Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:35

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Keindahan Panorama Situs Gunung Kasur Tiada Duanya

Oleh: Susi Susilawati - Selasa 15 September 2015 | 15:00 WIB

Keindahan Panorama Situs Gunung Kasur Tiada Duanya

Susi/Susilawati/BC

Selain Situs Megalitikum Gunung Padang, ternyata Cianjur memiliki situs lainnya. Yakni Situs Gunung Kasur yang berlokasi di perbatasan Desa Gadog dan Desa Cibodas, Kecamatan Pacet.

 

Meski tak setenar Gunung Padang, Gunung Kasur ternyata mempunyai daya tarik tersendiri yang mampu “menyihir” pengunjung untuk datang. Berada di ketinggian ± 1.080 DPL, situs ini memiliki panorama yang menyejukkan mata. Tidak hanya itu, hamparan gunung yang penuh pepepohonan dengan udara yang sejuk, mampu menghilangkan penat seketika dari aktivitas keseharian.

 

Seperti halnya, Gunung Padang, Situs Gunung Kasur juga memiliki cerita di dalamnya. Entah dimulai sejak kapan, Situs Gunung Kasur sering jadi destinasi wisata, tidak hanya warga Cianjur tapi juga daerah lainnya.

 

Serupa namanya, Situs Gunung Kasur disebut karena di puncak gunung terdapat lempengan batu menyerupai kasur (tempat tidur, red) lengkap dengan bantal dan gulingnya. Tidak diketahui kepemilikan kasur ini, namun, hal ini menjadi rata-rata alasan para pengunjung untuk datang ke sini.

 

Tidak hanya soal lempengan batu menyerupai kasur, di Situs Gunung Kasur juga terdapat telapak kaki, yang konon kabarnya merupakan kaki patih pertama Cianjur. Kaki tersebut tercetak di sebuah batu besar di sekitar Gunung Kasur dengan posisi seolah hendak pergi ke suatu tempat.

 

Sayangnya, tak ada penelitian lebih lanjut mengenai situs ini. Cerita yang menyelimutinya dibiarkan berkembang di masyarakat. Tidak hanya itu, kondisinya pun seolah tidak terawat, bahkan sejumlah benda di sekitar situs seperti batu berupa bantal dan guling sudah hilang.

 

Bagi pengunjung yang hendak mengunjungi situs yang berada di lahan sekitar 2,5 hektar ini, harus memiliki persiapan. Pasalnya, kurangnya perhatian pemerintah menyebabkan fasilitas di situs ini masih sangat minim. Hal ini terbukti dengan tidak adanya alat bantu berupa tangga, seperti halnya tangga buatan di Gunung Padang.

 

Hal tersebut tentunya menyulitkan, terutama bagi pengunjung yang tidak terbiasa untuk tracking. Kondisi jalan menuju situs ini biasanya diperparah jika sudah diguyur hujan.

 

Agar bisa menjadi primadona layaknya Gunung Padang, diharapkan pemerintah menata Situs Gunung Kasur. Pasalnya, jika dikelola dengan baik, tentunya bisa menjadi tujuan destinasi wisata di Cianjur, baik wisatawan lokal maupun nasional bahkan luar negeri. (zlf)

              

 

 

 

 

 

Komentar