Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

Dinilai Efektif Untuk Mengembalikan Warga Binaan Ke Jalan Yang Benar

Angga Purwanda

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan
Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan
A A A

Beritacianjur.com - LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk dapat mempertebal iman mereka.

Layaknya di pesantren lainnya, para warga binaan di lapas itu dari Senin hingga Kamis terus diberikan kegiatan keagamaa. Tiada hari tanpa mengaji dan melaksanakan salat dhuha. Tidak heran, jika akhirnya Lapas Kelas IIB Cianjur memiliki jam kunjungan yang tergolong siang dibandingkan lapas lainnya.

“Untuk jadwal kunjungan di lapas (Cianjur, red) kami memang paling siang, jam kunjungan baru kami buka pada pukul 10.00 WIB. Sebab, kami laksanakan dulu kegiatan keagamaan seperti tadarus dan solat dhuha,” kata Kalapas Kelas IIB Cianjur, Yunianto, kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, mendekatkan warga binaan dengan agama menjadi salah satu upaya untuk ‘mengembalikan’ mereka ke jalan yang benar. Supaya di dalam lapas, ada sesuatu yang mereka pelajari sehingga membuahkan hasil selepas masa hukuman usai.

Selain itu, warga binaan juga dianggap perlu tetap teguh iman dan pendiriannya selama berada di dalam lapas. Bukan tanpa alasan, saat ini maraknya persoalan narkoba di dalam lapas menjadi perhatian banyak pihak. Begitu banyak faktor yang memungkinkan peredaran narkoba, terjadi di lembaga pemasyarakatan.

”Dengan kata lain, kemungkinan masuknya narkoba ke lingkungan lapas itu pasti ada, tapi di Cianjur saya rasa kecil. Makanya, para warga binaan juga harus terus memerangi narkoba meskipun sedang dalam proses pembinaan di sini,” ujar dia.

Di Cianjur, kasus narkoba memang masih tergolong tinggi, karena kondisi wilayah yang termasuk daerah perlintasan sehingga menjadi salah satu titik peredaran narkoba. Hingga saat ini, tercatat terdapat 242 orang yang dibina akibat tersandung masalah narkoba dari total 765 warga binaan.

Akan tetapi, bukan tidak mungkin terjadi peredaran narkoba di lapas. Pada 2017 lalu, rupanya Lapas Cianjur itu sempat kecolongan peredaran narkoba di dalam lapas. Yuniarto mengatakan, saat itu ada warga binaan yang mendapatkan kiriman makanan ringan berupa cokelat dari kerabatnya. Tidak ada kecurigaan saat itu, meskipun akhirnya modus penyelundupan itu terungkap dan akhirnya digagalkan.

Ia menjelaskan, ketika itu setelah salah satu petugas ditawari untuk mengonsumsi cokelat itu. Namun, tekstur makanan ringan yang sangat populer itu dirasa sedikit berbeda. Setelah bungkusan dibuka dan diperiksa lebih teliti, barulah terungkap jika ada narkoba yang disisipkan di dalam kudapan tersebut.

”Mencegah hal-hal serupa terjadi lagi, makanya sekarang antisipasi peredaran dimulai dari pengunjung bahkan petugas lapas itu sendiri. Untuk pengunjung, mereka diimbau untuk mematuhi persyaratan sebelum bisa masuk ke dalam,” ucap Yuniarto.

Ia menjelaskan, saat pengunjung memasuki pintu untuk masuk ke ruang kunjungan, petugas pasti akan melakukan penggeledahan. Jika lolos, mereka yang akan membesuk keluarganya dengan memakai sepatu, akan diminta untuk berganti alas kaki menjadi sandal jepit.

Hal itu, bertujuan untuk menghindari adanya disembunyikannya benda-benda terlarang yang disimpan di dalam alas kaki berupa sepatu. Kemudian, petugas pun akan mendapat perlakuan yang sama ketatnya.

Ponsel milik para petugas akan diperiksa satgas khusus, harus dipastikan nomor imei dari setiap telepon genggam petugas tidak berubah. Apabila petugas yang diketahui berganti-ganti ponsel, dipastikan akan menjadi perhatian dan disarankan agar tidak menggantinya untuk keamanan.

”Bisa dikatakan, atensi kami juga terfokus pada pengunjung dan petugas. Supaya kami bisa meminimalkan keikutsertaan oknum dalam peredaran narkoba di dalam (lapas),” kata dia.

Akan tetapi, terlepas dari segala upaya yang diberikan kepada para warga binaan terutama yang tersandung masalah narkoba. Yuniarto masih mengharapkan, adanya kesempatan agar para warga binaan narkoba untuk menjalani rahabilitasi.

Menurut dia, terlepas dari niatan apapun, pengguna narkoba juga merupakan korban mafia yang mencari uang. ”Mereka juga korban pihak lain. Makanya, dengan rehabilitasi Insya Allah bisa mengurangi (ketergantungan) dan perilaku negatif lainnya,” ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…