Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:19

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Tak Kunjung Diperiksa, Pedagang Hewan Qurban Bingung

Oleh: Asri Fatimah - Selasa 08 September 2015 | 07:15 WIB

Tak Kunjung Diperiksa, Pedagang Hewan Qurban Bingung

penjual hewan kurban/asri/BC

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS – Pemeriksaan kesehatan hewan qurban baru akan dilakukan sepekan sebelum idul-adha. Sejumlah pedagang hewan qurban menyayangkan tindakan yang diambil instansi terkait itu karena berpotensi kehilangan pelanggan.

 

Ujang (30), seorang pedagang hewan kurban mengaku kelabakan menghadapi pertanyaan pembeli karena hingga kini belum dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh instansi terkait. Tak ingin kehilangan pelanggan akhirnya berinisiatif untuk membeli obat-obatan maupun  vitamin meskipun tanpa disertai resep dokter hewan.

 

 "Kalau saya sih mengira-ngira resepnya karena saya kan ngurus kambing dari kecil, jadi kalau kambing sakit, saya kasih obat atau vitamin yang saya beli dari pasar atau dari bogor," katanya. .

 

Pria yang biasa berjualan di kawasan Pacet mengaku tak sabar jika harus menunggu kedatangan petugas pemeriksa hewan. Pasalnya, tak kunjung memberikan kepastian waktu sehingga memilih cara sendiri dengan menggunakan resep sendiri.

 

Sedangkan, Hilman (28), pedagang yang jualan di kawasan Cipanas, menyebutkan sampai saat ini belum ada pemeriksa hewan dari dinas terkait yang datang ke tempat usahanya. Walaupun begitu, ia menyatakan optimismenya meskipun tanpa pemeriksaan namun hewan miliknya sehat.

 

"Insya allah hewan qurbannya sehat, soalnya saya ngambilnya dari luar daerah seperti bogor, garut dan daerah lainnya. Biasanya itu sudah ada SKKH dari sananya saat saya beli," tuturnya.

 

Kasubbag TU Pusat Kesehatan Hewan Sarongge, Rindang Zainal, mengatakan jika pemeriksaan hewan qurban akan dilaksanakan seminggu menjelang idul Adha. Hal itu akan dilakukan oleh masing masing PPL, termasuk juga pemeriksaan usia hewan qurbannya. Kaitannya dengan ketentuan dalam agama islam yang mengatur tentang usia yang layak untuk hewan qurban.

 

Pemeriksaan tetap akan dikerjakan, tambah Rindang, meskipun para pedagang sudah mendapatkan SKKH. Soalnya, tidak sedikit pedagang yang menjual di tempat terbuka yang berpotensi menimbulkan penyakit.

 

" Kita akan melakukan pemeriksaan ke semua pedagang hewan qurban, baik domba, sapi atau kambing. Baik yang dikandang atau yang di jual di jalan untuk memastikan kesehatan hewan tersebut. Setelah pemeriksaan barulah kemudian akan diberikan lebel sehat di tempat mereka berjualan," ungkapnya. (ree)

Komentar