Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pembangunan Simbol Keagamaan Rentan Memicu Konflik

Nuki Nugraha

Senin, 21 Mei 2018 - 21:14 WIB

Foto: Dokumen/BC
Foto: Dokumen/BC
A A A

Beritacianjur.com - BANGUNAN monumental sekarang ini marak bermunculan di Kabupaten Cianjur. Berbagai bangunan tugu dibangun pemerintah di sejumlah lokasi yang tersebar di 32 Kecamatan.

Dari sekian banyaknya bangunan monumental, bangunan yang kental dengan simbol keagamaan kerap menjadi sorotan publik, bahkan rentan memicu konflik.

Berdasarkan penelusuran media ini, bangunan monumental berupa simbol keagamaan yang sempat mendapat sorotan tajam masyarakat seperti halnya Tugu Tauhid di jantung Kota Cianjur dan Taman Asmaul Husna di Kecamatan Haurwangi.

Baru baru ini yang masih hangat menjadi polemik yaitu soal keberadaan Taman Asmaul Husna di Desa/Kecamatan Haurwangi. Menyusul banyaknya ornamen kaligrafi nama nama Allah yang dibangun di lokasi kondisinya tidak terawat dan rusak.

Pengamat kebijakan publik dan politik, Hendrik menilai pembangunan simbol simbol keagamaan rentan memicu polemik, malah jika tidak teredam tidak menutup kemungkinan dapat menyulut konflik.

Apalagi sekarang ini sambungnya, masyarakat cendrung begitu sensitif dengan hal yang berbau sara. Mengingat itu seharusnya pemerintah bisa lebih jeli melihat situasi dan kondisi masyarakat sekarang ini.

"Intinya kalau membangun itu harus dihitung juga dampak lainnya. Tidak hanya sekadar kepentingan proyek atau mengikuti keinginan pimpinan. Apalagi uang yang digunakan untuk pembangunan itu kan bukan uang pribadi tapi punya rakyat,"beber Hendrik kepada wartawan, Senin (21/5).

Menurutnya, pembangunan Taman Asmaul Husna seharusnya dibarengi pula dengan upaya perawatan dan penjagaan dari kemungkinan tangan jail. Jangan sampai ada kesan seperti sekarang, tidak ada perawatan dan terlihat kumuh.

"Simbol keagamaan disana bukan main main loh, itu nama nama Allah. Secara estetika seharusnya itu ditempatkan di areal yang lebih tinggi,"kata Hendrik.

Kalaupun mau terang Hendrik, baiknya areal taman itu disterilkan, tidak seperti sekarang ini mudah dijamah sehingga rentan menimbulkan kerusakan.

"Coba kalau dipagari dan disterilkan tentunya akan jauh lebih indah dan ornamen kaligrafinya bisa lebih terjaga,"ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman saat dimintai tanggpannya soal tidak terawatnya areal Taman Asmaul Husna mengatakan kedepan khusus untuk perawatan areal taman akan dikelola Dinas Permukiman dan Perumahan.

"Ini jadi masukan buat kita. Kedepan perawatannya akan kita tugaskan Dinas Kimrum,"ucapnya saat ditemui di halaman Masjid Agung Cianjur.

Sebelumnya, Tidak terawatnya bangunan oranemen kaligrafi Asmaul Husna di ruas jalan raya Ex Tol Citarum, Desa/Kecamatan Haurwangi mengundang sorotan publik Cianjur.

Tak hanya kalangan pemerhati yang menyoroti, para pemuka agama Islam pun akhirnya angkat bicara soal rusaknya ornamen simbol keagamaan yang dibangun pihak Pemkab Cianjur tersebut.

Bahkan pernyataan keras dilontarkan Ketua Ormas Islam Garis Kh Chep Hernawan. Peria yang akrab disapa Chep Dapet itu menilai kalau memang tidak terurus sebaiknya ornamen kaligrafi Asmaul Husna dibongkar saja supaya tidak terkesan melecehkan agama Islam.

"Kalau tidak terurus bongkar saja. Daripada nantinya menyulut permasalahan,"tegas Chep kepada wartawan, kemarin.

Chep mengaku, sebenarnya terkait pembangunan ornamen kaligrafi Asmaul Husna tersebut jauh hari sudah pernah menyampaikan keberatan kepada pemerintah. Pasalnya, pihaknya khawatir nantinya ornamen kaligrafi tersebut malah dijadikan guyonan atau dianggap sepele, sedangkan Asmaul Husna itumerupakan nama-nama sang kholiq, pencipta alam semesta.
"Ternyata yang dikhawatirkan itu sekarang terjadikan. Kaligrafi rusak, tulisan hurufnya banyak yang hilang. Ditambah lagi tidak segera diperbaiki, sehingga terkesan kurang dipelihara,"ucapnya.

Dengan adanya itu pihaknya mohon pada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan jajaranya mohon hiasan kaligrafi asmaul husna tersebut, segera diperbaiki, dipelihara dan perhatikan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…