Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Musim Kemarau, Debit Air di Perairan Jangari Surut

Berpotensi Mengancam Kematian Massal Ikan yang Dibudidayakan di Keramba Jaring Apung

Angga Purwanda

Selasa, 31 Juli 2018 - 20:37 WIB

Musim Kemarau, Debit Air di Perairan Jangari Surut
Musim Kemarau, Debit Air di Perairan Jangari Surut
A A A

Beritacianjur.com - DEBIT air di perairan Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mulai surut hingga mencapai sekitar 20 meter bersamaan musim kemarau.

Kondisi tersebut bisa berpotensi mengancam kematian massal ikan yang dibudidayakan di keramba jaring apung yang ada di perairan itu.

Wakil Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Jangari, Hendrawan, mengatakan, menurunnya debit air di perairan Jangari mulai terpantau sejak awal Juli lalu.

"Iya betul, sekarang air waduk Cirata, satu di antaranya di perairan Jangari sudah mulai surut. Perkiraan penyurutannya mencapai 20 meter. Dampaknya, sektor budi daya ikan berpotensi kena virus dan bisa mabuk karena kurang oksigen (upwelling)," kata Hendrawan, kepada wartawan, Selasa (31/7/2018).

Fenomena upwelling kerap jadi momok menakutkan bagi para pembudi daya ikan di keramba jaring apung Jangari. Kondisi itu terjadi sebagai dampak cuaca ekstrem. Biasanya terjadi karena perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Terjadinya perubahan cuaca itu mengakibatkan limbah pakan di dasar air bermunculan ke atas. Fenomena itu membuat ikan keracunan karena kekurangan oksigen.

Di sisi lain, potensi perikanan di keramba jaring apung Jangari terbilang cukup bagus. Dalam satu hari produksinya minimal bisa mencapai 80 ton dan maksimal 100 ton lebih.

"Para pembudi daya ikan sekarang mulai bersiap mengantisipasi menghadapi kondisi cuaca sekarang," ujarnya.

Surutnya debit air permukaan di perairan Jangari dirasakan juga berdampak terhadap sektor pariwisata. Satu di antara dampaknya, kata Hendrawan, terjadi penurunan jumlah wisatawan karena dengan surutnya debit air permukaan mengakibatkan kualitas air jadi lebih kotor.

"Air sudah mulai kelihatan kotor dan bau sampah yang berserakan di pinggiran waduk. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," bebernya.

Sejauh ini kawasan perairan Jangari masih menjadi menjadi objek wisata tirta andalan di Kabupaten Cianjur. Setiap kali memasuki masa liburan, objek wisata di kawasan timur Cianjur itu sering dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Tak jarang juga dikunjungi wisatawan mancanegara, utamanya dari Timur Tengah.

Satu di antara tolok ukurnya pada liburan Idulfitri lalu sebelum memasuki musim kemarau. Jumlah wisatawan meningkat hampir 30% dibanding hari libur atau hari biasa.

"Sekarang (wisatawan) mulai menurun. Kondisi ini juga yang banyak dikeluhkan para pelaku usaha wisata. Kalaupun ada wisatawan yang datang, mereka enggan menyewa perahu. Ditambah masih minimnya fasilitas sehingga membuat tak nyaman para wisatawan," tandas Hendrawan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…