Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:52

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Sekolah Ajak Siswa Cintai Lingkungan

Oleh: Susi Susilawati - Rabu 09 September 2015 | 08:21 WIB

Sekolah Ajak Siswa Cintai Lingkungan

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Sejumlah sekolah di Cianjur mulai menerapkan pendidikan lingkungan hidup. Hal ini ditujukan agar siswa mulai peduli dan mencintai akan kondisi lingkungannya. Dengan begitu, diharapkan tumbuh keinginan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

 

Waka Humas SMPN 3 Cianjur, Asep Wila menjelaskan, pemberian mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH) bagi peserta didik diberikan satu minggu sekali dengan waktu 2x45 menit atau dalam satu kali pertemuan siswa mendapatkan materi selama 2 jam pelajaran.

 

"Iya disampaikan dalam materi pembelajaran agar mereka mengetahui sebab dan akibat apabila mereka merusak lingkungan dan jika sudah diajarkan diharapkan akan menimbulkan rasa tanggung jawab tinggi untuk melindungi lingkungan," ucap Asep kepada "BC" ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/9)

 

Materi yang disampaikan kepada siswa, berkenaan bagaimana cara pembuatan kompos (pupuk tradisional, red), proses menanam pohon, bagaimana cara mengurangi pemanasan global dan materi lainnya.

 

"Jika anak sudah diajarkan, setidaknya mereka harus bisa berpikir dua kali untuk melakukan perusakan lingkungan seperti mencoret-coret fasilitas di taman yang menggangu lingkungan, membuang sampah dan lainnya," terangnya.

 

Ditambahkannya, dalam penerapan pengajaran siswa juga diajak untuk bersikap kritis. “Tujuannya, manakala mereka menemukan tindakan yang bisa merusak lingkungan bisa langsung menegur. Atau paling tidak, mereka bisa ikut mensosialisasikan soal pentingnya menjaga lingkungan,” tandasnya. (zlf)

 

Komentar