Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

good news

KAPOLDA: Basmi Miras Juga Bergantung Kultur Masyarakat

Oleh: Misbah Hidayat - Selasa 08 September 2015 | 12:00 WIB

KAPOLDA: Basmi Miras Juga Bergantung Kultur Masyarakat

kapolda jabar/arlan/BC

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Polda Jabar bersiap akan memberantas peredaran miras karena dampaknya yang membahayakan.  Upaya pencegahan maupun penindakan hukum itu sekaligusnya untuk melenyapkan miras oplosan yang selama ini telah merenggut nyawa.

 

“Miras itu sangat berbahaya apalagi kalau dioplos sehinggaTak kita berusaha untuk memberantasnya secara optimal. Upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas penegakan hukum namun juga pencegahannya,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol. Moechgiyarto saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Cianjur, kemarin.

 

Beragam cara dilakukan guna memerangi miras baik melalui patrol skala besar, patroli beranting maupun pos mobile. Bahkan, setiap bhabinkambtibmas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi miras.

 

“Sudah banyak yang kita kerjanya untuk memerangi miras ini dengan memberikan penyuluhan hingga penyampaian informasi tujuannya agar memahami bahaya miras itu. Harapannya agar tidak ada lagi berita-berita yang berkaitan dengan korban meninggal karena mengkonsumsi miras,” bebernya.

 

Ia menambahkan tak segan-segan untuk menindak oknum yang membekingi peredaran miras ilegal karena cukup membahayakan. Selain itu dia berharap adanya partisipasi masyarakat karena keterbatasan personel kepolisian dalam mengawasi peredaran miras.

 

“Kita akan tindak tegas terhadap oknumnya tentu saja sesuai aturan. Namun  kita membutuhkan partisipasi masyarakat dalam memberantas miras ini karena keterbatasan sumber daya,” imbuhnya.

 

Berusaha memerangi miras baik preventif maupun penegakkan hukum, pemusnahan. Patrol skala besar, patroli beranting, pos mobile bhabin penyuluhan itu barang berbahaya apalagi dioplos. Sudah disampaikan semua, kembali kepada budaya masyarakat.

 

Keterbatasan sumber daya sehingga butuh partisipasi masyarakat, itu harapannya sehingga tidak ada lagi berita-berita yang meninggal dunia karena miras ini. Kita akan tindak, kita sesuai aturan. kalau ada yang membekingi, uu lembek sehingga buat jera itu kurang. Peminum bisa dijerat pasal 509 tapi itukan tindak pidana ringan.  Bagaimana kembali kepada keinginan masyarakat.

 

Bahkan, ia tak menampik jika kendala terbesar yang dihadapi saat ini berkaitan rendahnya hukumnya terhadap pelaku. Walaupun didalamnya peminum juga bisa dijerat dengan hukum. Hanya saja sesuai ketentuan hukum itu semua termasuk dalam kategori tindak pidana ringan (tipiring).

 

 "Permasalahannya miras ini kan aturan undang-undangnya boleh dikatakan lembek. Sehingga  tidak membuat efek jera terhadap pelakunya meskipun peminum juga bisa dijerat hukum. Soal itu mau diperberat hukumannya itu dikembalikan kepada budaya masyarakat, kita kan bekerja sesuai aturan,” pungkasnya. (ree)

Komentar