Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Gelombang Tinggi Rusak Puluhan Warung di Pantai Jayanti

Seujumlah Warga Mulai Mengungsi Ketempat yang Lebih Aman

Angga Purwanda

Kamis, 26 Juli 2018 - 08:15 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - GELOMBANG tinggi mencapai sembilan meter merusak puluhan warung semi permanen disepanjang Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kamis (26/7/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan pedagang dan warga yang tinggal di sepanjang pantai mengungsi ke tempat yang aman dari hantaman gelombang yang sejak satu pekan terakhir meningkat.

"Selama dua hari terakhir gelombang mencapai 9 meter, sehingga hempasannya menghantam puluhan warung dan rumah warga di pinggir pantai hingga rusak berat," kata Rahmat, warga Kecamatan Cidaun saat dihubungi wartawan, Kamis (26/7/2018).

Rahmat menuturkan, hingga saat ini warga mengungsi ke tempat yang dinilai aman. Bahkan beberapa orang diantaranya terpaksa menumpang di rumah sanak saudara karena tidak memiliki tempat tinggal.

"Sekitar lima kepala keluarga (KK) terpaksa menumpang karena warung yang merangkap tempat tinggal mereka selama ini rusak dihantam gelombang," katanya.

Rahmat menambahkan, akibat gelombang tinggi lima perahu nelayan rusak berat sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk melaut. Sebagian besar nelayan saat ini mendaratkan perahunya agar aman dari gelombang.

Sementara hal yang sama menimpa pemilik warung di Pantai Sereg, Apra dan Pantai Lugina di Kecamatan Agrabinta. Total warung yang rusak berat sebanyak delapan warung, dua diantaranya di Pantai Lugina.

Sebelumnya BPBD Cianjur, telah mengimbau warga yang tinggal disepanjang pantai selatan Cianjur, untuk tidak beraktifitas. Bahkan wisatawan dan warga dilarang mendekati bibir pantai seiring gelombang tinggi.

Gelombang tinggi di wilayah selatan Cianjur mulai mengalami peningkatan status. Bahkan kini ketinggian ombak sudah mencapai 4-5 meter. Warga pun diingat untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman dan jauh dari bibir pantai.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, sejak Selasa (24/7/2018) kondisi gelombang tinggi sudah menunjukan peningkatan. Sebelumnya, ketinggian gelombang di sepanjang pantai selatan Cianjur hanya 2 meter, dan belum menjadi ancaman.

"Awalnya di Jawa Timur yang sudah sampai ketinggian 4 meter dan memberikan dampak, sementara Cianjur masih sebatas tidak bisanya nelayan melaut. Tapi kemarin terpantau ada peningkatan status," kata Sugeng.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, gelombang tinggi tersebut akan meningkat statusnya mulai 24 hingga 26 Juli 2018. "Makanya diperkirakan besok akan terjadi puncaknya," kata dia.

Meski begitu, lanjut dia, ancaman bagi warga di lingkungan pesisir pantai sudah ada. Mengingat dengan ketinggian 4 meter, air sudah sampai ke lapak dan warung di pantai. Tidak menutup kemungkinan, air akan sampai ke pemukiman hingga memberikan kerusakan.  

"Sudah sampai ke warung tepi pantai, tapi sebatas banjir rob, tidak ada kerusakan seperti di daerah lain. Potensi tetap ada, apalagi jika puncaknya memang terjadi besok dan gelombang semakin tinggi," ucapnya.

Sugeng menambahkan, pihaknya sudah mengirim sejumlah regu diberangkatkan ke Cianjur Selatan untuk mengawasi dan melakukan langkah antisipasi. Warga yang rumahnya dekat pantai pun mulai mengungsi ke rumah kerabatnya yang dinilai lebih aman.

"Tim sudah berangkat ke sana, untuk mengawasi sepanjang pantai, mulai dari sinar laut, jayanti, dan pantai lain di wilayah selatan. Warga sudah diimbau untuk evakuasi diri ke tempat aman. Kami harap tidak ada dampak besar dari gelombang tinggi ini," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…