Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:41

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Harga Cabe Rawit Makin "Menggigit"

Oleh: Angga Purwanda - Sabtu 08 Agustus 2015 | 01:10 WIB

Harga Cabe Rawit Makin

BERITACIANJUR.COM – Dampak kemarau ekstrim yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, kian meluas. Harga sejumlah komoditas hampir di semua pasar tradisional naik tajam, yang diduga terjadi akibat berkurangnya pasokan dari petani menyusul kekeringan yang terjadi dimana-mana belakangan ini.

 

Dampak paling besar antara lain dialami komoditi beras dan cabai rawit merah. Akibat penurunan produksi di tingkat petani, saat ini harga beras di pasaran mengalami lonjakan kenaikan yang cukup tajam.

 

"Akibat dampak kemarau ini, produksi beras kurang. Harga beras di pasaran naik hingga 100 persen," kata M Ridwan, salah seorang penjual beras di bilangan Jalan KH Hasyim Ashari, Jumat (7/8).

 

Ridwan menuturkan, akibat minimnya pasokan dari pabrik penggilingan, harga beras kualitas super yang sebelumnya hanya Rp9 ribu per kilogram, naik menjadi Rp12 ribu per kilogram.Sedangkan harga beras kualitas sedang yang harga semula Rp 8 ribu, naik  menjadi Rp11 ribu per kilogramnya.

 

"Akibat kondisi ini, penjualan kita sedikit menurun. Sebelumnya, bisa menjual hingga 300 kilogram, kini hanya mampu menjual setengahnya," katanya.

 

Kenaikan serupa juga dialami komoditas cabai rawit merah. Saat ini, harga dipasaran sudah menembus angka Rp 60 ribu per kilogramnya.

 

"Kini harganya Rp60 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp30 ribu per kilogram. Ini terjadi karena pasokan dari petani kurang," kata Fadil, ssalah seorang penjual cabai di Pasar Induk Cianjur.

 

Lonjakkan harga beras dan cabai rawit merah yang cukup pantastis ini dikeluhkan sejumlah pembeli. Ratna (28) misalnya, warga Cimaya, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur itu dibuat repot akibat kenaikan harga beras dan cabai. Akibat kenaikan tersebut, ia terpaksa harus menambah anggaran belanja sehari-hari.

 

"Kita minta harga-harga dapat kembali normal, karena kenaikan ini jelas akan merugikan warga dan penjual," kata Ratna. ***

Komentar