Sabtu, 21 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Penanganan Rutilahu, Pemkab Masih Andalkan Dana Pusat

Angga Purwanda

Selasa, 29 Mei 2018 - 16:11 WIB

Penanganan Rutilahu, Pemkab Masih Andalkan Dana Pusat
Penanganan Rutilahu, Pemkab Masih Andalkan Dana Pusat
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur masih mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan rumah tidak layak huni di wilayah itu.

Tahun ini Pemkab Cianjur mendapatkan gelontoran dana hampir Rp21 miliar untuk perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Kami usulkan bantuan perbaikan rumah tak layak huni melalui program BSPS (bantuan stimulan perumahan swadaya). Usulannya tahun lalu dan realisasinya tahun ini. Jumlahnya lebih kurang 1.400 unit," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Neng Eem Marhaman Zulfa Hiz, di Cianjur, belum lama ini.

Legislator dari dapil Jabar III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) itu mengatakan besaran nilai bantuan rata-rata sebesar Rp15 juta per unit. Namun bantuan itu alokasinya untuk kebutuhan membeli material bahan bangunan.

"Untuk proses pembangunannya melibatkan swadaya masyarakat. Makanya disebut BSPS. Jika rata-rata satu unit mendapatkan bantuan Rp15 juta, maka besaran bantuan BPSP tahun ini di Cianjur sebesar lebih kurang Rp21 miliar," ucap anggota Komisi V DPR itu.

Pengalokasian program BSPS melibatkan konsultan dan tenaga fasilitator lapangan. Mereka bertugas memverifikasi data penerima usulan di lapangan.

"Penerima berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tapi sewaktu usulan tidak menyertakan nama penerimanya. Kami hanya mengalokasikan jumlah penerimanya di satu desa. Rata-rata satu desa menerima BSPS sebanyak 30 hingga 50 unit," jelasnya.

Beberapa daerah di Kabupaten Cianjur yang relatif masih cukup banyak ditemukan rumah tidak layak huni di antaranya di Desa Batulawang di Kecamatan Cipanas, Desa Cibokor di Kecamatan Cibeber, serta Desa Cigunungherang di Kecamatan Cikalongkulon.

"Hingga saat ini masih terdapat sekitar 22 ribu unit rutilahu yang belum diperbaiki di Cianjur. Kalau yang sudah diperbaiki sekitar 5.041 unit," kata Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cianjur, Yedi Indra Gunawan, kepada wartawan, belum lama ini.

Yedi tak memungkiri penanganan perbaikan rutilahu belum optimal. Dalihnya, dana yang disiapkan dari APBD Kabupaten Cianjur relatif kecil. "Hanya sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta. Karena itu kita mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi," jelasnya.

Dari 22 ribu unit rutilahu, ujar Yedi, paling banyak berada di wilayah perkotaan. Jumlahnya tersebar di 25 desa di Kecamatan Cianjur, Pacet, dan Cipanas.  "Hampir 60% rutilahu berada di wilayah perkotaan. Sisanya ada di wilayah selatan dan timur," tutur Yedi.

Tahun ini penanganan rutilahu akan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ditambah bantuan dari Pemprov Jabar. Bantuannya dialokasikan untuk perbaikan 2 ribu unit rutilahu. Satu unit rutilahu masing-masing mendapatkan bantuan senilai Rp13 juta.

"Totalnya mencapai Rp26 miliar. Saat ini baru tahap pendataan. Pelaksanaannya setelah nanti pendataan. Kabupaten Cianjur relatif paling banyak mendapatkan bantuan rutilahu," ungkapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/07/2018 07:00 WIB

Rancangan Perubahan RTRW Sarat Kepentingan

BELUM beres dengan persoalan sejumlah kasus dugaan korupsi di Cianjur, kini kembali muncul permasalahan baru yang juga menjadi sorotan tajam publik Cianjur. Ada apa lagi?

Bisnis Line 19/07/2018 21:31 WIB

Sentral Motor Gelar Program Kemerdekaan DP 1 Juta.

DALAM rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, Sentral Motor mulai Kamis (19/7/2018) menggelar Program Kemerdekaan dengan DP satu juta rupiah hingga akhir Agustus 2018.…

Bisnis Line 19/07/2018 21:30 WIB

Bank Bjb Dirikan Bjb University Demi Terciptanya SDM Berkualitas

UNTUK menciptakan sumber daya manusia yang andal dan berkualitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk meresmikan bjb University, Rabu (18/7/2018) di Jalan Cikapundung, Kota Bandung.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:12 WIB

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax

PONDOK Pesantren (Pontren) menjadi tempat yang dinilai efektif untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoaks) di lingkungan masyarakat.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:09 WIB

PLN Upayakan yang Terbaik untuk Bocah Korban Tersengat Listrik

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Area Cianjur memaksimalkan upaya kemanusiaan untuk Enda Supriyadi (7) bocah yang tersengat listrik, dan kini menjalani pengobatan alternatif di wilayah Sukalarang, Kabupaten…

Cianjur Euy 19/07/2018 18:06 WIB

Satreskrim Polres Cianjur Tangkap Lima Pelaku Tindak Pidana

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Cianjur dalam beberapa bulan terakhir.

Aktualita 19/07/2018 07:00 WIB

Ini Deretan Dugaan Kasus Korupsi

BUKAN hanya Megaproyek Campaka, ternyata ada lebih dari tujuh kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Cianjur. Benarkah?

Cianjur Euy 18/07/2018 19:26 WIB

SMAN 1 Cianjur Diduga Labrak Permendikbud Soal PPDB

Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Cianjur menjadi perhatian karena sekolah memberlakukan aturan kontroversial.

Cianjur Euy 18/07/2018 19:26 WIB

Hari Terakhir Pendaftaran Bacaleg Banyak Berkas Harus Diperbaiki

HARI terakhir pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Cianjur, terdapat sejumlah temuan berkas yang harus segera diperbaiki. Beberapa temuan diketahui cukup mencolok sehingga berkas yang…

Aktualita 18/07/2018 07:00 WIB

Jawaban Eksekutif Dinilai Ngaco

SETELAH kejanggalan pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 dibongkar, kini jawaban eksekutif dianggap makin janggal. Benarkah?