Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang

Tiga Rumah Warga Terancam Longsor, Baru Sembilan Desa yang Bertatus Tangguh Bencana

Angga Purwanda

Selasa, 22 Mei 2018 - 06:05 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang
Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang
A A A

Beritacianjur.com - BENCANA longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur, kini terjadi di wilayah Kecamatan Campaka. Akibatnya, akses jalan menuju situs Meghalitikum Gunung Padang sempat tertutup longsoran tanah, Jumat (18/5/2018) sekitar pukul 19.30 WIB lalu.

Longsor yang terjadi diduga akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Selain menutup akses jalan, bencana longsor itu mengancam tiga rumah milik warga di Kampung Neglasari RT 02/09, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi melalui Sekretaris Sugeng Supriyatno mengatakan, dalam bencana longsor yang menerjang kawasan Campaka dan menutup akses jalan menuju situs Gunung Padang tak ada korban jiwa. Sementara untuk kerugian materil, sambung dia, masih dalam proses pendataan.

"Kejadiannya Jumat malam, kemarin. Bersyukur tak ada korban jiwa. Untuk akses jalan menuju situs Gunung Padang yang sempat tertutup saat ini sudah kembali dapat dilalui. Wilayah tersebut sudah diguyur hujan sejak sore," kata Sugeng, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/5/2018).

Dengan dibantu masyarakat, TNI dan Polri, lanjut Sugeng, jajarannya secara bahu membahu melakukan evakuasi material longsoran. Selain itu, meminta warga yang tempat tinggalnya terancam longsor agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ketiga warga yang rumahnya terancam longsor, yaitu Wahyu (30), H Ojah (100), dan Iban (45). "Semua telah kami imbau agar segera mencari tempat yang lebih aman. Tapi, mereka memilih untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing dengan alasan sedang berpuasa takut merepotkan tetangga. Jumlah jiwa yang tempat tinggalnya terancam longsor sebanyak 10 jiwa," jelasnya.

Sugeng menyebutkan, untuk mengantisipasi dan menekan timbulnya korban jiwa dan materi yang besar. BPBD telah melakukan berbagai upaya, di antaranya program desa tangguh bencana. Namun, program itu masih belum terlaksana maksimal.

Dari 354 desa yang ada di Kabupaten Cianjur, dikatakan Sugeng, hanya sembilan desa yang sudah tersentuh program desa tangguh bencana. "Memang program tersebut baru berjalan sekitar dua tahun terakhir. Saat ini baru sembilan desa, dari 354 desa di Cianjur. Kami masih terkendala dengan anggaran, karena pemerintah sedang fokus pada infrastruktur," katanya.

Namun, sambung Sugeng, jajarannya tetap optimis program desa tangguh bencana itu dapat terlaksana di seluruh desa di Kabupaten Cianjur. "Kami targetkan dalam satu tahun anggaran ada atau terbentuk lima desa tangguh bencana di Kabupaten Cianjur," ucapnya.

Selain program desa tangguh bencana, Sugeng menambahkan, BPBD Cianjur juga memiliki program lain yaitu, budaya sadar bencana, dan sekolah aman bencana. "Intinya, kami terus berupaya untuk mengantisipasi dan menekan timbulnya korban jiwa yang besar dalam setiap terjadinya bencananya di Cianjur," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…