Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:13

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Sawah Cibeureum Jadi Perumahan, Petani pun Menganggur

Oleh: Asri Fatimah - Rabu 09 September 2015 | 09:30 WIB

Sawah Cibeureum Jadi Perumahan, Petani pun Menganggur

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CUGENANG – Sejumlah lahan pertanian di Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang menjadi incaran pengusaha properti. Sontak proses alih fungsi lahan tersebut disesalkan sejumlah kalangan karena mengancam mata pencaharian warga.

 

Selama ini warga Desa Cibeureum sebagian besar bekerja sebagai petani penggarap di lahan milik warga luar wilayah. Walhasil dengan adanya proses alih fungsi tersebut mengakibatkan warga kehilangan pekerjaan yang sudah puluhan tahun dijalaninya.

 

Menurut Usep Saepudin (40), sebagai petani penggarap sangat menyayangkan proses alih lahan pertanian menjadi perumahan. Pasalnya, jika sawah yang selama ini menjadi garapannya ditiadakan maka dengan sendirinya akan penghasilan untuk menafkahi anak dan istri.

 

"Saya harap tidak ada lagi alih fungsi lahan menjadi perumahan seperti yang terjadi setahun lalu. Soalnya masih banyak yang dapat penghasilan dari lahan pesawahan bukan hanya saya saja. Tahun ini saja tak bisa lagi dimanfaatkan karena sudah di jadikan perumahan," katanya, Selasa (8/9).

 

Kasi Pemberdayaan Desa Cibeureum, Nyanyang Koswara, mengatakan hingga saat ini sudah 7 ribu meter lahan pesawahan yang berubah menjadi perumahan elit. Investor lebih tertarik memanfaatkan lahan pertanian untuk berbisnis properti. Sederhananya, posisi yang strategis karena berada di pinggiran jalan tepatnya akses jalur utama. 

 

"Sekarang saja  sudah banyak para investor yang mengincar lokasi yang lahannya pesawahan. Beda lain kalau lahan daratan itu tidak banyak yang tertarik karena lokasi masuk ke pemukiman penduduk, jauh dari jalan utama” ujarnya. 

 

 Kontan saja akibat gencarnya proses alih fungsi tadi maka dengan sendirinya petani kehilangan pekerjaannya. Selama ini sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya menggarap sawah milik orang lain karena tidak memiliki keahlian lain. 

 

"Kalau sudah di jual oleh pemiliknya, para petani penggarap bisa apa lagi, terlebih juga pemilik lahan sawahnya mayoritas bukan asli milik para petani. Jadi sewaktu waktu kalau dibutuhkan pasti dijual apalagi ada pembelinya,” terangnya. (ree)

Komentar