Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Deretan Dugaan Kasus Korupsi

Bukan Hanya Megaproyek Campaka

Gie

Kamis, 19 Juli 2018 - 07:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

***Segera Melapor, Cianjur People Movement Tantang Kejari Tindak Tegas Korupsi

Beritacianjur.com - BUKAN hanya Megaproyek Campaka, ternyata ada lebih dari tujuh kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Cianjur. Benarkah?

Ya, hal tersebut dilontarkan langsung Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar kepada Berita Cianjur, Rabu (18/7/2018). Menurutnya, beberapa kasus tersebut sudah masuk ke meja penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cianjur. Namun hingga kini belum nampak sebuah titik terang, bagaimana dan sejauh mana penanganan kasusnya.

“Saya sebut lebih dari tujuh itu karena di satu dinas atau lokasi, seperti RSUD, Dinas Kesehatan dan Megaproyek Campaka, itu bisa lebih dari satu kasus. Kasus-kasus ini tak hanya ada yang sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum di Cianjur saja, namun ada juga yang sudah dilaporkan ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan KPK,“ ujar pria yang karib disapa Ebes.

Sederet kasus tersebut antara lain, kasus dugaan korupsi dana BOS di Dinas Pendidikan; pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Cianjur; pengadaan kelapa gading di Dinas Pertanian, Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura; serta pajak penerangan jalan umum (PPJU) di Dinas Perpajakan daerah atau sekarang Badan Pendapatan Daerah.

Kasus dugaan korupsi lainnya yakni pembangunan gedung workshop Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) pada Megaproyek Campaka; dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 di Dinas Kesehatan; dana non kapitasi JKN tahun 2015 di Dinas Kesehatan; serta yang terbaru terkait kejanggalan pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017.

Meski penanganan kasus di Cianjur masih mandul, Ebes menegaskan, pihaknya tak akan pernah lelah untuk terus berupaya mengungkap kebenaran. Bahkan ia akan menantang Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Heru Widarmoko, yang pernah melontarkan pernyataan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti data yang dilaporkan ke Kejaksaan Cianjur.

“Kita buktikan saja, apakah yang kami sebutkan dan laporkan ini hanya sebuah opini atau data yang bakal menjadi bukti kuat. Dari kemarin kami memang sudah mau melapor, namun karena kasusnya banyak, kami masih mempersiapkannya. Pokoknya dalam waktu dekat, kami akan segera laporkan,“ tegasnya.

Menurut Ebes, dugaan sejumlah kasus korupsi di Cianjur sudah sangat kuat. Misalnya Megaproyek Campaka yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Ketika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cianjur belum diubah, sambung dia, maka seharusnya tak boleh ada Megaproyek Campaka atau pemindahan ibu kota dari Kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka.

“Itu (Campaka) hanya salah satu contoh bahwa dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat. Dugaan pelanggaran pada kasus lainnya juga tak kalah kuat. Tunggu saja, segera akan kami laporkan,“ ucapnya.

Sebelumnya, Ebes mengatakan korupsi di Cianjur aman. Pernyataannya tersebut menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan. Menurutnya, pernyataannya itu juga merupakan sebuah gambaran situasi dan keadaan Cianjur dilihat dari sisi penegakkan hukum.

Meskipun beragam kasus dugaan korupsi di tubuh pemerintahan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar sudah banyak ditemukan, sambung dia, namun kondisinya tetap aman, tertib dan kondusif.

“Terus terang Kang, saya heran kenapa di sini (Cianjur, red) kaitan soal kasus yang merugikan uang negara minim penindakan. Aparat Penegak Hukum (APH) di sini kurang proaktif menangani kasus korupsi di Cianjur, khususnya di lingkungan Pemkab Cianjur. Padahal, bukti indikasi korupsinya sudah gamblang dan jelas,” ujar pria yang karib disapa Ebes, saat ditemui wartawan di salah satu tempat ngopi di Jalan Raya Abdullah Bin Nuh, Kamis (12/7/2018) lalu.

Menurutnya, aksi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK ataupun Saber Pungli boleh jadi momok menakutkan bagi pemerintahan di daerah lain, tapi sepertinya tidak buat Cianjur.

“Aksi OTT mungkin bisa di daerah lain, tapi buat Cianjur mah nothing ah, soalnya di sini mah lebih ‘syantik’ Kang. Ibaratnya, kalau nyolong ayam bisa cepat kena tangkap, tapi kalau ayam jago nyolong mah, ampun dah,” kata Ebes yang khas dengan gaya sentilan humornya

Menanggapi pernyataan dari Ebes, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Heru Widarmoko saat dimintai tangapannya tampak terlihat gusar. Ia meminta agar masyarakat untuk tidak mengedepankan opini. 

Orang nomor satu di lingkungan Kejaksaan Negeri Cianjur itu menegaskan, pihaknya siap menindaklanjuti data yang dilaporkan ke Kajaksaan Cianjur. “Jangan beropini, bermain politik, pokoknya setiap ada data laporan akan kita tindaklanjuti,” tegas Heru belum lama ini.

Sementara itu, menanggapi upaya yang akan dilakukan Cianjur People Movement, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengaku sangat menyambut positif dan akan mendukungnya.

“Ya, ini jelas-jelas harus didukung, karena kami juga melihat indikasi korupsi di lingkungan Pemkab Cianjur ini sudah sangat kuat,“ katanya.

Rudi mengatakan, pihaknya sudah pernah melaporkan sejumlah kasus kepada aparat penegak hukum di Cianjur. Sayangnya, hingga saat ini penanganannya tak jelas. “Sebelum Cianjur People Movement, kami sudah bergerak duluan, tapi memang belum membuahkan hasil. Makanya, kami sekarang sangat mendukung langkah mereka,“ ungkapnya.

Menyikapi pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur yang meminta agar masyarakat untuk tidak mengedepankan opini, menurutnya hal tersebut sangat benar. Namun ketika dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat, maka itu bukaan lagi opini melainkan dugaan kuat yang harus segera ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Ketika sejumlah dugaan kasus korupsi di Cianjur ini sudah viral di medsos dan pemberitaan media massa, seharusnya aparat penegak hukum sudah bisa langsung bertindak tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu. Bertindak dan bergerak, jangan hanya diam,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…