Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Puluhan Siswa SD Ibu Jenab 2 Belajar di Lantai

Akibat kurangnya fasilitas meja dan kursi untuk belajar

Angga Purwanda

Kamis, 02 Agustus 2018 - 20:33 WIB

Puluhan Siswa SD Ibu Jenab 2 Belajar di Lantai
Puluhan Siswa SD Ibu Jenab 2 Belajar di Lantai
A A A

Beritacianjur.com - PULUHAN siswa SD Negeri Ibu Jenab 2, Cianjur terpaksa belajar di atas lantai. Hal itu dikarenakan sekolah kekurangan fasilitas meja dan kursi.

Saat belajar para siswa tersebut terlihat kesulitan saat menulis materi yang diajarkan, mengingat tak ada alas untuk menyimpan buku tulis.

Beberapa siswa pun tampak tengkurap dan menjadikan lantai sebagai mejanya, beberapa siswa lainnya memaksakan diri untuk tetap duduk dan menempatkan buku di atas paha mereka saat menulis pelajaran.

Kepala SDN Ibu Jenab 2, Sukardi, mengatakan terkait adanya salah satu dari 12 kelas yang sisanya harus belajar di atas lantai tanpa meja dan kursi.

Hal itu dikarenakan pihak sekolah tidak memiliki fasilitas yang cukup pasca kepindahan.

"Iya sejak pindah dari lokasi sebelumnya di Jalan Moch Ali ke Jalan Pangeran Hidayatullah bersama sekolah lain juga, ada kelas yang kondisinya begitu, siswa terpaksa belajar di lantai," ujar Sukardi, kepada wartawan,  saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/8/2018).

Bahkan, menurutnya, di awal kepindahan pada April 2018, ada dua kelas yang kondisinya begitu. Namun pihak sekolah berinisiatif untuk menggunakan dulu meja dan kursi di ruang guru untuk digunakan para siswa.

Sukardi menjelaskan, kondisi itu terjadi lantaran sebelum pindah, siswa kelas 2 belajar di siang hari, bergantian dengan kelas 1 yang masuk pagi lantaran kekurangan ruang kelas.

Sementara saat pindah, pihak orangtua memberikan syarat agar semua murid masuk pagi atau para siswa tidak akan ikut pindah ke lokasi yang baru.

"Jadi semuanya dipagikan, tapi karena kekurangan mabeler, jadinya untuk kelas 6,khususnya sekarang ini kelas 6B belajar di atas lantai," kata dia.

Dia mengaku sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur agar segera menambah fasilitas yang ada, namun hingga beberapa bulan setelah kepindshan masih belum terealisasi.

Sukardi khawatir, kondisi tersebut akan mengganggu kualitas belajar siswa, mengingat siswa tak maksimal dalam belajar dan menerima pelajaran.

"Kami harap bisa segera ada penambahan mabeler, kasihan kalau begitu terus. Selain meja dan kursi untuk siswa juga untuk guru, mengingat ada yang digunakan untuk salah satu kelas yang sebelumnya juga tak memiliki fasilitas serupa,"  kata dia.

Selain fasilitas meja dan kursi, dia juga mengharapkan pembangunan gedung penunjang segera dituntaskan.  Pasalnya hingga saat ini, rencana ada fasilitas gedung laboratorium, masjid, perpustakaan, dan lainnya pun belum ada.  

Bahkan, ungkap dia, saat ini sarana listrik pun sangat terbatas,dimana satu KWH digunakan untuk tiga sekolah yang dipindahkan ke lokasi tersebut. Akibatnya aliran listrik tidak kuat dan sering mati.

Para guru pun tidak bisa menggunakan fasilitas seperti proyektor dan komputer untuk menunjang pembelajaran.

"Kami harap bisa segera diselesaikan semua kekurangannya. meskipun sekarang ruang kelas sudah lebih banyak, tapi sarana penunjang lainnya belum ada. Terutama perpustakaan, UKS, dan lab. Listrik juga masih berbagai dengan dua sekolah lainnya. Bagaimanapun kalau  pihak sekolah hanya menjalankan kebijakan dari pimpinan dan memaksimalkan kondisi yang ada untuk pembelajaran para siswa," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…