Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Tidak Hanya Manusia, Makhluk Lainpun Juga Berpuasa

Hikmah Berpuasa

Apip Samlawi

Rabu, 23 Mei 2018 - 21:12 WIB

Ustadz Dadan Sungkawa. S.Ag, M. Ag
Ustadz Dadan Sungkawa. S.Ag, M. Ag
A A A

Beritacianjur.com - SECARA sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada orang mukmin saja. Tapi jenis makhluk lainnya juga berpuasa, seperti hewan unggas, ular dan tumbuh -tumbuhan pohon pelamboyan, mahoni dan mahkluk lainnya. Itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kelangsungan hidupnya.

Namun tentu saja cara puasa nya berbeda dengan berpuasanya manusia mukmin. Seperti puasanya induk ayam mengerami telur bisa belasan hari tanpa minum dan makan sehingga menetas menjadi makhluk baru yang disebut anak ayam.

Ular berpuasa setiap akan ganti kulit, diam diri tanpa makan dan minum selama belasan hari yang kemudian merubah, sekujur tumbuhnya menjadi muda kembali dan membesar dan puasa ulat diam diri selama belasan hari pula menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu dan mampu terbang kemana yang dikehendakinya.

Sedangkan pohon Plamboyan dan Pohon mahoni berpuasa beberapa hari, daunnya berguguran, pohonnya rontok tanpa daun sehelai pun, hingga berpuasa karena tidak bisa mengolah, memasak zat makanan yang diolah semata yang ada pada mulut daun.

Diantara sekian banyak, makhluk lain berpuasa, seperti hewan dapat kita ambil pelajaran dan hikmah agar puasa kita mencapai derajat taqwa.  Ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya dengan mengganti kulitnya dengan cara berkala.

Wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
Nama, wajah bentuk, makan, bergerak, tabiat dan sikap, sebelum dan sesudah berpuasa tetap sama tidak ada rubahnya.

Berbeda dengan ulat. Ulat termasuk hewan paling rakus, karena hampir sepanjang waktu dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ulat melakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya.

Mulanya ulat mengasingkan diri dari rekannya, sekujur tubuhnya dibungkus rapat menjadi kepompong, hingga tak mungkin lagi melampiaskan nafsu makannya.

Setelah belasan hari berpuasa, maka ulat tersebut  keluar dari kepompong berubah menjadi se ekor makhluk baru Kupu-kupu  yang indah dan bisa terbang kemana yang diinginkannya.
 
Ambil hikmah pelajaran dari puasa ulat. Nama ulat setelah berpuasa  berubah menjadi Kupu-kupu, wajah ulat setelah berpuasa berubah indah dan mempesona.
Makanan, setelah berpuasa berubah menjadi mengisap madu, bergerak setelah puasa berubah  menjadi terbang kemana yang disukainya.

Tabiat dan sifat,  berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Setelah berpuasa berubah menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga.

Dengan itu, diharapkan kepada seluruh mukmin dan mukminat dalam melakukan puasa Ramadhan sekarang ini mampu menghijrahkan diri agar semakin taqwa dan mampu menjadi  khairunnaas anfa'uhum linnaas," sebaik-baiknya manusia ialah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya," Ucap Ustadz Dadan Sungkawa. S.Ag, M. Ag, tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Haurwangi. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…