Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Ada Pungli dalam Kegiatan Gorol?

Sumbangan pada Kegiatan Rutin Berpotensi Korupsi

Gie

Jumat, 27 Juli 2018 - 07:00 WIB

Karikatur:nandang s/BC
Karikatur:nandang s/BC
A A A

***Aktivis: Beredar Kabar, Selain dari OPD, Sumbangan Bersumber dari Pengusaha yang Berkepentingan dengan Pemkab Cianjur

Beritacianjur.com - KUCURAN sumbangan dari berbagai pihak pada kegiatan ‘Gotong Royong Lobaan’ (Gorol) dinilai berpotensi korupsi. Benarkah?

Ya, itulah yang disampaikan Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar. Menurutnya, baik dana yang bersumber dari sumbangan maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cianjur, untuk kegiatan yang disebut-sebut program unggulan Bupati Cianjur tersebut, wajib diselidiki.

“Harusnya bupati atau pihak Pemkab Cianjur transparan. Jika tidak, maka ini harus diselidiki, dan jika ditemukan penyelewengan, maka harus segera ditindak tegas,“ ujar pria yang karib disapa Ebes kepada Berita Cianjur, Kamis (26/7/2018).

Ebes menilai, kejanggalan penggunaan anggaran pada Gorol sudah sangat jelas. Meski mendapatkan banyak kucuran sumbangan dari masyarakat, dinas, dana desa hingga pihak ketiga, namun ternyata kegiatan Gorol juga menggunakan dana dari APBD Cianjur.

“Kembali lagi ke soal transparan, jika tidak ada transparan, maka wajar muncul dugaan. Ketika ada sumbangan sekaligus masih pakai APBD, bukan tidak mungkin ini akan menjadi peluang korupsi,“ tegasnya.

“Potensi dan peluang korupsinya gini, ketika hendak ada belanja suatu barang, bisa saja kan di SPJ-kan dengan menggunakan APBD, padahal barang tersebut dibeli dengan dana sumbangan,“ sambung Ebes.

Tak hanya itu, Ebes juga menilai, sumbangan dari pihak ketiga untuk Gorol ini pun bisa mengarah kepada pungutan liar (pungli) yang dilakukan Pemkab Cianjur. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, diketahui adanya sejumlah pengusaha atau pihak ketiga yang tengah mengurus perizinan, diwajibkan menyumbang untuk kegiatan Gorol.

“Informasi ini sudah ramai. Logika saja, walaupun sumbangan, tapi ketika hal itu diminta terhadap pihak ketiga yang lagi punya kepentingan tengah mengurus perizinan, maka apa bedanya dengan pungli?” ungkapnya.

Mengacu kepada Undang-Undang, kata Ebes, maka jelas disebutkan bahwa sumber-sumber pendapatan daerah termasuk hibah atau sumbangan, tidak diperbolehkan bersifat pungutan. Apalagi, sumbangan untuk kegiatan Gorol ini bersifat periodesasi atau tidak hanya sekali.

“Acuan dugaan ini juga kami pelajari dari aktivitas yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka selalu aktif menganalisa kasus-kasus pungli yang marak terjadi dan diterapkan di daerah kepada pengusaha,“ ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan. Pihaknya juga mengaku pernah mendapatkan kabar adanya sumbangan untuk Gorol dari pengusaha atau pihak ketiga yang tengah memiliki kepentingan terhadap Pemkab Cianjur.

“Bahasanya memang sumbangan, tapi karena orang dinas meminta sumbangannya kepada pengusaha yang lagi punya kepentingan terhadap Pemkab Cianjur, hal itu mengarah kepada pungutan liar,“ pungkasnya.

Selain dari pengusaha, Rudi juga menyoroti sumbangan dari pihak dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD). “Saya bertanya-tanya, kan sudah dianggarkan di APBD, kenapa dinas masih tetap harus menyumbang, Terus mereka punya dana dari mana? Ini yang janggal,“ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan Gorol yang merupakan program unggulan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, kini mulai disorot publik Cianjur.

Pasalnya, meski mendapatkan banyak kucuran sumbangan dari masyarakat, dinas, dana desa hingga pihak ketiga, namun ternyata kegiatan Gorol juga menggunakan dana dari APBD Cianjur.

Menurut Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar, kabar tersebut diperolehnya dari berbagai sumber informasi termasuk sejumlah pemberitaan di media massa.

Selain janggal, jika sudah ada kucuran sumbangan dari berbagai pihak namun tetap menggunakan APBD, Ebes juga mempertanyakan pertanggungjawaban yang dilakukan bupati atau Pemkab Cianjur.

“APBD itu harus jelas dan perlu SPJ (surat pertanggungjawaban), sementara sumbangan kan gak perlu SPJ. Jadi, apakah benar semua anggaran tersalurkan dengan baik? Atau ada permainan anggaran yang diselimuti dengan menggunakan kata sumbangan?” tegasnya.

“Bupati harus segera menjelaskan hal ini kepada masyarakat. Aparat penegak hukum juga harus bisa menyeledikinya,“ sambung Ebes.

Selain menyoroti terkait penggunaan APBD pada Gorol, Ebes juga mengaitkannya dengan Surat edaran Mendagri No. 188/2010 tentang Penataan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Menurutnya, pada poin 3 disebutkan, peraturan daerah tentang penerimaan sumbangan pihak ketiga dan peraturan kepala daerah yang menetapkan besarnya penerimaan sumbangan kepada pihak ketiga, pada hakikatnya sama dengan Pajak Daerah. Untuk itu segera dihentikan pelaksanaannya serta dicabut agar tidak membuat biaya tinggi dan menghambat peningkatan iklim investasi di daerah

“Dalam surat itu disebutkan kenapa Mendagri menyampaikan hal tersebut. Hal itu sehubungan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), dan untuk melaksanakan Inpres Nomor 3 Tahun 2006 tentang paket kebijakan perbaikan iklim investasi di daerah,” bebernya.

Alhasil, Ebes menilai, kegiatan Gorol yang dianggap bupati menjadi progam unggulan tersebut harus segera diselidiki. Pasalnya, terindikasi adanya penyalahgunaan kebijakan dan anggaran.

“Pakai logika saja, sumbangan banyak, tapi masih pakai APBD, lalu gimana pemanfaatan anggarannya? Gimana pertanggungjawabannya?” tandasnya.

Ebes menyebutkan, pada Tahun 2018, kegiatan Gorol menggunakan APBD sebesar Rp1,6 M. Informasi tersebut, kata dia, diperoleh dari data kegiatan atau pekerjaan yang sudah ditenderkan.

“Di LPSE, ada pengadaan bahan/material kegiatan rehabilitasi/rekonstruksi/pemeliharaan jalan bersama masyarakat sebesar Rp1,6 M. Lokasi kegiatannya di Cijati, Sukanagara, Cidaun, Naringgul, Cibinong, Karangtengah dan Pacet. Ini untuk kegiatan Gorol,“ terangnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, anggaran yang digunakan pada kegiatan Gorol yang janggal sudah mulai disoroti banyak kalangan. Ia berharap agar bupati tidak diam saja dan segera menjelaskan dengan detail kepada masyarakat.

“Ya janggal juga kalo ada sumbangan tapi masih pakai APBD. Bupati harus segera menjelaskan dan tidak bisa diam saja, karena ini berkaitan dengan masyarakat dan uang Negara,“ ucapnya.

Jika bupati hanya diam dengan ramainya pemberitaan terkait kejanggalan Gorol, lanjut Rudi, maka itu bukanlah sikap pemimpin yang baik. Karena masyarakat butuh penjelasan ketika muncul adanya indikasi pelanggaran dan penyelewengan anggaran.

“Wajar kalau sekarang banyak masyarakat yang menduga adanya penyalahgunaan dana pada kegiatan Gorol. Sumbangan ada, APBD dipakai, lalu apa jaminannya kalau semua anggaran benar-benar dimanfaatkan? Jangan-jangan sumbangan itu hanya alasan untuk menutupi penyalahgunaan anggaran,“ pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan bupati atau pejabat Pemkab Cianjur lainnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…