Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

PLN Berjanji Akan Turunkan Biaya Token Listrik

Fl/bc.com/net

Rabu, 09 September 2015 - 17:39 WIB

ilustrasi net.
ilustrasi net.
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA.--PT PLN (Persero) berencana menurunkan biaya administrasi bank dalam transaksi pembelian token listrik prabayar untuk meringankan beban masyarakat. Langkah ini juga bertujuan menambah muatan listrik bagi setiap token yang dibeli, sekaligus menepis anggapan terdapat mafia di dalam bisnis listrik prabayar.
 

"Biasanya ketika masyarakat beli listrik senilai Rp 100 ribu akan dibebani biaya administrasi bank sebesar Rp 1.600. Nanti kalau dia mau beli lagi listrik dengan nilai Rp 30 ribu, juga akan dibebani beban administrasi sebesar Rp 1.600 lagi. Kan ini berulang-ulang, beban itu yang ingin kami kurangi," jelas Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Dengan pengurangan beban tersebut diharapkan pelanggan juga mendapatkan nilai muatan listrik yang lebih besar mengingat jumlah saldo dalam satuan rupiah yang dikonversi ke satuan kilowatt per jam (kWh) juga lebih besar.
 

Namun Sofyan tidak bisa memastikan kapan hal tersebut bisa terealisasi. Selain itu, ia juga belum menentukan berapa besar persentase pengurangan biaya administrasi bank di dalam komponen biaya listrik prabayar.
 

"Yang jelas, kami tak bisa menjalankan hal tersebut tahun ini karena kami tidak bisa mengganti sistem pembayaran 50 juta pelanggan dalam sisa waktu tiga bulan. Mungkin hal ini bisa terealisasi tahun depan," jelasnya.
 

Mantan bos PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menegaskan bahwa perbedaan jumlah listrik yang diterima pelanggan dengan harga awal pembelian token murni karena beban-beban lain dan bukan karena adanya mafia listrik. Jika memang ada mafia listrik, Sofyan berjanji akan mengusutnya secara internal.
 

"Kemarin bilang memang dikabarkan ada mafia, tapi kami belum tahu. Kalau memang di kami ada mafia, tolong beritahu kami. Tapi apapun itu, yang pasti akan ditindaklanjuti," tegas Sofyan.

Sebagai informasi, biaya administrasi bank merupakan salah satu komponen beban pembelian token listrik dengan besaran Rp 1.600 per pembelian. Selain beban administrasi, pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar Rp 2.306, materai, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menjadi pengurang di dalam pembelian token listrik, sehingga kapasitas riil pembelian listrik prabayar lebih kecil dibanding harga pembelian yang dibayar masyarakat.

PT PLN sendiri memiliki pelanggan sebesar 57,3 juta pada 2014, di mana angka ini diprediksi naik menjadi 78,4 juta pada 2024.

Saat ini, Sofyan mengatakan bahwa 30 persen pelanggan PLN menggunakan sistem prabayar, atau dengan kata lain sebesar 17,19 juta pelanggan PLN membeli listrik dengan menbeli token. (fl/bbs)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Kapolres Minta Personel Jalankan Buddy System

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH mengimbau personelnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dilapangan sebagai upaya antisipasi aksi teror.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Karyawan Perumdam Tirta Mukti Tingkatkan Ibadah

BULAN Ramadan menjadi momentum setiap orang untuk berlomba mendapatkan pahala di bulan suci itu. Tak terkecuali para karyawan di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Disdukcapil Minta Perbaikan Jaringan Dipercepat

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait adanya gangguan server dalam pembuatan KTP elektronik dalam tiga hari terakhir.

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Bisnis Line 10 jam yang lalu

Paket Kombo D'Abah Jadi Menu Andalan 'Bukber'.

BULAN Ramadhan merupakan momentum keberkahan bagi umat Islam. Uniknya, momen keberkahan ramadhan ternyata dirasakan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga dirasakan oleh para pebisnis kuliner. Bagaimana…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

CAI Soroti Pendirian Mall GSP Ciranjang

PENDIRIAN Ruko dan Mall GSP Ciranjang kembali mendapat sorotan publik. Kali ini sorotan tajam disampaikan kalangan aktivis yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI).

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Pemicu Terjadinya Macet Di Ciranjang Bertambah

JALAN raya Cianjur - Bandung tepatnya di pertigaan jalan masuk ke pasar, Bojongpicung dan menuju jalan Jati, setiap harinya tak pernah sepi kendaraan motor maupun mobil.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Cianjur Euy 22/05/2018 06:05 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang

BENCANA longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur, kini terjadi di wilayah Kecamatan Campaka. Akibatnya, akses jalan menuju situs Meghalitikum Gunung Padang sempat tertutup longsoran tanah, Jumat (18/5/2018)…

Cianjur Euy 22/05/2018 06:03 WIB

Muspida Kabupaten Cianjur Komitmen Berantas Minuman Keras dan Oplosan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur berkomitmen untuk memberantas minuman keras (Miras) bermerk dan oplosan dengan cara meningkatkan razia gabungan diberbagai wilayah setiap pekannya.