Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Konsumsi Air Kotor, Warga Cipanas Banyak Yang Diare

Asri Fatimah

Rabu, 09 September 2015 - 09:17 WIB

paien diare di rawar di RSUD Cimacan/asri fatimah/BC
paien diare di rawar di RSUD Cimacan/asri fatimah/BC
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS - Jumlah penderita penyakit diare saat ini di RSUD Cimacan Cipanas menduduki ranking pertama di Cianjur Utara. Musim kemarau mengakibatkan warga banyak mengkonsumsi air kotor sehingga terjangkit bakteri hingga terserang penyakit tersebut.

Menurut Kasubbag TU RSUD Cimacan, Hendrawan,  kebutuhan akan air bersih menjadi kendala yang dihadapi warga di kala musim kemarau ini. Tak ayal, pemanfaatan air kotor untuk dikonsumsi maupun keperluan sehari-hari seperti memasak atau mandi berpotensi meninggalkan bakteri. Hal tersebut memicu terjadinya wabah penyakit diare yang menjangkiti warga.

"Kalau disini penyakit diare merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh warga apalagi ini musim kemarau. Mengingat banyak warga yang mengkonsumsi air kotor akibat ketersedian air bersih untuk kebutuhan warga,” katanya, Selasa (8/9).

Selain itupun, kata Hendrawan, lingkungan yang jorok  ikut mempengaruhi warga terserang penyakit warga.  Ia mengibaratkan dengan menggunakan air kotor  untuk mandi termasuk cuci tangan bisa menjadi salah satu penyebab penyakit diare.

"Lingkungan yang tidak sehat serta jorok bisa jadi salah satu penyebab diare, termasuk penggunaan air kotor untuk mandi. Selain bisa menyebabkan gatal juga bisa jadi penyebab diare, misalnya tangan yang dibasuh oleh air kotor kemudian langsung digunakan untuk makan," imbuhnya.

Terpisah, Nunung Nuraeni (40) warga Desa Ciherang Kecamatan Pacet, tak menampik jika selama ini dirinya menggunakan air kotor. Air tersebut dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, baik memasak maupun mandi. 

" Baru sekarang sekarang sih anak saya menderita diare,  saya perhatikan anak saya agak jorok. Kalau mau makan tak pernah mau cuci tangan karena emang airnya juga udah mulai tidak ada," terangnya. (ree)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Aktualita 24/04/2018 08:00 WIB

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.