Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:33

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

BUPATI : Insya Allah Pilkada Cianjur Aman

Oleh: Putra Lugina Sukma - Selasa 08 September 2015 | 07:30 WIB

BUPATI : Insya Allah Pilkada Cianjur Aman

bupati cianjur/dok

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Menanggapi klaim Bawaslu Jabar dan KPU RI yang memposisikan Cianjur sebagai kabupaten paling rawan konflik kedua di Jabar, Bupati Cianjur Tjetjtep Muchtar Sholeh menilai itu terlalu berlebihan. Tak hanya itu, ia juga mengaku yakin Pilkada Serentak 2015 di Cianjur akan berlangsung damai.  

 

Tjetjep mengaku heran saat mengetahui Bawaslu Jabar berani mencap Cianjur sebagai daerah rawan konflik terkait pelaksaan pilkada tahun ini. Sementara dirinya merasa yakin kalau situsi pelaksanaan pilkada akan berjalan kondusif dan diwarnai sikap saling menghargai antar pasangan calon. Menurutnya, hal itu telah dibuktikan lewat beberapa kegiatan tahapan KPU yang sudah berjalan sebelumnya.

 

“Entah apa yah yang jadi penilaian Bawaslu itu, saya juga jadi bingung. Padahal, kondisi pilbup (pilkada, red) di Cianjur saat ini berjalan aman-aman saja dan kondusif,” ungkapnya saat ditemui di pendopo, kemarin.

 

Diakui Bupati, penilaian bawaslu mungkin muncul sehubungan adanya pasangan calon yang datang dari keluarga petahana. Padahal, ia berpendapat, kalau calon petahana ini muncul bukan hanya di Cianjur saja, melainkan juga di beberapa kota lain.

 

“Tidak tahu saya juga bingung kenapa harus Cianjur yang terkena sorotan itu, padahal di kota lain juga masih banyak calon yang datang dari (keluarga) petahana,” ungkapnya.

 

Meski begitu, Tjetjep mengaku tetap optimis pelaksanaan pilkada di Cianjur akan berjalan dengan baik. Bahkan, dirinya menjamin pelaksanaannya nanti, tidak akan terjadi konflik seperti yang khawatirkan pihak Jabar maupun RI.

 

“Calon yang memang sekarang maju ini, sudah sama-sama saling kenal sejak lama. Bahkan, ini seperti pencalonan antarsahabat saja, jadi saya sih yakin tidak akan terjadi konflik,” tuturnya.

 

Padahal, sambung dia, hal-hal yang bisa menimbulkan konflik sudah diminimalisir sebaik mungkin, dari mulai persiapan aparatur negara (kepolisian), TNI, dan Satpol PP. Selain itu, ada beberapa LSM yang ikut juga menjaga kondisi keamanan di tingkatan paling bawah hingga ke atas.

 

“Kita juga tentunya sudah memerintahkan kepada aparatur untuk menjaga kondisi ini hingga usai pengumuman calon. Sebab, situasi konflik yang tinggi itu ada saat penetapan calon dan pengumuman suara,” tandasnya. (nuk)

Komentar