak rekanan mengedepankan keuntugan pribadinya, hingga kualitas bangunannya terkesan asal - asalan, karena menempelkan hutuf kaligrafi hanya menggunakan lem kaca.

"Pembatasnya kurang baik dan tidak ada pengawasan. Malah sering kali dipanjanti para pengunjung yang tidak bertangung jawab, sekadar mau foto selfie,"ungkapnya. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…