Sabtu, 21 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

Bupati Cianjur: Sejumlah Persiapan Sudah Dimaksimalkan Sejak di Tingkat Desa

Angga Purwanda

Rabu, 11 Juli 2018 - 21:36 WIB

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Sekeretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, pemerintah tengah fokus kepada titik-titik rawan terdampak kekeringan.

Sugeng menyebutkan, hingga saat ini memang belum ada laporan masuk mengenai kekeringan di Cianjur. Hal itu diduga, karena kemarau belum begitu terasa dan hujan pun masih turun meski tidak merata di beberapa titik.

”Tapi, melihat dari cuaca, Cianjur sudah masuk kemarau. Jadi, kami juga sudah siaga bencana kemarau dan kekeringan. Prediksinya, siap siaga bencana akan berlangsung sampai September,” ujar Sugeng, kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Sugeng menuturkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Barat telah mengingatkan pihak daerah terhadap berlangsungnya kemarau. Pasalnya, memasuki Agustus, kemungkinan curah hujan akan terus berkurang dan kekeringan akan terjadi secara merata.

Sugeng menjelaskan, sebulan ke depan BPBD Cianjur harus benar-benar siaga dan terus memonitor kondisi setiap daerah. BPBD tidak hanya mengandalkan laporan dari pihak kecamatan, tapi juga memantau dan menanyakan kepada banyak pihak melalui radio secara aktif.

”Untuk titik rawan kekeringan, sejauh ini tidak banyak berubah. Melihat dari kejadian tahun lalu, daerah yang sering melapor kepada kami masih sama saja. Tiga kecamatan di utara dan juga selatan, masih jadi titik rawan terdampak,” jelasnya.

Lokasi-lokasi tersebut, adalah Kecamatan Karangtengah, Mande, Sukaluyu, Leles, dan Cibinong. Sebenarnya, BPBD pun seringkali memprediksi sejumlah daerah yang kemungkinan terdampak kemarau seperti terjadinya krisis air bersih. Namun, perkiraan itu seringkali tidak terjadi dan kecamatan yang biasa melapor akhirnya tetap menjadi daerah terdampak musim kemarau.

Selain krisis air bersih, potensi terjadinya kebakaran lahan alang-alang dan hutan juga cukup besar. Menurut dia, titik rawan kebakaran sejauh ini tidak sama dan cenderung berpindah-pindah tergantung panas bumi dan angin.

Walaupun sudah terbiasa mengantisipasi atau menangani musibah di musim kemarau, hingga saat ini BPBD masih mengalami sejumlah kendala. Sugeng mengungkapkan, upaya bantuan di wilayah selatan seringkali terkendala jalur dan kondisi geografis.

”Jadi memang air yang dikirim melalui tangki tidak bisa dipasok ke sana. Karena jalurnya tidak bisa dilalui. Beda dengan wilayah utara, pasokan air lebih mudah diberikan kalau bicara kondisi geografis,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, pasokan air untuk wilayah utara bisa didapatkan setelah berkoordinasi dengan PDAM dan Dinas Lingkungan Hidup. Keduanya, dioptimalkan dalam memberikan bantuan karena memiliki tangki untuk memasok air bersih.

Secara terbuka diakui, BPBD Cianjur memang belum memiliki tangki untuk memasok air. Oleh karena itu, proses pengiriman air pun masih membutuhkan bantuan instansi lain. Akan tetapi, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada BNPB dan BPBD pun meminta agar pemerintah pusat dapat memenuhi kebutuhan tangki di Cianjur.

Sementara itu, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengatakan, hingga saat ini sejumlah persiapan sudah dimaksimalkan sejak di tingkat desa. Ia menjelaskan, masyarakat di masing-masing desa yang tersebar telah membuat sumur bor.

”Upaya pengamanan air, pengolahan, dan penimbunan air yang diolah PDAM sudah dilakukan. Ada di beberapa daerah,” kata Irvan.

Menurut dia, peta demografi terkait potensi dampak kekeringan sudah terpetakan dengan baik. Jadi, upaya sejak di tingkat desa itu pun sudah dilakukan di daerah-daerah rawan yang sesuai dengan demografi yang dimiliki pemerintah.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/07/2018 07:00 WIB

Rancangan Perubahan RTRW Sarat Kepentingan

BELUM beres dengan persoalan sejumlah kasus dugaan korupsi di Cianjur, kini kembali muncul permasalahan baru yang juga menjadi sorotan tajam publik Cianjur. Ada apa lagi?

Bisnis Line 19/07/2018 21:31 WIB

Sentral Motor Gelar Program Kemerdekaan DP 1 Juta.

DALAM rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, Sentral Motor mulai Kamis (19/7/2018) menggelar Program Kemerdekaan dengan DP satu juta rupiah hingga akhir Agustus 2018.…

Bisnis Line 19/07/2018 21:30 WIB

Bank Bjb Dirikan Bjb University Demi Terciptanya SDM Berkualitas

UNTUK menciptakan sumber daya manusia yang andal dan berkualitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk meresmikan bjb University, Rabu (18/7/2018) di Jalan Cikapundung, Kota Bandung.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:12 WIB

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax

PONDOK Pesantren (Pontren) menjadi tempat yang dinilai efektif untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoaks) di lingkungan masyarakat.

Cianjur Euy 19/07/2018 18:09 WIB

PLN Upayakan yang Terbaik untuk Bocah Korban Tersengat Listrik

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Area Cianjur memaksimalkan upaya kemanusiaan untuk Enda Supriyadi (7) bocah yang tersengat listrik, dan kini menjalani pengobatan alternatif di wilayah Sukalarang, Kabupaten…

Cianjur Euy 19/07/2018 18:06 WIB

Satreskrim Polres Cianjur Tangkap Lima Pelaku Tindak Pidana

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Cianjur dalam beberapa bulan terakhir.

Aktualita 19/07/2018 07:00 WIB

Ini Deretan Dugaan Kasus Korupsi

BUKAN hanya Megaproyek Campaka, ternyata ada lebih dari tujuh kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Cianjur. Benarkah?

Cianjur Euy 18/07/2018 19:26 WIB

SMAN 1 Cianjur Diduga Labrak Permendikbud Soal PPDB

Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Cianjur menjadi perhatian karena sekolah memberlakukan aturan kontroversial.

Cianjur Euy 18/07/2018 19:26 WIB

Hari Terakhir Pendaftaran Bacaleg Banyak Berkas Harus Diperbaiki

HARI terakhir pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Cianjur, terdapat sejumlah temuan berkas yang harus segera diperbaiki. Beberapa temuan diketahui cukup mencolok sehingga berkas yang…

Aktualita 18/07/2018 07:00 WIB

Jawaban Eksekutif Dinilai Ngaco

SETELAH kejanggalan pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 dibongkar, kini jawaban eksekutif dianggap makin janggal. Benarkah?