Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Satgas Pangan Maksimalkan Pengawasan dan Koordinasi

Harga Jual Minimal Daging Ayam Dikendalikan Pemerintah Pusat, Pemkab Cianjur Tak Berkutik

Angga Purwanda

Minggu, 20 Mei 2018 - 21:05 WIB

Satgas Pangan Maksimalkan Pengawasan dan Koordinasi
Satgas Pangan Maksimalkan Pengawasan dan Koordinasi
A A A

Beritacianjur.com - TIM Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Cianjur terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar di Cianjur. Hal itu diungkapkan  Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Cianjur, AKP Benny Cahyadi, kepada wartawan, Minggu (20/5/2018).

Selain memaksimalkan pengawasan, Benny yang juga Kasatreskrim Polres Cianjur itu menyebutkan, jajarannya juga meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti dinas perdagangan dan dinas kesehatan.

“Ada beberapa hal yang menjadi fokus kami, yaitu pengawasan distribusi, penimbunan barang, dan permainan harga di lapangan. Tentunya kami minimalisir agar tidak terjadi di wilayah Cianjur,” ungkap Benny.

Untuk memudahkan dalam proses pengawasan itu, lanjut Benny, pihaknya telah membentuk tim yang setiap pekan melakukan pengecekan dan pendataan berbagai kebutuhan pokok yang ada di pasaran, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Dari hasil pantauan di lapangan, sambung Benny, untuk harga kebutuhan pokok di pasaran masih normal dan tidak ada indikasi terjadinya pelanggaran.

“Hingga saat ini masih berbagai kebutuhan pokok masih terpantau normal, tak ada indikasi pelanggaran. Sebab, kami bersama tim gabungan rutin melakukan sidak ke pasar, baik pasar tradisional maupun modern,” bebernya.

Sementara itu, harga jual minimal daging ayam yang dikendalikan pemerintah pusat membuat Pemkab Cianjur tidak bisa berbuat banyak. Para peternak sejauh ini, terpaku pada patokan harga yang ditetapkan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur Himam Harismengatakan, hal itu membuat pemda setempat sepakat untuk sekedar mengimbau para peternak hingga pedagang untuk lebih menyesuaikan harga.

“Selain patokan harga dari perhimpunan di pusat. Sejauh ini juga harga DOC yang mahal yakni Rp 7.000 per ekor juga masih terus mempengaruhi harga daging ayam,” kata Himam, kepada wartawan, belum lama ini.

Himam mengaku, kondisi itu membuat pemerintah sulit untuk mengendalikan harga di pasaran. Ia mengatakan, daging ayam saat ini menembus harga Rp 40.000 per kilogram.

Jumlah tersebut terbilang tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yaitu Rp 34.000 per kilogram. Maka dari itu, ia mengharapkan setidaknya pedagang bisa menekan harga hingga Rp 36.000 per kilogram untuk saat ini.

”Apalagi, permintaan daging ayam masih terus tinggi setidaknya selama sepekan pertama bulan Ramadan. Masih banyak yang cari, tapi jangan dibiarkan harga tinggi seperti ini,” ucapnya.

Padahal, di Cianjur setidaknya terdapat 29 peternak besar yang sekiranya dapat memasok kebutuhan di pasar. Hanya saja, para peternak besar itu lebih banyak memasok hasil ternak ke wilayah Jabotabek dibandingkan ke Cianjur sendiri.

Himam memperkirakan, hanya sekitar 10 persen hasil ternak dari mereka yang dipasok di dalam wilayah.Sejauh ini, peternak rakyat yang lebih banyak memasok di dalam wilayah. Sekitar 40 persen hasil ternak diandalkan untuk penjualan di pasar yang tersebar di Kabupaten Cianjur. ”Seharusnya peternak besar sadar, kalau mereka usaha di Cianjur ya sekiranya bisa memberikan fasilitas untuk masyarakat di dalam daerah dulu,” kata Himam.

Ia tidak menampik, jika sebenarnya persediaan daging ayam termasuk mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Hanya saja, kondisi tersebut tidak dibarengi dengan harga jual yang masuk akal. Para pedagang ataupun peternak, lagi-lagi berdalih jika harga DOC dan penetapan harga dari pusat memengaruhi harga jual di pasaran yang cenderung sulit ditekan.

Tidak hanya daging ayam, saat ini juga dinas sedang mengupayakan penekanan harga komoditas telur ayam. Himam menjelaskan, telur ayam saat ini dijual Rp 26.500 per kilogram, tapi dinas berupaya agar harga dapat ditekan hingga Rp 22.000 per kilogram.

”Kalau telur ayam bermasalah di pergantian induk petelur yang April lalu sudah banyak dipotong. Jadi induk petelurnya kurang dan pasokan telur ayam cukup berkurang,” kata dia menjelaskan.

Kondisi penjualan saat ini, telah memancing respon Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Apddas). Asosiasi beranggapan, pemerintah masih perlu mengatur strategi agar persoalan terkait dapat terselesaikan dan tidak menjadi fenomena tahunan yang tak kunjung mendapat solusi.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan jika harga daging ayam belum juga turun beberapa hari ke depan. Ia akan memeriksa di setiap tingkatan distribusi daging ayam.

”Mulai dari peternak, distributor, sampai ke pedagang pasar. Tapi, biasanya permasalahan itu ada di tingkat distributor. Nanti akan kami tindak tegas bersama Satgas Pangan,” ujar Herman. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…