Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:40

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Mau Tahu Kepribadian Paslon, Tengoklah Visi-Misi nya

Oleh: Nuki Nugraha - Selasa 08 September 2015 | 07:30 WIB

Mau Tahu Kepribadian Paslon, Tengoklah Visi-Misi nya

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Visi misi menjadi salah satu dari sekian banyak syarat mutlak yang harus dipenuhi pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Serentak 2015. Bahkan karena saking pentingnya, PKPU memastikan dokumen naskah visi misi paslon ini nantinya akan ditetapkan menjadi bagian dari lembaran negara.

 

Lalu bagaimana isi visi misi paslon peserta Pilkada Cianjur yang akan dihelat 9 Desember 2015 nanti? Untuk mengetahui lebih jauh terkait isi visi misi yang diajukan paslon, Institue Social Economic and Development (INSIDE) mencoba membedahnya secara khusus.

 

Menurut Direktur INSIDE Yusep Somantri, hasil analisa yang telah dilakukan pihaknya antara lain mengiformasikan bahwa visi misi yang diajukan cendrung mencerminkan kepribadian masing-masing calon. Dengan kata lain, visi misi yang dibuat umumnya menggambarkan sisi kekuatan kemampuan calon yang lebih mengarah kepada bidang tertentu yang dikuasinya.

 

Contoh visi paslon dari jalur perseorangan, Deni Sunarya alias Gawel-Zainy Hamzah Poll (GAZPOL), dengan tagline  “Mewujudkan Cianjur yang Kuat Aqidah, Kuat Akhlaq, dan Kuat Amalan”.  Semua itu kemudian di lagi ke dalam slogan yang berbunyi, “Cianjur Kuat Menuju Kebangkitan Ummat”.

 

“Sebagaian besar orang sudah tahu kalau sosok Deni Sunarya alias Mang Gawel ini merupakan jebolan Pesantern Gentur. Soalnya, melihat sepintas saja tema yang diusung langsung menembak pada arah keagamaan,” ujar Yusep saat acara bedah visi misi yang digelar INSIDE di kantor sekertariatnya di bilangan Jalan Panembong, Senin  (7/9).

 

Kecenderungan yang tidak jauh berbeda juga tercermin dari visi paslon Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman (BERIMAN) yang mengusung tagline “Cianjur Lebih Maju dan Agamis”. Tagline tersebut persis mencerminkan karakter masing-masing pasangannya. Untuk “Cianjur Lebih Maju” menceriminkan jiwa muda yang cenderung progresif milik Calon Bupati (Cabup) Irvan Rifano Muchtar. Sedangkan “Cianjur Lebih Agamis” lebih melekat kuat kepada sosok Calon Wakil Bupati (Cabup) Herman Suherman.

 

“Sosok Irvan ini kan masih muda, pada umumnya sosok pemuda itu lebih enerjik dan mampu berinovasi cepat. Sementara untuk sosok Herman sangat pas membawa gaung agamis sebagai penyeimbangnya,” katanya.       

 

Begitupun dengan visi paslon Suranto-Aldwin Rahardian (SUARA) yang mengusung Tagline ”Pemerintahan yang Baik Menuju Perubahan Cianjur Tahun 2021”. Dengan berbekal kesamaan pengalaman sebagai sesama birokrat, tema visinya langsung mengarah kepada perbaikan sektor pemerintahan.   

 

“Pa Suranto itu kan profesinya seorang dokter. Kerjaan dokter membantu yang sakit biar menjadi sembuh. Nah bisa digambarkan kalau kondisi pemerintahaan Cianjur saat ini memang sedang sakit, tentunya perlu seseorang yang bisa menyembuhkan penyakit itu supaya roda pemerintahan tidak menjadi pesakitan,” jelasnya.

 

Terlepas dari gambaran mengenai visi paslon, Yusep berpendapat, pada dasarnya untuk misi calon lebih menitikberatkan kepada bagaimana agar mereka bisa meraih kemenangan pada pilkada nanti.

 

“Jadi kalau meliat dari misi para calon, semuanya hanya berfikir pada asumsi bagaimana cara mereka supaya menang. Tanpa memikirkan bagaimana nantinya untuk mengimplementasikan misi tersebut. Artinya, sebagaian besar hanya fokus pada penyerapan anggaran saja, sementara poin bagaimana untuk menciptakan sumber dana baru untuk membiayai misi atau program itu tidak dijelaskan sama sekali,” terangnya.

 

Tidak hanya itu, lanjut Yusep, misi yang dibuat juga beberapa diantaranya bahkan cendrung tidak berdasarkan basis data yang kuat, sehingga output yang dihasilkan terkesan tidak jelas dan mengambang sasarannya.

 

“Bagusnya, misi atau program para calon itu dibuat berdasarkan akar permaslahan yang terjadi dan memang dirasakan masyarakat dan diperkuat dengan sumber data otentik. Sehingga pada saat mereka terpilih bisa langsung mengimplementasikannya,”tandasnya. (nuk)

Komentar