Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Musim Kemarau, Masyarakat Khawatir Krisis Air Bersih

Angga Purwanda

Rabu, 04 Juli 2018 - 22:08 WIB

Musim Kemarau, Masyarakat Khawatir Krisis Air Bersih
Musim Kemarau, Masyarakat Khawatir Krisis Air Bersih
A A A

Beritacianjur.com - MASYARAKAT di Kecamatan Sindangbarang khawatir akan terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau yang mulai berlangsung.

Pasalnya, setiap musim kemarau menyebabkan sumur air bersih di setiap rumah warga debit airnya mulai berkurang.

Berdasarkan informasi, selama ini mayoritas masyarakat di Kecamatan Sindangbarang memanfaatkan sumur gali sebagai sumber air.

Cuaca yang kering, akhirnya membuat mereka harus mulai menghemat pemakaian air karena khawatir pasokan air akan berkurang beberapa waktu ke depan.

"Meskipun sumur milik warga belum semuanya kering, tapi air di sumur warga sudah sedikit berkurang," ujar salah satu warga, Rahmat Effendi (49), warga Kampung Sindanglaut RT 01/01, Desa Saganten, Rabu (4/7/2018).

Hanya saja, meskipun belum terlalu habis, warga setempat tidak bisa memperkirakan kondisi sumur dalam satu atau dua bulan ke depan.

Menurut Rahmat bisa saja air di dalam sumur mengering karena faktor cuaca. Akan tetapi, besar harapan tahun ini tidak terjadi krisis air di wilayah tersebut.

Terutama, di area yang relatif rawan krisis air bersih, yaitu Desa Kertasari, Desa Jatisari, sebagian Desa Jayagiri, dan Desa Muara Cikadu yang berbatasan dengan Kecamatan Cikadu.

Kekhawatiran masyarakat Sindangbarang, sebelumnya dirasakan pula oleh warga di Kecamatan Cibeber. Kondisi geografis beberapa desa yang berada di dataran tinggi, dikhawatirkan menyebabkan krisis air terjadi pada musim kemarau.

Apalagi, di enam dari 18 desa wilayah tersebut yakni Desa Girimulya, Desa Salamnunggal, Desa Karangnunggal, Desa Cibaregbeg, Desa Sukamanah, dan Desa Kanoman seringkali terjadi kekeringan.

Sebab itu, untuk mencegahnya warga pun akhirnya mencoba mengantisipasinya dengan menanam sejumlah pohon.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Sugeng Supriyatno mengatakan, Kecamatan Sindangbarang memang termasuk ke salah satu wilayah yang berpotensi mengalami krisis air.

"Wilayah lainnya di selatan juga ada yang rawan, yakni Cibinong dan Leles. Kalau di timur, biasanya kekeringan terjadi di Mande, Karangtengah, dan Sukaluyu. Tapi, sampai sekarang kami belum menerima laporan terjadinya krisis air," ujar Sugeng.

Ia mengungkapkan, dari beberapa daerah itu, yang cukup aktif melaporkan adalah Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Mande. Namun, ia memastikan BPBD akan tetap mengawasi semua wilayah terkait potensi kekeringan.

Kondisi kekeringan sebenarnya sempat terjadi beberapa waktu lalu, keadaan itu bahkan sempat membuat sejumlah pihak khawatir.

Hal itu disebabkan, tanah yang retak-retak akibat kekeringan semula berpotensi menyebabkan pergerakan tanah. Pasalnya, beberapa waktu ke belakang hujan masih terjadi meski sudah memasuki musim kemarau.

Namun kini, kondisi yang berubah-ubah itu terus dipantau. BPBD pun terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan relawan di setiap kecamatan, ataupun dengan semua aparatur pemerintahan kecamatan.

"Kami selalu siaga mewaspadai potensi kebencanaan, baik kekeringan maupun banjir dan longsor," pungkas Sugeng. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…