Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:04

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Kondisi Udara Cianjur (Masih) Normal

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 09 September 2015 | 07:40 WIB

Kondisi Udara Cianjur (Masih) Normal

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cianjur menilai kondisi lingkungan di Kabupaten Cianjur dalam kondisi layak. Hal itu berdasarkan hasil laboratorium PAM Bandung dan ITB.

 

Kasubag Fasilitas dan Advokasi Sengketa Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cianjur, Tedy Kusnandar mengatakan, berdasarkan laporan pemeriksaan dan hasil pengecekan yang dilakukan oleh BLHD, kondisi lingkungan Cianjur secara keseluruhan dari pengecekan udara dan air tetap baik, diatas standar batas ambang pencemaran.

 

“Kondisi lingkungan Cianjur dari pencemaran terpantau masih baik berkisar 80 persen,” ujar Tedy, kepada “BC”, Selasa (8/9).

 

Dijelaskan Tedy, tidak ada lokasi di Cianjur yang pencemarannya membahayakan. Pasalnya BLHD Cianjur, ucap dia, secara rutin mengarahkan masyarakat di beberapa desa dan sekolah untuk menjaga lingkungan hidup dengan memilah sampah dan menyediakan fasilitas.

 

“Enam bulan sekali pihak PAM Bandung beserta BLHD Cianjur melakukan pengecekan secara rutin terhadap fasilitas udara dan air di Cianjur. Hasilnya masih positif dan baik,” ungkapnya.

 

Tedy menuturkan, masyarakat Cianjur agar  menghindari pembakaran sampah yang menimbulkan polusi udara yang tidak sehat, lebih baik sampah dijadikan kompos untuk sampah organik dan sampah anorganik dapat diolah dan menghasilkan pemasukan.

 

“Contohnya dengan membuat lubang biopori di halaman rumah tinggal. Selain berfungsi untuk mengurai sampah organik juga bermmanfaat sebagai jalur penampung air saat hujan,” ucapnya.

 

Tedy mengungkapkan, pengawasan lingkungan lewat pengontrolan limbah. BLHD Cianjur memberikan standar khusus terkait izin dan laporan berkala tentang pengolahan limbah. Sebulan sekali dilakukan pengecekan dan enam bulan sekali pihak pengelola bisnis dan industri setu semester sekali.

 

“Perusahaaan sudah ada IPLC dan dilihat terlebih dahulu dengan baku mutu yang berada diambang batas, instalasi pengolahan limbah sesuai standar baku, IPAL selesai. Apabila tidak akan ditegur dan didenda meskipun secara sanksi ada ditingkat provinsi,” katanya. (gap)

Komentar