Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pak Bupati, Jangan Diam Saja!

Masyarakat Desak Adanya Penindakan dan Penjelasan

Gie

Senin, 30 Juli 2018 - 07:00 WIB

Karikatur:nandang s/BC
Karikatur:nandang s/BC
A A A

Aktivis: Tak Hanya Gorol dan Megaproyek Campaka, Tapi Masih Banyak Lagi Permasalahan dan Dugaan Korupsi di Cianjur

Beritacianjur.com - SEJUMLAH aktivis mendesak Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar memberikan penjelasan terkait beberapa dugaan korupsi atau sejumlah permasalahan yang terjadi di Cianjur.

Seperti diketahui, selain adanya sejumlah dugaan pelanggaran dan korupsi termasuk di dalamnya persoalan Megaproyek Campaka, hal terbaru, sejumlah aktivis juga mulai menyoroti penggunaan anggaran dalam kegiatan ‘Gotong Royong Lobaan’ (Gorol).

Meski mendapatkan banyak kucuran sumbangan dari masyarakat, dinas, dana desa hingga pihak ketiga, namun ternyata kegiatan Gorol juga menggunakan dana dari APBD Cianjur. Itulah yang dianggap janggal oleh para aktivis.

Ketua Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar menegaskan, persoalan yang terjadi di Cianjur sudah terlalu banyak. Ia berharap Bupati Cianjur tak hanya diam saja dan harus segera memberikan penjelasan terkait semua persoalan yang terjadi.

“Beragam dugaan muncul karena indikasinya memang kuat. Masyarakat bukan mau menuduh, tapi itu bentuk keresahan dan kepedulian. Kalau memang bupati atau pejabat Pemkab Cianjur tak merasa bersalah, coba dong jelaskan. Ini suara rakyat, jangan dianggap enteng. Kalau terus-terusan diam, ini malah aneh dan mengundang tanda tanya besar,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Minggu (29/7/2018).

Tak hanya bupati, Cianjur People Movement juga mendesak agar aparat penegak hukum bisa lebih aktif dalam menyelidiki atau menindak beragam permasalahan yang terjadi di Cianjur. “Dugaan sudah kuat, tapi mengapa tak ada satupun persoalan yang ditindaklanjuti aparat penegak hukum? Ada apa ini?” tegasnya.

Ebes membeberkan, tak hanya Gorol dan Megaproyek Campaka, namun ada lebih dari tujuh kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Cianjur. Beberapa kasus tersebut sudah masuk ke meja penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cianjur. Namun hingga kini belum nampak sebuah titik terang, bagaimana dan sejauh mana penanganan kasusnya.

“Saya sebut lebih dari tujuh itu karena di satu dinas atau lokasi, seperti RSUD, Dinas Kesehatan dan Megaproyek Campaka, itu bisa lebih dari satu kasus. Kasus-kasus ini tak hanya ada yang sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum di Cianjur saja, namun ada juga yang sudah dilaporkan ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan KPK,“ ujar pria yang karib disapa Ebes.

Sederet kasus tersebut antara lain, kasus dugaan korupsi dana BOS di Dinas Pendidikan; pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Cianjur; pengadaan kelapa gading di Dinas Pertanian, Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura; serta pajak penerangan jalan umum (PPJU) di Dinas Perpajakan daerah atau sekarang Badan Pendapatan Daerah.

Kasus dugaan korupsi lainnya yakni pembangunan gedung workshop Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) pada Megaproyek Campaka; dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 di Dinas Kesehatan; dana non kapitasi JKN tahun 2015 di Dinas Kesehatan; serta yang terbaru terkait kejanggalan pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017.

Menurut Ebes, dugaan sejumlah kasus korupsi di Cianjur sudah sangat kuat. Misalnya Megaproyek Campaka yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Ketika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cianjur belum diubah, sambung dia, maka seharusnya tak boleh ada Megaproyek Campaka atau pemindahan ibu kota dari Kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka.

“Itu (Campaka) hanya salah satu contoh bahwa dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat. Dugaan pelanggaran pada kasus lainnya juga tak kalah kuat,“ ucapnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengatakan, jika kritikan dan dugaan penyelewengan sudah banyak muncul bahkan viral di media sosial dan media massa, namun sikap bupati hanya diam saja, maka jangan salahkan jika masyarakat bisa bertindak lebih jauh.

“Sekarang baru kritikan dan menyebutkan adanya dugaan kuat terkait pelanggaran, jika bupati diam saja, maka mungkin aksi dengan jumlah massa yang banyak akan kembali terjadi,“ ucapnya.

Tak hanya menyoroti bupati, Rudi juga mendesak aparat penegak hukum untuk bisa menindak segala bentuk penyelewengan atau pelanggaran tanpa pandang bulu. “Hukum di Cianjur jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Jika ada pelanggaran yang dilakukan Pemkab, harus segera ditindak,“ pungkasnya.

Terkait Gorol, diberitakan sebelumnya, kucuran sumbangan dari berbagai pihak pada kegiatan ‘Gotong Royong Lobaan’ (Gorol) dinilai berpotensi korupsi. Benarkah?

Ya, itulah yang disampaikan Ketua Cianjur People Movement, Ahmad Anwar. Menurutnya, baik dana yang bersumber dari sumbangan maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cianjur, untuk kegiatan yang disebut-sebut program unggulan Bupati Cianjur tersebut, wajib diselidiki.

“Harusnya bupati atau pihak Pemkab Cianjur transparan. Jika tidak, maka ini harus diselidiki, dan jika ditemukan penyelewengan, maka harus segera ditindak tegas,“ ujar pria yang karib disapa Ebes kepada Berita Cianjur, Kamis (26/7/2018).

Ebes menilai, kejanggalan penggunaan anggaran pada Gorol sudah sangat jelas. Meski mendapatkan banyak kucuran sumbangan dari masyarakat, dinas, dana desa hingga pihak ketiga, namun ternyata kegiatan Gorol juga menggunakan dana dari APBD Cianjur.

“Kembali lagi ke soal transparan, jika tidak ada transparan, maka wajar muncul dugaan. Ketika ada sumbangan sekaligus masih pakai APBD, bukan tidak mungkin ini akan menjadi peluang korupsi,“ tegasnya.

“Potensi dan peluang korupsinya gini, ketika hendak ada belanja suatu barang, bisa saja kan di SPJ-kan dengan menggunakan APBD, padahal barang tersebut dibeli dengan dana sumbangan,“ sambung Ebes.

Tak hanya itu, Ebes juga menilai, sumbangan dari pihak ketiga untuk Gorol ini pun bisa mengarah kepada pungutan liar (pungli) yang dilakukan Pemkab Cianjur. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, diketahui adanya sejumlah pengusaha atau pihak ketiga yang tengah mengurus perizinan, diwajibkan menyumbang untuk kegiatan Gorol.

“Informasi ini sudah ramai. Logika saja, walaupun sumbangan, tapi ketika hal itu diminta terhadap pihak ketiga yang lagi punya kepentingan tengah mengurus perizinan, maka apa bedanya dengan pungli?” ungkapnya.

Mengacu kepada Undang-Undang, kata Ebes, maka jelas disebutkan bahwa sumber-sumber pendapatan daerah termasuk hibah atau sumbangan, tidak diperbolehkan bersifat pungutan. Apalagi, sumbangan untuk kegiatan Gorol ini bersifat periodesasi atau tidak hanya sekali.

“Acuan dugaan ini juga kami pelajari dari aktivitas yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka selalu aktif menganalisa kasus-kasus pungli yang marak terjadi dan diterapkan di daerah kepada pengusaha,“ ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan. Pihaknya juga mengaku pernah mendapatkan kabar adanya sumbangan untuk Gorol dari pengusaha atau pihak ketiga yang tengah memiliki kepentingan terhadap Pemkab Cianjur.

“Bahasanya memang sumbangan, tapi karena orang dinas meminta sumbangannya kepada pengusaha yang lagi punya kepentingan terhadap Pemkab Cianjur, hal itu mengarah kepada pungutan liar,“ pungkasnya.

Selain dari pengusaha, Rudi juga menyoroti sumbangan dari pihak dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD). “Saya bertanya-tanya, kan sudah dianggarkan di APBD, kenapa dinas masih tetap harus menyumbang, Terus mereka punya dana dari mana? Ini yang janggal,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…