Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

SMAN 1 Cianjur Diduga Labrak Permendikbud Soal PPDB

Angga Purwanda

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:26 WIB

SMAN 1 Cianjur Diduga Labrak Permendikbud Soal PPDB
SMAN 1 Cianjur Diduga Labrak Permendikbud Soal PPDB
A A A

Beritacianjur.com - Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Cianjur menjadi perhatian karena sekolah memberlakukan aturan kontroversial.

Pihak sekolah, diketahui memprioritaskan penerimaan siswa yang merupakan putra/putri guru sekolah tersebut tanpa melihat ketentuan umum.

Ramai diberitakan, jika pihak SMAN 1 Cianjur memberlakukan aturan khusus itu sehingga anak dari guru sekolah itu bisa diterima, tanpa memperhatikan jarak dan domisili mereka seperti aturan yang seharusnya. Banyak pihak menilai, aturan khusus itu telah melabrak Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 Pasal 31 ayat 2 mengenai PPDB.

Pemerhati Pendidikan Kabupaten Cianjur Dedy Mulyadi Kartamihardja pun buka suara, menurut dia, apa yang dilakukan salah satu sekolah favorit di Cianjur itu tidak berbanding lurus dengan aturan yang berlaku mengenai seleksi PPDB 2018.

”Aturan itu menjadi kontradiktif dengan aturan pemerintah pusat, karena cenderung diskriminatif dan tidak berkeadilan. Ini jelas memicu kecemburuan sosial, karena mencederai hak para pelajar untuk mendapat kesempatan pendidikan yang lebih baik dan merata,” kata Dedy, Rabu (18/7/2018).

Dedy mengatakan, kuat dugaan jika petunjuk pelaksanaan dan teknis (Juklak dan Juknis) yang ditandatangani kepala sekolah pun sudah menabrak aturan pemerintah pusat. Padahal, dampaknya akan terasa kepada calon pelajar sekolah tersebut. Terutama mereka yang mendaftarkan diri dengan mematuhi aturan PPDB 2018.

Hal itu sangat disayangkan, mengingat SMAN 1 Cianjur menjadi tujuan banyak lulusan SMP sampai saat ini. Jika tetap diberlakukan, tidak dapat dihindari jika akhirnya Cianjur menjadi salah satu daerah yang mengalami carut marut sistem PPDB 2018.

”Saya harap, pihak terkait bisa menyelesaikan masalah ini. Dan harus ada sanksi yang diberikan kepada mereka yang melaksanakan peraturan itu, sesuai dengan peraturan dari kementerian,” ucap dia.

Sementara itu, dikonfirmasi mengenai hal tersebut Ketua PPDB SMAN 1 Cianjur Asep Suryana mengatakan, aturan yang ramai diperbincangkan itu merupakan Penghargaan Maslahat bagi Guru (PMG) yang tidak dikhususkan berlaku hanya untuk guru SMAN 1 Cianjur. Peraturan itu, sudah dipetakan dan dipertimbangkan sehingga tidak asal dibuat.

”Kami tidak sembarangan membuat juknis, karena kami memegang aturan dan mampu menerjemahkan peraturan yang berlaku. Berdasarkan aturan pun, kami paham jika ada aturan teknis lebih lanjut yang bisa dilakukan satuan pendidikan (sekolah),” kata dia.

Menurut dia, terkait PMG itu pernah dibahas sebelumnya sebelum proses PPDB 2018 berlangsung. Ia menjelaskan, aturan PMG yang berlaku untuk sekolah menengah atas dengan ketetapan yang sudah ditentukan.

Asep menjelaskan, PMG itu memiliki kuota sebanyak lima persen dengan total 21 orang yang berhak mendapatkannya. Dijelaskan, bahwa peserta terdiri dari satu orang anak berkebutuhan khusus, kemudian memiliki kriteria tertentu, dan nantinya seluruh ketentuan itu akan diurutkan lebih lanjut.

”Akhirnya akan ada kriteria tertentu, lalu dirangkingkan. Tapi disini, persoalan jarak sekolah seperti di PPDB 2018 juga menentukan,” ucapnya.

Menurut dia, PMG sudah dibahas dan ada arahan mengenai pembuatan juknis yang kemudian disosialisaskan kepada guru SMP yang ada di Cianjur. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…