Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Dia Sejumlah 'Plesiran' Wakil Rakyat Yang Bikin Heboh

Fl/bc.com/bbs

Selasa, 08 September 2015 - 15:08 WIB

Fadli Zon selfie dengan Donald Trumph saat berkunjung ke AS...
Fadli Zon selfie dengan Donald Trumph saat berkunjung ke AS...
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA.-- Kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke luar negeri kembali menuai cibiran publik. Kali ini bahkan sungguh-sungguh menjadi blunder karena lawatan ‘kontroversial’ itu dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto dan salah satu wakilnya, Fadli Zon.
 

Kecaman pun langsung datang dari berbagai pihak. Namun sesungguhnya ini bukan kali pertama publik menggunjingkan kunjungan kerja DPR ke luar negeri. Banyak kritik terlontar, menyebut berbagai lawatan itu alih-alih untuk kepentingan kerja parlemen, justru menjadi semacam ajang pelesiran –yang celakanya ekuivalen dengan terhamburnya anggaran negara.

Berikut sejumlah catatan kegiatan kunjungan kerja ke luar negeri para wakil rakyat yang menuai reaksi keras dari publik, seperti dihimpun oleh CNN Indonesia:
 

Maroko, September 2010

Kunjungan kerja ke Maroko pada akhir September 2010 menjadi sorotan luas setelah pengakuan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mencengangkan. Saat itu Ahok masih menjabat anggota DPR dari Fraksi Golkar.
 

Ia menjadi bagian dari delegasi Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI dan Parlemen Maroko. Bersama rombongannya, Ahok pun terbang ke Maroko di Afrika Utara.

Namun sesampainya di negeri orang, Ahok geram lantaran sejumlah rekan serombongannya memanfaatkan duit dinas untuk pelesiran ke negeri matador, Spanyol.

"Nyolong waktu, nyolong duit, lari ke Spanyol bawa uang dobel. Namanya kerjasama antarparlemen dengan Maroko, kok jalannya ke Spanyol?" ujar Ahok, kesal.

Yunani, Oktober 2010
 

Sekitar sebulah berselang setelah insiden lawatan ke Maroko itu, tepatnya Oktober 2010, 11 anggota Badan Kehormatan DPR berserta beberapa staf mereka melakukan kunjungan kerja ke Yunani di tenggara Eropa.
 

Mereka menyebut kunjungan itu dilakukan dalam rangka menyempurnakan tata tertib dan kode etik DPR, dan Yunani dipilih dengan alasan merupakan negara demokrasi tertua di dunia, yang etika anggota parlemennya di sana patut ditiru.
 

Entah alasan itu masuk akal atau tidak, yang jelas kunjungan itu menuai badai kritik karena dianggap tak terlalu penting untuk dilakukan.
 

Tekanan publik akhirnya membuat Ketua DPR saat itu, Marzuki Alie, angkat bicara. Dia menyatakan kunjungan kerja Dewan ke luar negeri perlu ditata dan disesuaikan kembali demi efisiensi anggaran.
 

Menurut Marzuki, penyempurnaan aturan bukan hanya diperlukan bagi alat kelengkapan dewan, tetapi juga sebagai pedoman bagi pimpinan DPR yang akan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap rencana kunjungan tersebut.
 

Inggris, Mei 2011
 

Di tengah masa reses anggota Dewan, Mei 2011, sebanyak 13 anggota Komisi X Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah; serta anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR, berangkat ke Inggris untuk melakukan kunjungan kerja.
 

Masalah dimulai ketika mereka, untuk memanfaatkan sisa hari terakhir kunjungannya, memilih untuk menyambangi Stadion Old Trafford yang menjadi kandang klub sepak bola dunia Manchester United.

Keputusan untuk bertandang ke markas Setan Merah itu disepakati rombongan setelah mereka ‘mati gaya’ tak punya kegiatan di London.
 

Wakil Ketua BURT DPR saat itu, Indrawati Sukadis, menyatakan rekan-rekannya mengusulkan agar mereka berkunjung ke Old Trafford. Indrawati selaku pimpinan rombongan pun menyetujui ide itu sehingga berangkatlah 13 orang delegasi DPR di Inggris itu ke Old Trafford.
 

Di luar soal Old Trafford itu, para anggota DPR tersebut sesungguhnya pergi ke Inggris untuk studi banding mekanisme rumah tangga parlemen di negeri itu. Mereka yakin hal itu dapat meningkatkan sekaligus menguatkan kinerja DPR dalam melayani rakyat.

 

Australia, April-Mei 2011
 

Kunjungan ke Negeri Kanguru ini dilakukan oleh 16 anggota Komisi VIII Bidang Agama dan Sosial DPR untuk menggodok Rancangan Undang-Undang Fakir Miskin. Mereka mengagendakan dialog dengan pejabat-pejabat Australia mengenai fasilitas jaminan sosial di sana.
 

Namun ketika itu Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia menilai kunjungan kerja tersebut tak memetik banyak manfaat alias sia-sia, dan memboroskan anggaran negara.

Menurut PPIA, menyusun RUU Fakir Miskin tak harus sampai bertandang ke Australia. Apalagi, sindir mereka, banyak di antara anggota Dewan itu yang tak fasih Bahasa Inggris. Materi-materi yang dipaparkan pejabat Australia pun sesungguhnya dapat diambil lewat internet.
 

Jerman, November 2012
 

Rombongan Badan Legislasi DPR berkunjung ke negeri Der Panzer pada November 2012 untuk mengkaji penyusunan RUU Keinsinyuran.
 

Di Jerman, kegiatan para wakil rakyat mendapat ‘pengawalan’ ketat dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Berlin. Para pelajar mengkritisi kegiatan itu sebagai agenda mubazir dan ‘salah alamat.’

"Pertemuan dengan Deutsches Institut fur Normung bisa dibilang salah alamat karena DIN itu lembaga untuk standardisasi 'produk', bukan standardisasi profesi seperti yang menjadi agenda utama anggota DPR," kata Ketua PPI Berlin Yoga Kartiko kala itu.

 

Perancis dan China, Desember 2012
 

Lawatan ke Perancis dan China pada 10-16 Desember 2012 dilakukan secara terpisah oleh dua rombongan anggota Komisi IV Bidang Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan DPR.
 

Kunjungan dalam rangka menyusun RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan itu ditaksir menghabiskan dana lebih dari Rp1,2 miliar, dan memicu perdebatan karena tak semua anggota DPR setuju dengan kunjungan kerja it. (fl/bbs)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2018

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2018 di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Warga Terdampak Banjir di Ciadun Kembali Tempati Rumah

WARGA di sejumlah kampung di Desa Kertajadi dan Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi akibat perkampungannya diterjang banjir bandang sudah kembali ke rumah mereka.

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

RATUSAN keluarga dievakuasi karena meluapnya air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun. Sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul tertutup longsor, akibatnya arus lalulintas di ruas…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Polres Cianjur Siap Gelar Ops Patuh Lodaya 2018

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas Polres Cianjur akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018, mulai Kamis (26/4/2018) hingga Minggu (6/5/2018).

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…