Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Harga Map Pengurusan Adminduk Disoal Warga

Nuki Nugraha/ck-3

Kamis, 19 Juli 2018 - 21:35 WIB

Foto: Nuki Nugraha/BC
Foto: Nuki Nugraha/BC
A A A

Beritacianjur.com - PENGURUSAN administrasi penduduk (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur seluruhnya gratis. Namun, beberapa hari ini, masyarakat yang mengurus adminduk mempertanyakan kewajiban membeli map untuk dokumen pengajuan.

Seorang warga Kecamatan Karangtengah, Cut Mia (36) mempertanyakan hal tersebut, apalagi kesan pembelian map itu diwajibkan.

"Map harus dibeli di koperasi Disdukcapil, harga mapnya 5 ribu, warnanya berbeda sesuai dengan adminduk yang ingin diurus," ungkap Mia, Kamis (19/7/2018).

Warga lainnya, Fahri Azam warga Kecamatan Cikalongkulon juga mempertanyakan keberadaan koperasi yang menyediakan map tersebut. Pasalnya map itu hanya tersedia di koperasi Disdukcapil.

"Koperasi kok cari untungnya besar sekali, padahal hanya untuk map dan plastik KTP. Harga map umumnya kan hanya sekitar Rp. 1500 sampai Rp. 2000," ucap Fahri.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Ahmad Husein menyangkal pembelian map dan plastik KTP diwajibkan kepada warga yang mengurus adminduk. Map diperuntukkan untuk lebih merapikan dokumen, sehingga memudahkan dalam prlaksanaannya.

"Masyarakat tidak diwajibkan membeli map, tidak benar kalau itu diwajibkan," kilah Husein.

Sedangkan tentang keberadaan koperasi, Husein mengaku memang baru terbentuk beberapa hari. Dinas tidak menjual map itu, tetapi koperasi yang menjualnya.

"Bukan dinas yang menjual map, tetapi koperasi," terang Husein.

Terkait hal itu, salah seorang pengurus koperasi, Ajat membenarkan bahwa koperasi menjual map itu. Map juga tidak dijual di loket pengurusan adminduk, tetapi di koperasi saja.

"Tidak dijual di loket kang, tetapi di koperasi yang berada di belakang dekat mushola Disdukcapil," terang Ajat.

Ajat menjelaskan, pertimbangan penjualan map untuk memudahkan memisahkan dokumen adminduk. Sehingga meminimalisir hal yang tidak diinginkan.

"Kalau tidak di map, dokumennya acak-acakan sehingga terkadang menyulitkan operator saat pengurusan," jelas Ajat.

Terpisah, Sekretaris Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Edia Islamedia menyanyangkan jika hal itu memang benar terjadi. Pasalnya, tidak ada aturan hukum yang mewajibkan pengurusan adminduk harus menggunakan map.

"Seingat saya tidak ada kewajiban memakai map dalam pengurusan adminduk. Apalagi ini mapnya khusus dan tidak dijual umum," tutur Edia.

Menurutnya, kemampuan Disdukcapil Cianjur berdasarkan berita di beberapa media, sekitar 1000 orang perhari, bisa dihitung berapa penghasilan koperasi tersebut. Terlebih harga map dan plastik KTP itu lebih mahal dari yang dijual dipasaran.

"Jika dihitung kasar penghasilan koperasi dalam sehari dapat mencapai 5 juta. Sehingga, pertimbangan harga map tersebut juga perlu diperhatikan ulang," sebut Edia.

Kalau ini diteruskan, lanjut Edia, akan membuat masyarakat beropini bahwa ada kongkalikong antara dinas dan koperasi. Diperlukan sosialisasi terlebih dahulu dalam melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan publik.

"Sebaiknya dalam mengaplikasikan kebijakan, lakukan sosialisasi terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan pertanyaan atau dugaan negatif kepada instansi terkait yang langsung bersentuhan dengan publik," tutup Edia.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…