Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:53

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Fase Kronis, 4,3 Juta Warga Indonesia Keranjingan Narkoba

Oleh: Disma M. Taryum - Rabu 09 September 2015 | 07:20 WIB

Fase Kronis, 4,3 Juta Warga Indonesia Keranjingan Narkoba

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menyebutkan, saat ini Indonesia sudah masuk dalam fase kronis  penyalahgunaan narkoba. Tercatat sebanyak 4,3 juta orang ketergantungan narkoba. Jumlah ini setara 2,2 persen penduduk Indonesia. Kerugianan materil karena narkoba mencapai Rp 63 triliun. Meliputi biaya belanja narkoba, rehabilitas, perkiraan harga barang yang dicuri dan biaya operasional.

 

“Pelaku bukan hanya kalangan dewasa, tapi juga remaja dan anak-anak,” kata orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu saat melantik Komisaris Jenderal Budi Waseso sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (8/9).

 

Menurutnya, para sindikat narkotika memahami bahwa Indonesia menjadi pasar empuk peredaran barang laknat itu. Hal ini mengingat kondisi geografis maupun demografis. Bahkan, kata Haiti, saat ini Indonesia saat ini bukan hanya dikenal sebagai negara konsumen. Tapi, juga sebagai negara penghasil narkoba.

 

“Itu terungkap dengan beberapa kali pengungkapan narkoba oleh BNN dan Polri,” kata Haiti.

 

Karenanya, dia berharap BNN di bawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso dapat memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Koordinasi dengan instansi terkait harus ditingkatkan. Haiti mengatakan, kejahatan narkoba harus mendapatkan atensi serius dari semua kalangan.

 

Pemerintah pun sudah mendeklarasikan perang terhadap narkoba. Karenanya, narkoba harus dibasmi hingga ke akar-akarnya. “BNN  harus mampu memberantas narkoba dengan baik,” kata Haiti.

 

Dampak narkoba sangat tidak baik untuk perkembangan masyarakat, misalnya penelantaran anak dan keluarga, ancaman kematian akibat over dosis, bahkan putus sekolah. “Kejahatan narkoba membuat efek ketergantungan dan degradasi moral,” katanya. (net)

 

Komentar