Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Sawah Cibeureum Jadi Perumahan, Petani pun Menganggur

Asri Fatimah

Rabu, 09 September 2015 - 09:30 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CUGENANG – Sejumlah lahan pertanian di Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang menjadi incaran pengusaha properti. Sontak proses alih fungsi lahan tersebut disesalkan sejumlah kalangan karena mengancam mata pencaharian warga.

Selama ini warga Desa Cibeureum sebagian besar bekerja sebagai petani penggarap di lahan milik warga luar wilayah. Walhasil dengan adanya proses alih fungsi tersebut mengakibatkan warga kehilangan pekerjaan yang sudah puluhan tahun dijalaninya.

Menurut Usep Saepudin (40), sebagai petani penggarap sangat menyayangkan proses alih lahan pertanian menjadi perumahan. Pasalnya, jika sawah yang selama ini menjadi garapannya ditiadakan maka dengan sendirinya akan penghasilan untuk menafkahi anak dan istri.

"Saya harap tidak ada lagi alih fungsi lahan menjadi perumahan seperti yang terjadi setahun lalu. Soalnya masih banyak yang dapat penghasilan dari lahan pesawahan bukan hanya saya saja. Tahun ini saja tak bisa lagi dimanfaatkan karena sudah di jadikan perumahan," katanya, Selasa (8/9).

Kasi Pemberdayaan Desa Cibeureum, Nyanyang Koswara, mengatakan hingga saat ini sudah 7 ribu meter lahan pesawahan yang berubah menjadi perumahan elit. Investor lebih tertarik memanfaatkan lahan pertanian untuk berbisnis properti. Sederhananya, posisi yang strategis karena berada di pinggiran jalan tepatnya akses jalur utama. 

"Sekarang saja  sudah banyak para investor yang mengincar lokasi yang lahannya pesawahan. Beda lain kalau lahan daratan itu tidak banyak yang tertarik karena lokasi masuk ke pemukiman penduduk, jauh dari jalan utama” ujarnya. 

 Kontan saja akibat gencarnya proses alih fungsi tadi maka dengan sendirinya petani kehilangan pekerjaannya. Selama ini sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya menggarap sawah milik orang lain karena tidak memiliki keahlian lain. 

"Kalau sudah di jual oleh pemiliknya, para petani penggarap bisa apa lagi, terlebih juga pemilik lahan sawahnya mayoritas bukan asli milik para petani. Jadi sewaktu waktu kalau dibutuhkan pasti dijual apalagi ada pembelinya,” terangnya. (ree)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Aktualita 24/04/2018 08:00 WIB

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.