Rabu, 24 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Japung di Waduk Cirata Over Kapasitas

Nuki Nugraha

Senin, 10 Agustus 2015 - 05:00 WIB

Net
Net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Geliat usaha kolam jaring terapung di kawasan perairan Waduk Cirata nyaris tak terbendung. Hampir setiap saat terus mengalami penambahan, hingga akhirnya terjadi over kapasitas. Jumlah unit kolam yang beroperasi kurang lebih 68 ribu unit jauh melampaui batas maksimal yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya, yakni 12 ribu unit.

Ngerinya, dari total unit kolam yang beroperasi, hampir seluruhnya tidak mengantongi izin. Dengan kata lain, usaha yang mereka jalankan melanggar aturan ketentuan yang berlaku alias ilegal.

Sementara uang yang beredar dibalik beroperasinya puluhan ribu unit kolam ilegal ini hampir mencapai 6 triliun rupiah setiap tahunnya. Angka yang luar biasa besar dan seharusnya mampu membawa keuntungan berarti bagi tiga kabupaten yang wilayahnya tergenang perairan Waduk Cirata, yaitu Cianjur, Bandung Barat, dan Purwakarta.

Lalu apa yang didapat Cianjur sebagai kabupaten yang wilayahnya paling luas digunakan untuk pengembangan Waduk Cirata? Yang jelas tidak banyak, hingga sekarang hanya memiliki kesempatan mendapat keuntungan dari pemberlakuan karcis masuk lokasi Situ Jangari, salah satu Waduk Cirata. 

Di luar itu, Kabupaten Cianjur tidak mendapatkan keuntungan apapun. Bahkan  Bupati Tjetjep Muchtar Soleh mengakui, kenyataannya Cianjur tak lebih dari hanya sekedar menjadi penonton.

“Soal persoalan Japung di Cirata ini memang sudah lama terjadi. Kalau dikatakan kita sekedar menjadi penonton, itu memang tidak salah juga,”ujar Tejtjep saat ditemui “BC” di kantornya belum lama ini.

Tjetjep mengakui, terkait masalah tersebut pihaknya sudah melayangkan surat yang ditujukan langsung ke Pemprov Jabar sebagai pihak yang berwenangmengelola kolam japung di Waduk Cirata. Bahkan, sempat pula meminta agar PAD-nya dilimpahkan ke Cianjur.

“Sudah kok Cianjur mencoba menyelesaikan persoalan japung ini, bahkan sejak saya masih menjadi Kepala Bappeda. Tapi yang namanya rejeki atau milik biasanyakan suka sayang, istilahnya daripada dikasih kepada orang lain, lebih baik buat saya,” katanya setengah menyindir.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Teguh Agung saat dikonfirmasi mengatakan, dari japung di kawasan perairan Cirata,  Kabupaten Cianjur hanya mendapat jatah untuk PAD dari retribusi parkir wisata.

Jadi kan ada aturan soal Sumber Daya Air dan mineral untuk gabungan kabupaten.Karena untuk waduk Cirata itu memang gabungan kabupaten, jadi Pemkab Cianjur tidak berhak untuk mengambil bagian dari transaksi ekonomi yang ada di waduk tersebut.

“Jadi yang didapat Cianjur cuma dari retribusi wisatanya saja. Adapun untuk transaksi yang terjadi di atas permukaan air di kawasan tersebut, itu tidak diperbolehkan,”ujar Teguh kepada “BC” belum lama ini.

Seperti dilansir sebelumnya, perputaran uang dari beroperasinya puluhan ribu kolam jaring japung di perairan Waduk Cirata, dalam satu tahunnya bisa mencapai Rp6 triliun. Dari total perputaran uang tersebut, sekitar 42 persennya bersumber dari perputaran uang kolam japung yang berada di kawasan Cianjur. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 43 menit yang lalu

5 Kecamatan di Cianjur Terdampak Gempa

Gempa bumi menggoyang Cianjur, Selasa (23/1/2018) siang. Sejumlah wilayah di selatan Cianjur terdampak cukup parah. Tercatat, sejumlah bangunan rusak dan delapan orang siswa sekolah mengalami luka-luka.

Aktualita 48 menit yang lalu

Masalahnya Banyak, RSUD Akan Diperiksa Khusus

SETELAH satu per satu permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur terbongkar, akhirnya Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur akan segera melakukan pemeriksaan khusus (riksus), terhadap para…

Aktualita 23/01/2018 08:05 WIB

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 23/01/2018 08:00 WIB

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…