Sabtu, 21 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Jagoan, Tender Duluan Aturan Belakangan

Menang Tender, Kontraknya Dibatalkan Tanpa Kompensasi, Pengusahanya Diam Saja?. Ada Apa?

Gie

Senin, 02 Juli 2018 - 18:58 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

***Aktivis: Aparat Penegak Hukum Harus Segera Selidiki Kejanggalan Megaproyek Campaka

Beritacianjur.com - PERMASALAHAN kejanggalan sejumlah proyek pada Megaproyek Campaka makin menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai aneh karena proyek sudah ditenderkan meski prizinannya belum selesai. 

Ya, hal tersebut juga diakui langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Aban Subandi. Menurutnya, saat ini persoalan tersebut tengah dibahas sambil menunggu perizinan lengkap agar semua proyek bisa dikerjakan.

“Belum dikerjakan karena perizinannya belum selesai, sugan weh atuh sambil berjalan. Hal lainnya mah saya kurang apal, sieun salah, langsung aja tanya ke dinas terkait,“ ujarnya kepada Berita Cianjur belum lama ini.   

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar menilai, Megaproyek Campaka sarat dengan pelanggaran. Pasalnya, sambung dia, seharusnya Pemkab Cianjur atau dinas terkait terlebih dahulu fokus mengurus aturan atau perizinan sebelum proyek ditenderkan.    

“Aneh dan jagoan ini mah, izinnya belum ada tapi sudah berani tender. Dengan kondisi seperti ini, wajar ketika muncul dugaan adanya pelanggaran dan kongkalikong antara Pemkab Cianjur dengan pengusaha,“ ujar pria yang karib disapa Ebes kepada Berita Cianjur, Senin (2/7/2018).

Seperti diketahui, pada 2017 lalu dan tahun ini, ada banyak proyek fisik pembangunan gedung kantor pemerintahan senilai puluhan miliar rupiah, yang berlokasi di Kecamatan Campaka. Meski sudah ditender, namun hingga saat ini belum juga dilaksanakan.

Pada 2018, ada lima proyek yang sudah ditender namun belum dikerjakan, antara lain pembangunan gedung kantor Dinas PUPR Cianjur senilai Rp6,4 M; pembangunan gedung kantor Sekretariat Daerah Cianjur senilai Rp10 M; pembangunan gedung kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Cianjur Rp3,6 M; pembangunan gedung workshop Dinas PUPR Rp2 M; serta pekerjaan pengawasan teknis pembangunan gedung kantor Sekretaris Daerah senilai Rp150 juta.

Ebes menegaskan, dugaan kongkalikong terlihat jelas pada proyek pembangunan gedung workshop Dinas PUPR senilai Rp2 M. Pasalnya, proyek yang satu ini sudah dua kali ditender, yakni pada 2017 dan 2018 dengan pemenang tender yang berbeda.

“Pada tahun 2017 itu pemenangnya CV Intan. Anehnya, CV Intan ini tidak menuntut meski pada 2018 proyeknya ditenderkan lagi dengan pemenangnya yang lain, yaitu CV Artha Ayu. Walaupun belakangan diketahui, ternyata pengusahanya masih sama saja. Ini kan janggal dan terindikasi kongkalikong Aparat penegak hukum harus segera menyelidiki,“ tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, Dedi Supriadi membenarkan bahwa semua proyek yang sudah ditenderkan belum dikerjakan. Pasalnya, kata dia, masih menunggu hasil pembahasan yang dilakukan Bupati Cianjur, Wakil Bupati Cianjur serta semua tim organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Alasan penundaannya kan tanah itu (Campaka) diusulkan ke gubernur, karena awalnya itu tanah Pemkab, disangkanya tanah desa, ternyata itu tanah negara dan itu kan ada prosedurnya. Permohonan ke gubernur sudah turun dan sekarang lagi dibahas,“ jelasnya.

Saat ditanya keberanian Pemkab Cianjur melakukan tender sejumlah proyek meski perizinannya belum lengkap, Dedi menyebutkan, semuanya sudah diajukan sejak 2017 dengan asumsi perizinannya bisa selesai cepat. Namun ternyata baru kelar baru-baru ini.

“Tender kan di awal tahun, sementara permohonan gubernur baru turun. Jadi sekarang lagi dibahas dan disesuaikan dulu aturannya. Soal proyek workshop gedung PUPR, itu mah ditender ulang, soalnya pada 2017 izinnya belum turun,“ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas PUPR Cianjur, Wahyudi Budi Raharjo membenarkan bahwa proyek pembangunan workshop gedung PUPR ditender ulang. Menurutnya, ada kesepakatan antara penyedia/pengusaha dengan pihaknya untuk pembatalan kontrak tanpa kompensasi, pasalnya saat itu lokasi belum tersedia. "Itu mah ditender ulang kang," katanya.

Untuk mendapatkan kejelasan, Berita Cianjur mencoba meminta data rencana anggaran biaya (RAB) salah satu proyek, ‎namun Budi dan timnya menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan rahasia.

Terkait tender ulang dan sejumlah proyek yang tak kunjung dikerjakan, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI‎) Cianjur, Rudi Agan menegaskan, hal tersebut wajib diselidiki aparat penegak hukum karena sarat dengan pelanggaran dan kongkalikong.

"Pokoknya ini mah benar-benar aneh, wajib diselidiki dan diusut tuntas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya,‎ DUGAAN kejanggalan dalam sejumlah proyek Megaproyek Campaka kembali menyeruak. Bahkan sejumlah kalangan menduga adanya kongkalingkong antara Pemkab Cianjur dan salah satu pengusaha. Benarkah?

Dari sekian banyak proyek, dugaan kejanggalan yang paling mencolok yakni terdapat pada proyek pembangunan gedung workshop Dinas PUPR Cianjur. Setelah ditenderkan pada 2017 dengan pemenang CV Intan, pada tahun ini kembali ditenderkan dengan pemenang yang berbeda, yakni CV Artha Ayu. Kok bisa?

Kejanggalan tak berhenti sampai di sana. Untuk menelusuri fakta, belum lama ini, wartawan mencoba mendatangi kantor CV Intan yang beralamat di BTN Rancabali Cianjur. Berniat mengonfirmasi, namun saat tiba di lokasi terdapat poster bertuliskan “Dikontrakan”. Alhasil wartawan mencoba menghubungi nomor handphone yang tertera pada poster tersebut

“Iya Pak, yang mengisi rumah itu sudah pindah. Ada keperluan apa ya Pak?” ujar Delima, pemilik rumah saat dihubungi Berita Cianjur, belum lama ini.

Saat ditanya mengenai kejelasan proyek, Delima yang dikenal sebagai salah satu pengusaha di Cianjur ini menegaskan, dirinya tak ada sangkut pautnya dengan kegiatan proyek pembangunan gedung workshop Dinas PUPR Cianjur.

“Kegiatan itu kan belum dikerjakan Pak, coba tanya saja langsung ke dinas atau Pemkab Cianjur. Gak ada kaitannya sama saya,“ ucap Delima.

Setelah janggal di Kantor CV Intan, Berita Cianjur mencoba mendatangi kantor CV Artha Ayu yang memenangkan tender proyek pembangunan gedung workshop Dinas PUPR Cianjur tahun 2018.

Namun, kejadian serupa kembali terjadi. Saat tiba di Kantor CV Arta Ayu yang beralamat di BTN Gadung Permai Cianjur, poster bertuliskan “Dikontrakan” pun terpampang dengan nomor kontak yang sama milik Delima.

“Rumah itu sudah saya beli Pak, orangnya sudah pindah. Soal proyek tanya saja langsung ke dinas atau Pemkab Cianjur, gak ada kaitannya sama saya. Maaf saya lagi sibuk, lagi di luar kota,“ pungkas Delima setelah kembali dihubungi.

Menanggapi kejanggalan tersebut, Ketua Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar menegaskan, tender proyek pembangunan gedung workshop Dinas PUPR Cianjur ini sarat dengan pelanggaran dan kongkalikong antara pengusaha dengan Pemkab Cianjur.

“Ini lucu, dua kantor pemenang tender sama-sama dikontrakan, wajar dong kalau ada dugaan fiktif. Tak hanya itu, dua pemenang ini ternyata masih dimiliki satu orang pengusaha, ini sangat janggal dan wajib diselidiki,“ kata pria yang karib disapa Ebes kepada Berita Cianjur, Minggu (1/7/2018).

Tidak adanya protes dari pengusaha yang memenangkan tender, sambung Ebes, menjadi indikasi adanya kongkalikong antara pengusaha dengan Pemkab Cianjur atau dinas terkait.

“Logika saja, tahun 2017 itu CV Intan menang tender, tapi proyeknya tak kunjung berjalan dan malah ditender ulang, lalu kenapa tidak protes atau menuntut pemerintah? Anehnya lagi, setelah ditender ulang dan pemenangnya CV Artha Ayu, ternyata orangnya masih sama, tapi hingga saat ini pekerjaannya tak kunjung dikerjakan. Ini harus diusut tuntas,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 19/07/2018 21:35 WIB

Harga Map Pengurusan Adminduk Disoal Warga

PENGURUSAN administrasi penduduk (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur seluruhnya gratis. Namun, beberapa hari ini, masyarakat yang mengurus adminduk mempertanyakan…

Cianjur Euy 19/07/2018 21:34 WIB

Masyarakat Cibiuk Datangi DPMPTSP

PULUHAN masyarakat Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamis (19/7).

Cianjur Euy 19/07/2018 21:33 WIB

9 Pemuda Terampil Siap Bangun Perkonomian Desa

SEDIKITNYA 12 pemuda desa diberangkatkan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Haurwangi, Kabupaten Cianjur mengikuti pendidikan keterampilan di kota Bekasi. Mereka diberangkatkan TKSK sekitar 4 bulan…

Bisnis Line 19/07/2018 21:31 WIB

Sentral Motor Gelar Program Kemerdekaan DP 1 Juta.

DALAM rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, Sentral Motor mulai Kamis (19/7/2018) menggelar Program Kemerdekaan dengan DP satu juta rupiah hingga akhir Agustus 2018.…

Bisnis Line 19/07/2018 21:30 WIB

Bank Bjb Dirikan Bjb University Demi Terciptanya SDM Berkualitas

UNTUK menciptakan sumber daya manusia yang andal dan berkualitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk meresmikan bjb University, Rabu (18/7/2018) di Jalan Cikapundung, Kota Bandung.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:23 WIB

Ratusan Hektar Sawah di Cibeber Alami Kekeringan

RATUSAN hektar lahan sawah di Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber kekeringan akibat terdampak kemarau panjang.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:20 WIB

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

MENGANTISIPASI kerusakan vegetasi karena kekeringan akibat musim kemarau. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango akan ditutup pada pertengahan Agustus mendatang.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:12 WIB

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax

PONDOK Pesantren (Pontren) menjadi tempat yang dinilai efektif untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoaks) di lingkungan masyarakat.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:09 WIB

PLN Upayakan yang Terbaik untuk Bocah Korban Tersengat Listrik

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Area Cianjur memaksimalkan upaya kemanusiaan untuk Enda Supriyadi (7) bocah yang tersengat listrik, dan kini menjalani pengobatan alternatif di wilayah Sukalarang, Kabupaten…

Cianjur Euy 19/07/2018 18:06 WIB

Satreskrim Polres Cianjur Tangkap Lima Pelaku Tindak Pidana

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Cianjur dalam beberapa bulan terakhir.