Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

Staf Khusus Presiden Jokowi Gagal Bertemu Kajari Cianjur

Nuki Nugraha

Senin, 13 Agustus 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

*** Tiga Hari Blusukan di Cianjur, Tim Nawacita Jokowi Serap Aspirasi Masyarakat

Beritacianjur.com - KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah di Cianjur. Benarkah?

Ya, untuk menggali lebih dalam informasi tersebut, salah satu Tim Nawacita, Ruri Jumar Saef yang mewakili Joko Daryanto -adik kandung Jokowi, mencoba menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cianjur, Kamis (9/8/2018) lalu. 

Sayang, Ruri gagal menemui Kajari Cianjur. Padahal, tim yang kerap melakukan blusukan ke pelosok daerah itu, selain bersilaturahmi dengan kajari, pihaknya juga bermaksud ingin menyampaikan secara langsung sejumlah keluhan terkait penegakan hukum hasil menjaring aspirasi masyarakat.

"Tidak bisa bertemu dengan kajari, padahal beliau ada di kantor, mungkin beliau sedang sibuk," ungkap Ruri yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi, dengan ekspresi yang terlihat kecewa, belum lama ini.

Menurutnya, bertemu secara langsung dengan kajari sangat diperlukan. Apalagi hasil penjaringan aspirasi masyarakat di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Harjasari, Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong pada Selasa (7/8/2018) lalu, terlontar kalimat “korupsi dan pungutan liar di Cianjur terpantau ramai lancar.

"Ini maksudnya apa kok ada istilah 'terpantau ramai lancar'? Sehubungan aspirasi itu saya perlu bertemu dengan Kajari Cianjur," ujarnya.

Meski begitu, Ruri menegaskan, pihaknya hanya sebagai kepanjangan tangan masyarakat dalam penyampaian aspirasi. Sebab, soal penegakan hukum yang tercantum dalam program Nawacita Presiden, tentu untuk mewujudkannya diperlukan peran aktif semua pihak.

"Mau ditindaklanjuti atau tidak itu kan kewenangan kajari. Selain itu, seluruh hasil blusukan akan saya sampaikan kepada presiden. Sayang saya tidak bisa bertemu dengan kajari," tegas Ruri.

Terkait hal itu, pihak kajari belum bisa dikonfirmasi. Petugas piket di penerimaan tamu pun tidak dapat memberikan penjelasan. "Sebaiknya langsung ke Kasi Intel, tetapi saat ini sedang tugas luar," ucap salah satu petugas piket. 

Temui Petani Penggarap di Desa Cintaasih

Kegiatan blusukan Tim Nawacita di Cianjur berlangsung selama tiga hari. Ruri bersama timnya pada Selasa (7/8/2018), meninjau ke Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong. Di sana, mereka bersilaturahmi dengan petani pengarap lahan HGU eks PT Harjasari.

Pantauan lapangan, kegiatan blusukan dihadiri puluhan warga sekitar, petani penggarap dan tokoh masyarakat. Saat pertemuan tersebut, mereka mengungkapkan segudang permasalahan dan harapannya kepada Ruri. Bahkan para petani penggarap, tanpa sungkan menagih janji presiden soal realisasi program Nawacita.

Seorang petani penggarap, Aki Ece (72) mempertanyakan status tanah garapan yang telah mereka kelola hingga saat ini, apalagi banyak yang mengaku memiliki lahan tersebut. Ia berharap janji Jokowi terkait sertifikasi tanah gratis dapat terealisasi di eks HGU.

"Kami ingin ada kepastian kepemilikan lahan, sehingga bisa tenang dalam mengelola lahan. Kami titipkan harapan kami," ungkapnya.

Menanggapi permintaan dan pertanyaan warga, Ruri menjelaskan, blusukan dilakukan untuk menggali informasi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat terkait sejumlah program utama pemerintah pusat di daerah. Melalui program Nawacita, Jokowi telah melaksanakan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah.

“Pada infrastruktur jalan, presiden telah membangun jalan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Jawa, Trans Sulawesi dan Trans Papua. Presiden pun membangun pelabuhan untuk integrasikan program tol laut di seluruh Indonesia,” katanya.

Presiden Jokowi, lanjut Ruri, meluncurkan program cetak sawah dan dilaksanakan untuk membuka 1 juta hektar sawah baru di luar wilayah Jawa. Rehabilitasi jaringan irigasi desa seluas 3 juta hektar dan program pemberian sertifikasi gratis (land reform) 9 juta hektar.

"Tak hanya itu, Jokowi juga membangun 64 bendungan di seluruh indonesia serta penyediaan listrik 35.000 MW untuk menjadikan indonesia terang," tuturnya.

Ruri memastikan, semua keluhan dan aspirasi warga akan disampaikan langsung kepada presiden. Berbagai program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat, presiden akan memberikan sertifikat gratis," sebutnya.

Meski begitu, sambung Ruri, masyarakat harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku dalam mengajukan sertifikat gratis. Salah satunya melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi desa.

Ruri berharap, program pemerintah pusat juga merambah pada pembangunan SDM dan para kepala daerah proaktif menyambut program pusat. "Pemanfaatan dan pengelolaan lahan tidur menjadi produktif agar petani dapat sejahtera di tanahnya sendiri dengan memberikan status kepemilikan tanah yang sah kepada petani penggarap," paparnya.

Kunjungi Situs Megalithikum Gunung Padang

Masih di hari yang sama, selepas bertemu dengan petani penggarap, tim melanjutkan aksi blusukannya. Kali ini lokasi Situs Megalitikum Gunungpadang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka jadi tujuan tim.

Sekitar pukul 14.30 Wib, Ruri bersama tim menginjakkan kaki di pelataran parkir lokasi situs. Tak menunggu lama, Ruri langsung bergegas naik ke lokasi situs batu megalitikum yang disebut-sebut tertua di dunia.

Beberapa kali tim tampak terhenti sejenak saat harus meniti ratusan anak tangga menuju lokasi situs. Kendati napas tersengal-sengal, tim akhirnya berhasil tiba di teras pertama situs.

Di teras pertama, dekat gundukan batu yang kerap disebut Batu Masigit, Ruri bersama timnya beristirahat. Pada kesempatan itu, sambil melepas lelah Ruri berbincang dengan Juru Pelihara (Jupel) Situs Gunung Padang.

Setelah mendengar pemaparan soal situs dari Jupel, Nanang, Ruri memberi masukan pada mereka soal pemasangan papan informasi di lokasi, khususnya yang bisa menginformasikan bahwa para pengunjung memang berada di lokasi Situs Megalithikum Gunung Padang.

"Bagusnya di sekitar lokasi ada papan informasi buat pengunjung. Tidak perlu detail, tapi paling tidak bisa memberikan kesan atau tanda kalau pengunjung memang berada di lokasi situs," kata Ruri.

Selepas waktu Ashar, Tim Nawacita akhirnya turun dari lokasi situs dan bergegas melanjutkan kembali giat blusukan ke daerah lainnya, menyerap aspirasi masyarakat Cianjur. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…