Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

Angga Purwanda

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO
Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO
A A A

Beritacianjur.com - TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan untuk mendukung pengajuan itu.

Tim arkeolog peneliti Situs Gunung Padang, Ali Akbar, menjelaskan, rencana pengajuan siteus megalitikum pra sejarah itu sudah muncul beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada langkah yang diambil guna memenuhi setiap tahapannya.

"Karena tidak ada gerakan dari pemerintah pusatnya, maka kami berinisiatif untuk mendorong penyegeraan pengajuan tersebut. Apalagi, sebenarnya prosesnya kan bisa bertahun-tahun, kalau tidak dimulai akan semakin lama realisasinya," kata Ali, saat dihubungi wartawan, Kamis (12/7/2018).

Menurutnya, kajian tersebut akan dijadikan bahan untuk menyusun dokumen tersebut. Namun, dia menjelaskan jika kajian yang bakal dimasukan didasarkan pada hasil penelitian situs beberapa tahun ke belakang.

Hasil penelitian tersebut, lanjut dia, sudah cukup untuk bisa diajukan sebagai situs warisan budaya dunia. Mengingat, bangunan yang sudah berdiri sejak ribuan tahun sebelum masehi itu merupakan bukti kecerdasan manusia di zaman dahulu dalam bidang arsitektur.

"Sebenarnya sudah cukup, dari lapisan paling atas pun syaratnya memenuhi. Apalagi ini memang menunjukan kecerdasan di bidang bangunan oleh manusia pada masa itu, dengan hanya menumpuk batu namun bisa bertahan sampai sekarang, dengan kondisi yang masih asli. Namun jika ingin digali lebih dalam lagi, waktunya masih cukup, mengingat pengajuan bisa sampai bertahun-tahun, tinggal kesanggupan dari pemerintah," kata dia.

Dia mengatakan, kajian tersebut juga merupakan bagian dari program UI (Universitas Indonesia) Peduli dalam rangka ‘Pengabdian Kepada Masyarakat’ dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Indonesia. Hasil kajian akan dibuat menjadi buku dan akan diserahkan kepada pemerintah. Masyarakat juga dapat membaca buku tersebut dan akan disampaikan dalam seminar untuk umum.

"Jadi nanti dari warganya sendiri juga turut mengusulkan, di sini kami hanya mendorong agar prosesnya bisa lebih cepat," kata dia.

Nantinya, jelas Ali, kajian dan dokumen tersebut dimasukkan ke dalam daftar sementara (tentative list), kemudian disidangkan oleh UNESCO. Jadi, kajian dan dokumen penelitian tersebut masih berupa tahap awal. "Masih sangat panjang, apalagi ada banyak juga situs atau cagar budaya tingkat Nasional yang menunggu untuk masuk," kata dia.

Tetapi, Ali mengungkapkan jika prosesnya bisa lebih cepat jika sebanyak 12 usulan yang sudah masuk daftar sementara itu bukan merupakan pada nilai budaya yang sama. "Makanya dilihat dulu, kalau yang warisan budaya seperti situs ini sedikit, bisa dieprcepat. Makanya kami siapkan segera tahapannya agar bisa mengambil kemungkinan tersebut," kata dia.

Dia menambahkan, pentingya Situs Gunung Padang masuk dalam warisan budaya dunia lantaran bisa menajdi sarana promosi dan perlindungan. Apalagi, situs tersebut bakal menjadi catatan penting terkait peradaban dunia.

"Masih banyak orang di luar negeri yang ingin mengetahui dan mendalaminya, maka dari itu sangat perlu untuk masuk dalam warisan budaya dunia. Terlebih UNESCO sendiri memiliki dana khusus untuk promosinya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya sangat menyetuji terkait rencana usulan tersebut. Pemkab Cianjur pun siap mendukung setiap prosesnya.

"Informasi secara resmi belum, tapi ada info masuk terkait hal tersebut. Tentunya kami sangat mendukung," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…