Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Pedagang Daging Ancam Mogok

Angga Purwanda

Senin, 10 Agustus 2015 - 02:07 WIB

Net
Net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Pasca lebaran pertengahan bulan lalu, harga daging sapi di pasaran terus merangkak naik. Akibatnya, stabilitas usaha yang dijalani para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Cianjur pun  praktis mengalami gangguan serius.

Kenaikan harga yang nyaris tak bisa dikendalikan telah memicu terjadinya penurunan jumlah konsumen. Mahalnya harga jual daging sapi di pasaran, memaksa konsumen untuk menghentikan mengonsumsinya sementara waktu sambil menunggu hingga harga normal kembali. Alhasil, omzet para pedagang daging mengalami penurunan secara signifikan.

Menyikapi harga yang terus merangkak naik dan menyebabkan usahanya merugi, para pedagang daging sapi Pasar Induk Cianjur (PIC) berencana akan melakukan mogok berjualan. Keputusan tersebut mereka ambil lantaran terus memaksakan diri jualan pun malah akan semakin bertambah rugi.

Para pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabharga daging sapi terus merangkak naik. Mereka hanya tahu harga daging terus mengalami kenaikan tanpa sempat turun sejak lebaran bulan lalu.

"Biasanya setelah Idul Fitri harga kembali normal. Tapi kemaren hanya beberapa hari saja turun, terus naik kembali sampai sekarang," ucap Asep (38), salah seorang pedagang sapi di PIC, kemarin (9/8).

Asep menyebutkan, untuk menghindari kerugian yang jauh lebih besar, para pedagang juga terpaksa harus mengurangi jatah potong hewan pesanannya. "Setiap hari biasanya 3 ekor, tapi sekarang paling hanya 2 ekor saja. Katanya pasokan berkurang," tambahnya.

Selain itu, lanjut Aep, para pembeli juga mengeluhkan harga yang terus melambung, sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk membeli daging sapi. "Ya banyak pembeli yang nanya kenapa harga daging terus naik bukannya turun. Padahal biasanya setelah Idul Fitri harganya kembali normal. Sempat harganya mencapai sembilan puluh ribu setelah lebaran, tapi hanya beberapa hari. Setelah itu terus naik dan sekarang perkilogramnya mencapai Rp 110 ribu," jelasnya.

Aep mengaku merasa bingung dan khawatir kalau kondisi tersebut terus berlangsung, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan usahanya. Atau paling tidak, penjualan daging akan terus berkurang.

"Makanya kami untuk sementara tidak akan berjualan selama beberapa hari sambil nunggu harga sapi kembali normal," ucapnya.

Sementara itu, Yusi, salah seorang warga merasa sangat keberatan dengan kian mahalnya daging sapi. Ia juga mengaku merasa aneh dan bertanya-tanya kenapa harga terus mengalami kenaikan.

"Sangat keberatan. Meski hanya sekali-kali belinya tapi dengan adanya kenaikan akan semakin jarang bagi kami dan mungkin juga masyarakat lain mengkonsumsinya," ucapnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.