Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

Operasi Ketupat Lodaya 2018 Akan Dimulai 8 Juni hingga 22 Juni

Angga Purwanda

Rabu, 06 Juni 2018 - 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah
PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah
A A A

Beritacianjur.com - DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim penerangn dan rambu-rambu.

Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono, mengatakan, ada dua ruas jalur alternatif yang rencananya akan digunakan untuk arus mudik Idul Fitri 2018, yaitu ruas jaur alternatif Jonggol dan Sukabumi.

Rahmat menyebutkan, untuk sarana prasarana di jalur alternatif Jonggol dinilai masih minim dan perlu penambahan dibadingkan dengan jalur Sukabumi. "Iya, kami maksimalkan dengan yang ada, baik rambu-rambu, petunjuk, maupun peringatan. Kami siapkan, baik yang sifatnya permanen maupun portable," kata Rahmat, kepada wartawan, Rabu (6/6/2018).

Rahmat mengungkapkan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cianjur dalam menentukan titik-titik mana saja yang perlu penambahan rambu-rambu atau marka jalan. Namun sejauh ini jalur alternatif yang terpantau minim penerangan dan rambu-rambu di antaranya di Cipanas dan Cikalongkulon.

"Jalur-jalur alternatif memang harus diperhatikan karena bisa jadi mengantisipasi kemacetan. Misalnya seperti di Kecamatan Cipanas dan Cikalongkulon, kami prioritaskan menambah rambu-rambu dan penerangan," ungkapnya.

Pada Operasi Ketupat Lodaya 2018 yang akan dimulai 8 Juni hingga 22 Juni mendatang, kata Rahmat, Dinas Perhubungan mengerahkan sebanyak 150 personel. Mereka akan bergabung dengan personel Polres Cianjur dan elemen lainnya di setiap pos pengamanan. "Kami siap mengamankan berjalannya Operasi Ketupat Lodaya," tandasnya.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, mengatakan sudah menyiapkan dua jalur alternatif bagi para pemudik yang melintas Cianjur menuju ke Jakarta atau sebaliknya. Dua jalur alternatif itu disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan volume kendaraan di ruas-ruas jalur utama mudik. "Jalur utama mudik dari arah Puncak hingga ke Citarum berjarak 50,30 kilometer," kata Rendy.

Dua jalur alternatif yang disiapkan itu yakni Cianjur-Jakarta melalui Jonggol. Jalurnya melalui Jalan KH Abdullah bin Nuh, Jalan Pramuka, Mande, Cikalongkulon, Cariu, Jonggol, Cileungsi, dan berakhir di tol Jagorawi. Jarak tempuhnya mencapai 111 kilometer dengam waktu normal mencapai 3 jam 34 menit.

Sementara untuk jalur alternatif Cianjur-Jakarta via Sukabumi, pengendara akan melintasi Jalan KH Abdullah bin Nuh, Warungkondang, Sukaraja, Kota Sukabumi, Cibadak, dan masuk ke tol Jagorawi dengan jarak tempuh 142 kilometer atau perjalanan selama 4 jam 41 menit.

Sebelumnya,  Polres Cianjur mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menambah sarana dan prasarana di jalur Jonggol. Pasalnya, ruas jalan tersebut kemungkinan bakal digunakan sebagai jalur alternatif saat arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, SIK, MH mengatakan, jajarannya sudah melayangkan surat kepada dinas terkait agar menambah sarana penunjang, seperti penerangan jalan umum (PJU), dan marka jalan. "Untuk jalur alternatif Jonggol ini masih sangat sangat minim penerangan dan marka jalan. Kami surati ke dinas untuk segera menambah penerangan dan perbaikan marka jalan," kata Soliyah.

Soliyah menyebutkan, kondisi sarana PJU dan marka jalan di ruas Jonggol berbeda jauh, jika dibandingkan dengan sarana dan prasarana penunjang di ruas Jalur Puncak yang dinilai lebih memadai. Padahal, lanjut dia, Jonggol merupakan jalur alternatif yang keberadaannya cukup vital mengatasi kepadatan volume di ruas-ruas jalur utama perlintasan mudik. "Kalau di sepanjang jalur Puncak insya Allah sarana dan prasarana paling tidak sudah cukup memadai," imbuhnya.

Relatif pentingnya keberadaan jalur alternatif Jonggol juga tak terlepas masih dilakukannya pengerjaan perbaikan dan penataan di sekitar Puncak Pass yang mengalami dua kali ambles. Apalagi tebing yang berada di seberang tikungan Puncak Pass sedang dalam tahap pemapasan dengan tujuan memperlebar ruas jalan. "Pengerjaan jalan sedang dilakukan. Nanti ada pelebaran jalan yang akan dijadikan dua jalur dengan memapas tebing di sebelah kanan," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, mengatakan progres pemeliharaan ruas-ruas jalan di Kabupaten Cianjur terus berjalan. Target jangka pendek, sebelum Idul Fitri 1439 Hijriah, semua ruas jalan bisa digunakan para pemudik. "Pemeliharaan (jalan) sudah mulai sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan sebelum Lebaran nyaman digunakan para pemudik," kata Dedi.

Panjang jalan yang dikelola Pemkab Cianjur sekitar 1.301 kilometer. Hingga tahun lalu, tingkat kemantapan jalan baru mencapai sekitar 43,17% atau sekitar 562 kilometer. Tahun ini Pemkab Cianjur menargetkan peningkatan kemantapan jalan sebesar 52%.

Targetnya, pada akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati pada 2020 nanti bisa tercapai tingkat kemantapan jalan sebesar 70%. "Tahun ini kita targetkan bisa mencapai jalan mantap 52%. Tahun lalu baru mencapai 44%. Rata-rata setiap tahun kita targetkan kemantapan jalan 8%," ujarnya.

Anggaran yang dialokasikan Pemkab Cianjur untuk infrastruktur jalan tahun ini sekitar Rp300 miliar. Semua ruas jalan dikerjakan dengan cara pembetonan. "Semuanya dibeton. Mudah-mudahan semuanya bisa segera selesai," ungkap Dedi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…