Kamis, 16 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

Apip Samlawi

Jumat, 03 Agustus 2018 - 07:00 WIB

Foto: Apip Samlawi/BC
Foto: Apip Samlawi/BC
A A A

Beritacianjur.com - MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui sebelum musibah ataupun cobaan itu datang, pastinya semua akan berusaha untuk menghindarinya.

Pasangan suami istri (Pasutri) Agus Nata (48) dengan Eti Rohaeti (43),  Warga Kampung Parungbitung, RT 01/01, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur tengah dirundung pilu.

Belum lama ini, kedua pasangan sejoli itu mendapat musibah besar, usaha kulub tutut yang sudah lama dirintisnya selama bertahun tahun mengalami gulung tikar. Tak hanya itu, keduanya terpaksa harus berurusan dengan pihak aparat kepolisian. Gara garanya, kulub tutut yang diproduksinya mengakibatkan warga keracunaan masal.

Kejadian ini berawal pada Minggu (28/7) lalu. Sejumlah warga di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung barat seusai mengkonsumsi kulub tutut yang diproduksinya mengalami keracunan, bahkan hingga ada yang meninggal dunia. Kejadian tersebut sontak membuat geger, hingga informasi sampai ke telinga aparat kepolisian, pedagang dan penjual tutut mentah itupun akhirnya diamankan.

Pertama kali mendegar kabar tersebut Agus mengaku sangat kaget. Pasalnya kulub tutut produksinya, yang dikemas dalam kantong plastik transparan tak hanya beredar di Kabupaten Cianjur, tapi oleh pedagang asongan keliling, kulub tutut dijajakan  kesetiap pelosok kampung di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat.

“Selama memproduksi kulub tutut, belum pernah ganti cara olahan. Mulai dari bumbu, cara membasuh tutut mentah hingga proses mengemas semua dilakukan seperti biasanya,”ujar Agus sambil mengerutkan dahi, heran karena belum bisa mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan keracunan masal kepada wartawan, belum lama ini.

Dengan adanya itu, pihaknya meminta maaf kepada semua pihak, terutama pada warga Sukabumi dan Bandung Barat, yang mengalami keracunan hingga meninggal dunia akibat mengkonsumsi kulub tutut hasil olahannya.

“Sama sekali ini tidak ada usur kesegajaan Kang. Mungkin ini memang cobaan buat saya  berserta keluarga dan pedagang lainnya,”ucapnya seraya mengungkapkan niatnya untuk tidak lagi melanjutkan usahanya memproduksi kulub tutut.

“Tidak akan berjualan lagi kulub tutut Kang. Mau alih profesi saja berjualan pisang goreng atau usaha lainnya,”kata Agus yang diamini istrinya  Eti Rohaeti.

Dilain pihak, Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina menambahkan, memang benar adanya bahwa Pasutri Agus Nata dan Eti Rohaeti,  telah lama memproduksi kulub tutut dan selama itu belum pernah mendengar adanya keracunan akibat mengkonsum kulub tutut hasil produksinya.

Namun kemarin, sempat mengagetkan pihakya, karena  warga Kabupaten Sukabumi dan warga Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan masal hingga ada yang meninggal dunia, akibat mengkonsum kulub tutut hasil produksi Pasutri Agus dan Eti.   

Dengan adanya itu, pihaknya ikut prihatin pada Pasutri Agus dan Eti yang telah mendapat musibah, tentu saja semua itu bukan unsur sengaja. Selain itu pihaknya mohon maaf dan ikut bela sungkawa pada seluruh korban keracunan masal yang meninggal dumia maupun yang selamat.

“Semoga saja kejadian tersebut, menjadi suri tauladan, untuk semua pihak, khusnya pada Pasutri Agus dan Eti, lebih baik cari pekerjaan lain selain memproduksi kulub tutut,”ucap Cepi Agustina kemarin. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Aktualita 03/08/2018 07:00 WIB

Pemkab Dinilai Arogan, Warga Jadi Korban

LAHAN bersertifikat milik warga dibongkar pemerintah, namun gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Kecamatan Campaka yang belum mengantongi izin dibiarkan saja. Kok bisa?