Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pedagang Daging Ancam Mogok

Angga Purwanda

Senin, 10 Agustus 2015 - 02:07 WIB

Net
Net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Pasca lebaran pertengahan bulan lalu, harga daging sapi di pasaran terus merangkak naik. Akibatnya, stabilitas usaha yang dijalani para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Cianjur pun  praktis mengalami gangguan serius.

Kenaikan harga yang nyaris tak bisa dikendalikan telah memicu terjadinya penurunan jumlah konsumen. Mahalnya harga jual daging sapi di pasaran, memaksa konsumen untuk menghentikan mengonsumsinya sementara waktu sambil menunggu hingga harga normal kembali. Alhasil, omzet para pedagang daging mengalami penurunan secara signifikan.

Menyikapi harga yang terus merangkak naik dan menyebabkan usahanya merugi, para pedagang daging sapi Pasar Induk Cianjur (PIC) berencana akan melakukan mogok berjualan. Keputusan tersebut mereka ambil lantaran terus memaksakan diri jualan pun malah akan semakin bertambah rugi.

Para pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabharga daging sapi terus merangkak naik. Mereka hanya tahu harga daging terus mengalami kenaikan tanpa sempat turun sejak lebaran bulan lalu.

"Biasanya setelah Idul Fitri harga kembali normal. Tapi kemaren hanya beberapa hari saja turun, terus naik kembali sampai sekarang," ucap Asep (38), salah seorang pedagang sapi di PIC, kemarin (9/8).

Asep menyebutkan, untuk menghindari kerugian yang jauh lebih besar, para pedagang juga terpaksa harus mengurangi jatah potong hewan pesanannya. "Setiap hari biasanya 3 ekor, tapi sekarang paling hanya 2 ekor saja. Katanya pasokan berkurang," tambahnya.

Selain itu, lanjut Aep, para pembeli juga mengeluhkan harga yang terus melambung, sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk membeli daging sapi. "Ya banyak pembeli yang nanya kenapa harga daging terus naik bukannya turun. Padahal biasanya setelah Idul Fitri harganya kembali normal. Sempat harganya mencapai sembilan puluh ribu setelah lebaran, tapi hanya beberapa hari. Setelah itu terus naik dan sekarang perkilogramnya mencapai Rp 110 ribu," jelasnya.

Aep mengaku merasa bingung dan khawatir kalau kondisi tersebut terus berlangsung, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan usahanya. Atau paling tidak, penjualan daging akan terus berkurang.

"Makanya kami untuk sementara tidak akan berjualan selama beberapa hari sambil nunggu harga sapi kembali normal," ucapnya.

Sementara itu, Yusi, salah seorang warga merasa sangat keberatan dengan kian mahalnya daging sapi. Ia juga mengaku merasa aneh dan bertanya-tanya kenapa harga terus mengalami kenaikan.

"Sangat keberatan. Meski hanya sekali-kali belinya tapi dengan adanya kenaikan akan semakin jarang bagi kami dan mungkin juga masyarakat lain mengkonsumsinya," ucapnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 54 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 59 menit yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…

Aktualita 14/02/2018 08:05 WIB

‘Maling’ Kembalikan Barang Curiannya, Tetap Dihukum?

DUGAAN tindak pidana kegiatan pengadaan barang dan jasa fiktif di RSUD Sayang Cianjur, masih terus diselidiki Sat Reskrim Polres Cianjur.

Aktualita 14/02/2018 08:00 WIB

DPMPTSP: Berkas Ajuan IMB-nya Belum Masuk

DUGAAN belum adanya kelengkapan izin untuk bangunan perkantoran baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Campaka, makin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 13/02/2018 22:12 WIB

H. Aris Mulkan Pimpin DPC Hiswana Migas Cianjur

MUSYAWARAH Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cianjur berlangsung khidmat, Selasa (13/2/2018). Sebanyak 48 peserta dari berbagai perusahaan SPBU, LPG, SPBE dan Pelumas…

Cianjur Euy 13/02/2018 22:03 WIB

Jalur Puncak Siap Digunakan

PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.