Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax

Angga Purwanda

Kamis, 19 Juli 2018 - 18:12 WIB

Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax
Pesantren Ideal Untuk Filter Penyebaran Hoax
A A A

Beritacianjur.com - PONDOK Pesantren (Pontren) menjadi tempat yang dinilai efektif untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoaks) di lingkungan masyarakat.

Hal itu disampaikan, pakar Hukum Tata Negara Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Dedi Mulyadi, seusai menjadi pembicara dalam kegiatan silaturahmi tokoh bertema 'Membudayakan Tradisi Kritis, Generasi Bebas Hoax' di Pesantren Gelar, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kamis (19/7/2018).

Dedi mengungkapkan, penyebaran hoax akan semakin masif menjelang perhelatan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang.

"Fungsi pesantren akan menjadi basis penyangga bagi masyarakat. Pesantren bisa menjadi filter di samping gencarnya edukasi yang dilakukan pemerintah, lingkungan pendidikan, dan lainnya. Pesantren akan lebih efektif menangkal penyebaran hoaks," ungkap Dedi.

Dedi tak memungkiri, penyebaran berita bohong atau hoaks diyakini akan semakin masif menjelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019.

Apalagi dengan cenderung tingginya penggunaan gawai di kalangan masyarakat, upaya menyebarkan berita bohong akan cukup efektif menyerang secara personal.

"Hoaks dalam perspektif sekarang sudah menjadi industri. Memang hoaks itu diciptakan dan diproduksi sebanyak mungkin untuk menyerang lawan politik dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan sikap jelas dari pemerintah, tokoh masyarakat, maupun alim ulama, untuk menetralisasi bahaya hoaks agar tak menimbulkan gesekan di masyarakat," ucapnya.

Dedi mengapresiasi langkah yang diambil Pondok Pesantren Gelar yang berinisiatif ikut menyosialisasikan bahaya hoaks di kalangan masyarakat. Utamanya semakin mendekatinya Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

"Hoax saat ini telah menjadi alat dari political distruption. Pileg dan Pilpres merupakan momentum penting sebagai ajang mencari pemimpin dan generasi terbaik. Jangan lantas ajang mencari pemimpin itu dikotori saling serang dengan berita bohong atau hoaks," tegas Dedi.

Terbitnya Undang-Undang Nomor 11/2006 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), kata Dedi, tentunya menjadi upaya dari pemerintah menjerat pelaku penyebaran berita bohong maupun ujaran kebencian. Pada pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11/2006 tentang ITE sudah jelas sanksi yang akan diterima pelaku hoaks.

"Makanya, tabayyun itu sangat diperlukan untuk memilah sebuah berita yang belum jelas kebenarannya. Banyak negara yang akhirnya hancur karena merajalelanya hoaks. Salah satunya Suriah yang hancur karena adu domba," beber Dedi.

Kepala Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfosantik Kabupaten Cianjur, Engkus Kusmayadi, mengatakan hampir 92% hoaks menyebar di media sosial. Sisanya menyebar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan lainnya.

"Perlu kecerdasan masyrakat menggunakan internet. Ini perlu karena bisa menjadi antisipasi peredaran berita bohong," kata Engkus.

Satu di antara antisipasi berita bohong bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya memeriksa ulang judul berita maupun memeriksa sumber pemberitaannya.

"Berita hoaks rata-rata memiliki judul provokatif. Bedakan juga berita fakta dan opini. Bisa dilihat juga naskah berita dan fotonya, nyambung atau tidak," tandasnya.

Pengurus Ponpes Gelar, ustaz Na'am Safari menambahkan ilmu agama sudah mengajarkan bagaimana memilah berita yang baik dan yang buruk. Karena itu, perlu kajian dan membaca detail setiap pemberitaan.

"Kita jangan terbawa oleh informasi yang salah," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…