Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:24

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

politik pemerintahan

Yanng Pake Dana Desa Untuk Pilkada, Akan Ditindak Tegas

Oleh: Maharaya Akbar - Rabu 09 September 2015 | 14:33 WIB

Yanng Pake Dana Desa Untuk Pilkada, Akan Ditindak Tegas

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan akan menindak tegas setiap oknum yang terbukti, menyelewengkan dana desa untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015.

 

Ditegaskan, dana desa sejatinya diperuntukkan sebagai uang rakyat yang harus dikembalikan kepada rakyat. Bukan justru uang pribadi dari pejabat tertentu di pedesaan. "Tidak boleh. Uang itu bukan untuk kepala desa, itu untuk rakyat. Kalau ada bukti bisa dikenakan sanksi," tegasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

 

Pihaknya pun memastikan akan terus memantau penggunaan dana desa agar tidak diselewengkan oknum tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pilkada. Menurutnya, kendati saat ini belum ada laporan soal penyelewengan dana desa untuk pilkada, namun potensi tersebut akan tetap ada. Sebab, kerawanan korupsi pasti selalu ada dalam perencanaan anggaran.

 

"Pilkadanya belum. Nanti akan kita lihat sampai pilkada serentak. Tapi kami akan pantau terus.‎ Kan apapun area rawan korupsi itu kan area perencanaan anggaran. Desa kan juga masuk di perencanaan anggaran, yang kedua menyangkut dana hibah dana bansos," ungkapnya. (net)

Komentar