Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Camat : Kalau Tutup Bakal Banyak "Korban"

Pemerintah Upayakan Penutupan PT TSW Batal

Apip Samlawi

Selasa, 17 Juli 2018 - 21:30 WIB

Foto: Apip Samlawi/BC
Foto: Apip Samlawi/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH Kecamatan Ciranjang bersama Desa Cibiuk, Selasa (17/7)  menggelar musyawarah, mengupayakan pembatalan penutupan perusahaan PT Three Six World oleh pihak pemilik.

Musyawarah di gelar di aula Kecamatan Ciranjang dihadiri Camat Ciranjang, Kepala Desa, BPD, LPM, PWK ARWT, Karangtaruna, Binmas, Binsa dan tokoh masyarakat Desa Cibiuk.
Camat Ciranjang, Saepul Anwar mengatakan dilaksanakannya pertemuan musyawarah dengan seluruh elemen pemerintahan Desa Cibiuk ini merupakan suatu upaya untuk membatalkan pihak pemilik PT. Three Six World menutup usahanya.

Karena bila benar jadi ditutup, sambung Saepul dipastikan akan banyak korban yang dirugikan, khusunya para karyawan dan karyawati PT. Three Six World akan kehilangan mata pencaharian.

"Kalau itu terjadi kedepannya tingkat pengangguran di Kecamata Ciranjang, Kabupaten Cianjur akan bertambah banyak,"kata Saepul saat ditemui di ruang kerjanya.

Saepul berharap pihak PT. Three Six World, harus mampu proaktif dengan dengan pihak pemerintahan Kecamatan, desa, RT/RW setempat, karena hal itu untuk menjalin komunikasi, kerjasama yang baik yang bertujuan pada keamanan dan kenyamanan disekitar lingkungan PT.

Saepul berpesan kepada seluruh karyawan dan karyawati yang sekarang masih bekerja di PT. Three Six World jangan merasa riskan, khawatir, bekerja sebagai mana mestinya. Karena seluruh permasalahan sedang diupayakan pihak Pemerintahan Kecamatan Ciranjang, Pemerintahan Desa Cibiuk, BPD, LPM, PWK ARWT, Binmas, Binsa dan tokoh masyarakat Desa setempat.

"Kesepakatan bersama Pemerintahan Desa Cibiuk, seluruhnya langsung dilaporkan pada Bupati, DPRD Kabupaten Cianjur, pihak PT.Three Six World dan dinas instansi, lembaga terkait," Ucap Saepul Anwar kematin.

Kepala Desa Cibiuk Yandi Ruhyandi Z tak menampik bila penutupan perusahaan benar benar dilakukan tentunya bakal merugikan banyak pihak, tak hanya karyawan dan karyawati itu sendiri, tapi juga pemerintahan Desa, Kecamatan dan Pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Yandi berharap pihak PT. Three Six World bisa peduli terhadap masyarakat setempat dan mampu memproritaskan warga Desa Cibiuk menjadi karyawan dan karyawati di PT. Three Six World.

"Semoga upaya tersebut dikabulkan perusahaan. Kepada Pemkab Cianjur mohon bantuan untuk solusi, supaya pemilik tidak jadi menutupnya,"ucapnya.

Sebelumnya, menyikapi pernyataan pengusaha PT Three Six World (PT TSW), yang dalam waktu dekat akan menutup usahanya, Kecamatan Ciranjang akan menggelar rapat dengan para pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mediasi.

Seperti diketahui, pada Kamis (12/7) lalu, pengusaha PT TSW asal Korea, Mr Sanjimin memutuskan untuk menutup perusahaannya, menyusul aksi unjuk rasa yang dilancarkan warga di sekitar lokasi perusahaan.

Camat Ciranjang, Saepul Anwar mengatakan menyikapi keputusan pemilik perusahaan, pihaknya mengagendakan akan mengundang Kepala Desa Cibiuk juga para Ketua RT dan RW Kampung Andir, Desa Cibiuk. Tak hanya itu, beberapa intansi terkait Pemkab Cianjur akan diundang untuk hadir juga pada rapat nanti.

“Bisa dikatakan ini upaya mediasi. Selain pihak pemerintah desa juga Ketua RT dan RW, kita juga akan mengundang DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Ketenagakerjaan dan lainnya,”ujar Saepul saat ditemui di kantornya, Senin (16/7).

Sebelumnya,  ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Kamis (12/7) mendemo PT Three Six World (PT.TSW).

Aksi demo warga ke pabrik yang beralamat di Kampung Andir, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang itu menyusul sejumlah dugaan pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan. Saat aksi warga didampinggi sejumlah aktivis asal Cianjur yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Indevenden (CAI).

Pantauan dilapangan, ratusan masa tampak bergerumul di depan pintu masuk pabrik yang saat itu dijaga ketat aparat kepolisian. Bergantian warga bersama aktivis CAI berorasi menyampaikan keluhan dan kecaman yang ditujukan pada pihak perusahaan.

Pernyataan sikap yang dibacakan pentolan CAI langsung disambut sorak sorai para demonstran. Disebutkan dalam pernyatan sikapnya bahwa, pendirian pabrik diduga melanggar aturan dan Undang undang, warga juga mengeluhkan soal pembuangan limbah industri yang dinilai sangat merugikan. Selain itu tidak mengeluarkan CSR pada masyarakat, warga setempat tidak diberi ruang untuk bisa bekerja di perusahaan.

Setelah hampir satu jam berorasi,  pihak perusahaan akhirnya membuka ruang para demonstran untuk beraudiensi. Saat itu beberapa perwakilan warga dan aktivis dipersilahkan masuk ke dalam pabrik. Sayang, saat itu pihak perusahaan tidak memperkenankan awak media ikut masuk ke dalam menyaksikan berjalannya audiensi yang digelar di kantor HRD.

Ditemui seusai audiensi, Koordinator aksi yang juga Ketua CAI Parid Sandi, menjelaskan, unjuk rasa dilakukan tiada lain ingin menuntuk pihak pemilik PT. Three Six World Ciranjang, karena telah melanggar aturan dan ingkar janji pada warga.

"Pihak perusahaan janji akan mempekerjakan warga setempat tapi kenyataannya tidak. Kita menuntut perusahan supaya keinginan warga direalisasikan,"kata Farid.

Namun ungkap Farid, saat audiensi dengan pihak pemilik yaitu Mr Sanjamin. Pengusaha berkewarganegaraan asal Korea itu dengan tegas menolak untuk merealisasikan apa yang menjadi tuntutan warga.

"Ketimbang merealisasikan tuntutan warga, saat itu Mr Sanjamin berkata justru dalam waktu dekat akan menutup usahanya (PT Three Six World),"ucapnya.

Dengan adanya pernyataan pemilik PT. Three Six World tersebut pihaknya berucap terimakasih, bahkan masyarakat setempat tiap hari akan terus memonitor perusahaan.

"Kalau besok hari ternyata masih beroprasi maka masyarakat akan datang lagi dengan membawa masa lebih banyak,"tegasnya.

Adanya pernyataan dari pemilik PT Three Six World, Mr Sanjamin yang mengancam akan menutup perusahaan saat audiensi berlangsung dibenarkan Kepala Desa Cibiuk Yandhi Ruhyandi. Z yang saat itu ikut masuk bersama perwakilan warga beraudiensi dengan pihak perusahaan.

Yandi menuturkan, pernyataan dari Mr Sanjanim itu disampaikan saat Koordinator aksi membacakan pernyataan sikap yang berisikan tuntutan dari warga.

"Belum juga tuntutan selesai dibacakan Mr. Sanjanim, langsung angkat bicara bahwa pihaknya langsung akan menutup PT. Three Six beroprasi dengan total, karena dianggap bahwa PT. Three Six World tidak aman,"kata Yandi menirukan apa yang disampaikan Mr Sanjanim.

Yandi mengaku malam sebelum dilaksanakan aksi, HRD perusahaan sempat menemui dan menyampaikan bila aksi demo besok hari jadi maka pemilik PT. Three Six  akan langsung menutup dan pindah ke Kabupayen lain di luar Kabupaten Cainjur.

"Pak Kades mohon maaf bila besok Unras jadi, maka pihaknya akan menutup PT. Three Six World dan pindah ke Kabupaten lain,"  Ucap Yandi menirukan ucapan Hoerudin HRD PT Three Six World. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…