Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Pedagang Daging Ancam Mogok

Oleh: Angga Purwanda - Senin 10 Agustus 2015 | 02:07 WIB

Pedagang Daging Ancam Mogok

Net

BERITACIANJUR.COM – Pasca lebaran pertengahan bulan lalu, harga daging sapi di pasaran terus merangkak naik. Akibatnya, stabilitas usaha yang dijalani para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Cianjur pun  praktis mengalami gangguan serius.

 

Kenaikan harga yang nyaris tak bisa dikendalikan telah memicu terjadinya penurunan jumlah konsumen. Mahalnya harga jual daging sapi di pasaran, memaksa konsumen untuk menghentikan mengonsumsinya sementara waktu sambil menunggu hingga harga normal kembali. Alhasil, omzet para pedagang daging mengalami penurunan secara signifikan.

 

Menyikapi harga yang terus merangkak naik dan menyebabkan usahanya merugi, para pedagang daging sapi Pasar Induk Cianjur (PIC) berencana akan melakukan mogok berjualan. Keputusan tersebut mereka ambil lantaran terus memaksakan diri jualan pun malah akan semakin bertambah rugi.

 

Para pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabharga daging sapi terus merangkak naik. Mereka hanya tahu harga daging terus mengalami kenaikan tanpa sempat turun sejak lebaran bulan lalu.

 

"Biasanya setelah Idul Fitri harga kembali normal. Tapi kemaren hanya beberapa hari saja turun, terus naik kembali sampai sekarang," ucap Asep (38), salah seorang pedagang sapi di PIC, kemarin (9/8).

 

Asep menyebutkan, untuk menghindari kerugian yang jauh lebih besar, para pedagang juga terpaksa harus mengurangi jatah potong hewan pesanannya. "Setiap hari biasanya 3 ekor, tapi sekarang paling hanya 2 ekor saja. Katanya pasokan berkurang," tambahnya.

 

Selain itu, lanjut Aep, para pembeli juga mengeluhkan harga yang terus melambung, sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk membeli daging sapi. "Ya banyak pembeli yang nanya kenapa harga daging terus naik bukannya turun. Padahal biasanya setelah Idul Fitri harganya kembali normal. Sempat harganya mencapai sembilan puluh ribu setelah lebaran, tapi hanya beberapa hari. Setelah itu terus naik dan sekarang perkilogramnya mencapai Rp 110 ribu," jelasnya.

 

Aep mengaku merasa bingung dan khawatir kalau kondisi tersebut terus berlangsung, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan usahanya. Atau paling tidak, penjualan daging akan terus berkurang.

 

"Makanya kami untuk sementara tidak akan berjualan selama beberapa hari sambil nunggu harga sapi kembali normal," ucapnya.

 

Sementara itu, Yusi, salah seorang warga merasa sangat keberatan dengan kian mahalnya daging sapi. Ia juga mengaku merasa aneh dan bertanya-tanya kenapa harga terus mengalami kenaikan.

 

"Sangat keberatan. Meski hanya sekali-kali belinya tapi dengan adanya kenaikan akan semakin jarang bagi kami dan mungkin juga masyarakat lain mengkonsumsinya," ucapnya. ***

Komentar