Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Kades dan Bendahara Diperiksa Penyidik

Terkait Dugaan Penyimpangan DD Cikondang 2017

Nuki Nugraha

Kamis, 05 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menunggu Giliran Pemeriksaan- Kepala Desa Cikondang, Amud Sarifudin didampingi pengacaranya sedang duduk di kursi depan ruang Unit II Polres Cianjur, menunggu gilirian diperiksa penyidik,Kamis (5/7). (Foto: Nuki Nugraha/BC)
Menunggu Giliran Pemeriksaan- Kepala Desa Cikondang, Amud Sarifudin didampingi pengacaranya sedang duduk di kursi depan ruang Unit II Polres Cianjur, menunggu gilirian diperiksa penyidik,Kamis (5/7). (Foto: Nuki Nugraha/BC)
A A A

Beritacianjur.com - KEPALA Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Amud  Sarifudin bersama bendahara, Nurvelia Agustin datang memenuhi panggilan penyidik Polres, Kamis (5/7).

Informasi dihimpun, kedatangan mereka ke kantor Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan penyidik unit II Tipikor, terkait dugaan penyimpangan dana desa (DD) anggaran tahun 2017.

Surat pemanggilan Kepala Desa Cikondang, Amud Sarifudin bernomor B/575/VII/Res.3.1/2018/Sat. Sedangan surat pemanggilan untuk bendahara desa, Nurvelia Agustin bernomor B/576/VII/Res.3.1/2018/Sat.

Saat ditemui wartawan sekitar pukul 14.00 Wib di depan ruang Unit II Tipikor Polres Cianjur, Kades Amud yang mengenakan baju batik berwarna biru tua tampak didampingi pengacaranya.

"Ini panggilan soal penggunaan DD tahun 2017. Iya saya dipanggil sama bendahara. Sekarang bendaharanya sedang diperiksa,"ujar Amud dengan nada terbata bata.

Sementara itu salah seorang penyidik unit II Tipikor Polres Cianjur saat dikonfirmasi terkait ini enggan memberikan komentarnya.

"Jangan ke kita Kang. Coba langsung ke pa Kasat Reskrim atau pa KBO,"ujarnya.

Diinformasikan sebelumnya, pemanggilan Kades Cikondang, Amud Sarifudin oleh aparat Polres Cianjur menyusul adanya laporan dari warga. Informasi dihimpun, aduan warga kepada aparat yaitu terkait soal adanya dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017 yang dilakukan Kades. Selain ke Polres Cianjur, suarat aduan oleh pelapor ditembuskan juga ke Camat Bojongpicung.

Camat Bojongpicung, Pudjo Nugroho saat dikonfirmasi terkait ini tidak menampik soal adanya surat aduan dari warga Desa Cikondang terkait dugaan penyimpangan DD yang dilakukan Kades.

"Iya ada, yang dilaporkan soal dugaan penyimpangan DD untuk pembangunan infrastruktur Tembok Penyangga Tanah (TPT),"ujar Pudjo saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Menanggapai surat aduan tersebut, Pudjo mengungkapkan persoalan yang diadukan oleh warga sebenarnya sudah ditindaklanjuti langsung oleh Kades, termasuk soal adanya kekurangan volume pekerjaan pada saat pembangunan.

"Dari hasil monitoring kami, Kades sudah menindaklanjuti apa yang diadukan tersebut. Kalaupun masih ada persoalan itu biasanya ditangani Inspektorat Daerah (Irda),"ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Cikondang, Amud saat dikonfirmasi soal pelaporan dirinya ke aparat, mengaku sangat menyayangkan langkah yang sudah dilakukan warganya tersebut.

"Duh ku teungteuingeun we eta anu ngalaporkeun teh, padahalmah naon atuh da Kang. Tinggal we bumi ge mung kitu ayana,"ujar Amud dengan logat Sundanya sambil menunjukan mimik muka sedih saat ditemui wartawan, Selasa (6/3).

Terkit soal pengelolaan DD, Amud mengaku semua pelaksanaan pembangunan sejauh ini sudah dikerjakan sebagaimana ketentuan. Begitu juga tindaklanjut hasil monitoring evaluasi yang dilakukan Kecamatan.

"Yang diadukan itu soal pembangunan jalan, TPT dan bangunan PAUD,"ungkapbya.

Menurutnya, kalau memang ada penyimpangan pada pengelolaan DD, kemungkinan besar pencairan DD tahap dua tidak akan cair.

"Kan syarat pencairan DD tahap dua itu SPJ yang tahap pertama harus beres. Jadi naon nu matak disoalkeun,"kilahnya seraya mengungkapkan jika yang melaporkan dirinya adalah orang yang sama yang melaporkan tahun 2014 lalu. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…