Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Belajar Dari Warga Cisaar RT 03/08 Desa Cipeuyeum

Oleh: BeritaCianjur.Com - Jumat 11 September 2015 | 20:04 WIB

Belajar Dari Warga Cisaar RT 03/08 Desa Cipeuyeum

BERITACIANJUR.COM.--Kemarau panjang, tak perlulah bertanya pada rumput yang tak lagi bergoyang. Warga Cisaar RT 03/08, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi misalnya, tak cuma merenung dan menunggu aksi pemerintah. Mereka pun ambil inisiatif mengatasi krisis air, ramai ramai membangun sumur bor.

 

Sebelumnya, warga Kampung Cisaar yang berjumlah 48 Kepala Keluarga (KK) mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih, setelah sumur milik mereka mengering. Demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 2 km menuju sumber mata air.

 

Permintaan droping air bersih melalui pihak pemerintah desa setempat, sudah dilakukan warga beberapa kali, namun tetap saja permintaan air bersih yang diharapkan warga ini, tidak pernah terealisasi. Warga akhirnya tegerak membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

 

Sumur bor yang berkedalaman sekitar 38 meter ini, menghabiskan biaya sekitar Rp 15 juta. Dana pembuatan sumur ini adalah hasil swadaya warga dengan dana talangan uang kas RT.

 

Ketua RT 03, Kampung Cisaar, Nana Firtana, mengatakan, pembangunan sumur bor ini merupakan hasil kesepakatan warga. Meski saat ini warga secara mudah sudah bisa mendapatkan sumber air, namun keberadaan sumur bor ini belum bisa dioptimalkan. Sebelumnya warga merencanakan untuk membuat jaringan ke setiap rumah, namun ini belum terealisasi karena kehabisan dana. 

 

”Setelah sumur bor selesai dibangun selama 3 hari sampai sekarang seluruh warga Cisaar tidak lagi kesulitan mencari air bersih untuk keperluan rumah tangga. PIhak pelaksana pembangunan saat ini sedang berupaya mencari dana talangan, untuk memasang jaringan pipa ke tiap rumah warga," ucapnya.

 

Sementara itu, pengurus pemuda Karang Taruna Desa Cipeuyeum, Usep Suparman (35), menambahkan. Warga Kampung Cisaar telah selesai melakukan gotong royong membangun sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.

 

“Namun warga saat ini menyesalkan sikap pemerintah desa, yang tidak mau membantu kesulitan warga, untuk membeli pipa yang diperuntukan untuk membangun jaringan penyaluran air,” ujarnya. (day/beritacianjur.com)

Komentar