Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Tahun Depan Pemerintah Prioritaskan Program KUR

Oleh: Nuki Nugraha - Selasa 08 September 2015 | 17:00 WIB

Tahun Depan Pemerintah Prioritaskan Program KUR

net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Dinilai mampu mendorong pembiayaan pelaku sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pada tahun 2016 mendatang  program Kerdit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu program yang diprioritaskan pemerintah pusat.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, KUR selama ini dinilai signifikan untuk mendorong pembiayaan pelaku usaha sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). "KUR akan menjadi program yang besar, dan akan melibatkan koordinasi strategis dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan,"ujar Darmin di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

 

Menurut Darmin, program KUR juga sejalan dengan keinginan pemerintah mendorong keuangan inklusif. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi aliran dana asing dalam pasar keuangan domestik.

 

Lantaran, selama ini ketergantungan terhadap aliran dana asing juga dinilai membuat Indonesia rentan dengan imbas negatif dari krisis ekonomi global. "Persoalan Indonesia adalah rentan dengan gejolak ekonomi dunia. Itu hulunya adalah karena kita terus mengundang dana asing masuk. Makanya kita bisa mengundang dana masyarakat. Kalau penanaman modal, sudah pasti kita perlu investor asing. Tapi apakah perlu sebanyak itu (peranan asing) dalam membeli saham?," ujar Darmin.

 

Seperti diketahui, aliran dana investor asing masuk ke pasar modal Indonesia sempat tembus Rp 42,59 triliun pada 2014. Akan tetapi, aliran dana investor asing di pasar modal cenderung susut bahkan minus. Dana investor asing sudah keluar dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 7,5 triliun sepanjang 2015.

 

Sebelumnya juga pemerintah telah menetapkan akan menyediakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 30 triliun untuk menggenjot kinerja sektor riil. Dana itu akan dibagi pada empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana tersebut akan dialokasikan untuk kredit mikro sebesar Rp 20 triliun, ritel sebesar Rp 9 triliun, dan tenaga kerja Indonesia sebesar Rp 1 triliun. (net)

Komentar